Wujudkan Pelayanan Maksimal, Bupati Hendrajoni Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Surantih

20
Bupati Hendrajoni menandatangani prasasti peresmian Gedung Rawat Inap Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera, Sabtu (20/7). (OKIS ROCKIN)

PAINAN – Gedung Rawat Inap Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera, Sabtu (20/7), diremikan pemakainannya oleh bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni. Momentum itu sekaligus menandai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan maksimal kepada masyarakat setempat.

Mengiringi peresmian itu, bupati Pessel mewanti-wanti petugas medis agar lebih mengedepankan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. “ Kalau ada orang sakit, jangan tanya uangnya dulu. Saya nggak mau Puskesmas ini ada orang sakit nanya duit dulu. Kalau memang pasiennya kurang mampu, nanti saya yang akan bayar. Tolong lapor ke saya,” ujar bupati pada wartawan usai meresmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas Surantih.

Terhadap fungsi bangunan rawat inap Puskesmas, Bupati Hendrajoni mengajak semua pihak agar bisa memanfaatkan dan menjaga fasilitas pemerintah tersebut dengan baik. Apalagi Puskesmas Surantih merupakan salah satu gedung terbaik diantara 12 Puskesmas lainnya yang sudah memiliki rawat inap di Pesisir Selatan.

“Dari 20 Puskesmas yang ada di Pessel, nanti secara keseluruhan akan kita bangun gedung rawat inap. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kita kepada pemerintah pusat. Sebab, tahun sebelumnya kita meraih penghargaan kabupaten sehat se Indonesia,” katanya.

Disisi lain, bupati berharap agar bangunan yang megah tersebut memiliki panorama yang indah, bersih dan sejuk, sehingga mampu pula menjadi obat penawar bagi pasien yang sedang sakit.

Ia menyebutkan, kesehatan merupakan modal utama  dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Karena alasan itu,  petugas puskesmas ataupun masyarakat sekitar diminta tolong agar dapat memanfaatkan pekarangan Puskesmas dengan menanam pohon. “ Tujuannya agar Puskesmas ini menjadi rindang dan tidak gersang. Dan sekali lagi saya ingatkan kepada petugas disini, agar lebih ramah dalam melayani masyarakat, terapkan Senyum, Sapa, Salam (3S),” tuturnya.

BACA JUGA:  Askab PSSI Kab. Solok dan Persikas Dilantik, Ini dia PR Pengurus Baru

Menanggapi permintaan bupati itu,  Kadis Kesehatan Pessel Satria Wibawa menyebutkan, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kecamatan Sutera, maka Puskesmas setempat mesti memiliki gedung rawat inap sebagaimana mestinya. “Sebenarnya rencana pendirian gedung rawat inap sudah sangat lama, bahkan sejak 1996 sudah kami usulkan. Waktu itu saya masih menjabat sebagai kepala Puskesmas disini. Alhamdulillah tahun ini dapat terwujud,” kata Satria.

Dijelaskan, gedung rawat inap Puskesmas Surantih tersebut dibangun pada 2018 dengan anggaran Rp2,6 miliar dari DAK Kementerian Kesehatan RI. Sesuai amanat Permenkes nomor 41 tahun 2015, bahwa pemerintah daerah mesti melakukan akreditasi terhadap seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Selain puskesmas, yang dituju oleh ketentuan ini adalah FKTP lain, termasuk klinik dan tempat praktek dokter dan sebagainya.

 

Ia menambahkan, sejak 2016 hingga 2019 ini, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan Pesisir Selatan telah melaksanakan akreditasi terhadap 17 Puskesmas dari 20 puskesmas yang tersebar di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu. “Dengan adanya puskesmas rawat inap di Sutera ini, kami berharap pelayanan kesehatan semakin baik, sehingga masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang prima sebagaimana yang kita harapkan bersama. Apalagi puskesmas ini nantinya akan beroperasi 1X24 jam,” tuturnya.

Reporter   : Okis Rockin

Editor       : Malin Marajo

 

Loading...
loading...