Wazadly: Pangguang Pidato Adat Sarana Pelestarian Nilai Budaya di Kota Solok

Pidato Adat
Anggota DPRD Kota Solok,Wazadly saat menghadiri silaturrahmi arisan pertemuan Panggung Pidato Adat di Surau Mutazam Parak Anau, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Jumat malam 7 Agustus 2020.

Beritanda1 –Keberadaan Panggung Pidato Adat, tak hanya menjadi media bagi pemerintah Kota Solok dalam mempertahankan kearifan lokal  dan nilai budaya yang diterima turun temurun. Panggung pidato adat, juga dinilai efektif dalam menjauhkan generasi muda dari berbagai perilaku negatif dan menyimpang.

 

Hal itu diungkapkan  Anggota DPRD Kota Solok,Wazadly saat  menghadiri silaturrahmi arisan pertemuan Panggung Pidato Adat di Surau Mutazam Parak Anau, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Jumat malam 7 Agustus 2020.

Turut hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli Pemko Solok, Alkaf Datuak Lenggang Marajo, Ketua LKAAM, H M Rusli Malin Marajo Tuan Khatib Sulaiman, Ketua Pembina Adat dan Syarak Kota Solok Yurmantias, dt. Rajo di Padang, Ketua Bundo Kanduang Sitta Novembra .BA, Ketua KPU Kota Solok Asraf Dhanil Handika Dt. Tan panggak, S.sos,MM, Lurah Tanah Garam,Asril SE, Ketua LPMK, serta guru – guru panggung pidato adat se-Kota Solok.

Wazadly menyampaikan  apresiasi kepada semua pihak yang mendukung serta menyukseskan kegiatan positif ini. Menurutnya, pidato adat ini mengandung nilai adat dan budaya yang sangat tinggi, serta nilai-nilai agama yang berguna bagi kehidupan.  Selama ini, kata Wazadly, lembaga adat Kota Solok konsisten dalam memperkenalkan adat dan budaya daerah kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan, baik itu kegiatan Pemerintahan maupun kegiatan masyarakat.

“ Kami selaku anggota DPRD Kota Solok selalu memberikan support untuk kesuksesan kegiatan yang menyangkut kemaslahatan masyarakat Kota Solok. Sepanjang kegiatan dan program tersebut bermanfaat bagi masyarakat, pasti didukung legislatif,”ujarnya

Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Solok,H. M. Rusli Malin Marajo Tuan Khatib Sulaiman, menghimbau kepada pengurus pangguang pidato adat solok untuk selalu mengaktifkan kegiatan pangguang pidato adat.

BACA JUGA:  Longsor di Ujung Ladang Koto Sani, Tiga Rumah Dihondoh Tanah, Termasuk Sebuah Rumah Gadang

“Ini kegiatan positif sekali, karena dengan belajar pidato adat ini mereka semakin mengerti dengan adat istiadat, bak pepatah dima bumi dipijak. Ini juga salah satu cara untuk  melindungi anak-anak kita  dari hal-hal yang bersifat  negatif. dan mereka adalah orang yang pertama berdiri di garis depan anti huru hara dan radikal,” katanya.

Selain itu Ketua LKAAM juga mengajak semua komponen masyarakat terutama Niniak Mamak dan Bundo Kanduang agar selalu menjaga kondisi yang kondusif dalam menyambut tahun politik yaitu Pilkada yang badunsanak. “Mari kita rekat persatuan dan kesatuan jangan dipecah belah oleh kepentingan politik. kami menghimbau kepada masyarakat untuk mensukseskan Pemilihan Kepala Daerah yang direncanakan di adakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang,” kata HM. Rusli.

Panggung Pidato Adat
Ketua Pangguang pidato Adat Pincuran Gadang,Oktavianus Dt Rajo Alam,SH saat menerima bantuan pembinaan dari Pemerintah kota Solok.

Ketua Pangguang pidato Adat Pincuran Gadang,Oktavianus Dt Rajo Alam,SH selaku silang nan bapangka dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kota Solok atas bantuan dana pembinaan yang diserahkan melalui Staf Ahli sebanyak Rp. 2 juta.

“Untuk saat ini meskipun dalam kondisi pandemi kegiatan pangguang pidato adat tetap berjalan sesuai dengan program yang telah disiapkan bersama Pembina adat dan Syarak Kota Solok serta LKAAM Kota Solok,” beber Dt Rajo Alam.

Untuk saat ini kata dia, pangguang pidato adat pincuran gadang memiliki anggota sebanyak 27 orang. Pihaknya selalu melakukan pertemuan sebanyak satu kali dalam satu minggu yaitu pada Jumat malam. “Selain belajar pidato kami juga mendatangkan guru dan melakukan tausiah agama,” pungkasnya.

Reporter: Wahyu Haryadi

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...