Woow, 17,58 gram Ganja dan 20,76 gram Shabu Dimusnahkan Kejari Pesisir Selatan

Kejari Pessel memusnahkan barang bukti hasil kejahatan pada triwulan ke empat 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap di daerah setempat, Rabu (8/1).

PAINAN – Sedikitnya 17,58 gram Ganja Kering, berikut 20,76 gram Shabu-Shabu, termasuk  senjata api jenis FN merek Hi-Power Automatic cal 9 mm, Rabu (8/1), dimusnahkan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Ketiga jenis barang haram itu merupakan Barang Bukti (BB) hasil kejahatan pada triwulan ke empat 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap di daerah Pesisir Selatan.

“Sebenarnya pemusnahan BB ini digelar 2019. Namun  karena ada sejumlah kegiatan yang tidak bisa ditunda, akhirnya dilakukan hari ini,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Pesisir Selatan, Yeni Puspita, di Painan.

Saat pemusnahan BB tersebut, hadir perwakilan pejabat kabupaten Pesisir Selatan,  Polres  dan Kodim 0311/Pessel bersama pihak terkait lainnya. Sebanyak tiga barang bukti (BB) kejahatan, yakni penyalahgunaan narkoba, perampokan dan kejahatan perikanan dimusnahkan saat itu.

Khusus barang bukti penyalahgunaan narkoba, terdiri dari ganja kering seberat 17,58 gram dari satu perkara, dan sabu-sabu 20,76 gram dari 10 perkara.

Woow, 17,58 gram Ganja dan 20,76 gram Shabu Dimusnahkan Kejari Pesisir Selatan 1 musnah
sejumlah BB berupa handphone juga dimusnahkan petugas kejari pessel

Selanjutnya dari perampokan, pihaknya memusnahkan barang bukti berupa sepucuk senjata api jenis FN merek Hi-Power Automatic cal 9 mm buatan Belgia dengan empat butir peluru.

“Sementara dari kejahatan perikanan dimusnahkan satu set alat tangkap ikan jenis jaring trawl atau lampara dasar, kresek ikan campuran, serok ikan dan lainnya,” katanya.

Menurut Yeni, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari penuntasan perkara yang mesti dilakukan sesuai aturan hukum yang berlaku, selain itu juga untuk meminimalkan penyalahgunaan barang bukti oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari sejumlah perkara yang ditangani pihaknya pada 2019, penyalahgunaan narkoba merupakan kasus yang terbanyak, selanjutnya disusul asusila.

“Kedua kasus ini memang trendnya meningkat, dan hal ini perlu diantisipasi secara bersama termasuk orangtua dan ninik mamak,” tuturnya.

BACA JUGA:  Peduli Korban Kerusuhan Wamena, Aliansi Peduli Pessel Galang Dana Bantuan

Diingatkan,  penyalahgunaan narkoba perlu menjadi perhatian serius pihak berwenang karena semakin tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu.

“Hal ini telah kami antisipasi dengan cara menggelar sosialisasi ke masyarakat dab sejumlah sekolah, setidaknya pada 2019 kami sudah melakukannya di 15 titik dari enam titik yang ditargetkan,” ucapanya mengakhiri.

Reporter: Okis Rockin

Editor    : Melatisan

 

Facebook Comments

loading...