Waspada Covid-19, Mesjid di Kabupaten Solok tak Gelar Sholat Jum’at dan Sholat Berjama’ah

4660
Bupati solok Gusmal menandatangani kesepakatan bersama dengan Forkompinda, MUI, kemenag setempat dalam menyikapi wabah Covid-19 di daerah itu, Jum'at (27/3).

Beritanda1Pemerintah Kabupaten Solok akhirnya memutuskan untuk tidak menggelar shalat jum’at dan shalat berjama’ah di masjid dan mushalla di daerah itu. Keputusan ini diambil, menyusul Surat Gubernur Sumbar, Maklumat MUI Sumbar dan maklumat MUI kabupaten Solok dalam menyikapi penyebaran wabah Covid-19 atau Virus Corona di daerah itu yang dinilai sudah menjadi kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kami baru saja selesai rapat gabungan dan sudah diputuskan bersama, tadi oleh Forkopimda, Kemenag, MUI  yang terdiri dari Muhammadiyah, NU, PERTI,Dewan Mesjid, FKUB. Kita ikuti semua ajakan MUI dan Gubernur Sumbar tentang sholat Jum’at dan Sholat Fardu di Mesjid Mesjid di Kabupaten Solok,” kata Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM melalui pesan whatsaap nya kepada Beritanda1.com, Jum’at (27/3).

Waspada Covid-19, Mesjid di Kabupaten Solok tak Gelar Sholat Jum’at dan Sholat Berjama’ah 1 WhatsApp Image 2020 03 27 at 10.45.07
surat kesepakatan bersama untuk meniadakan sholat jum’at dan sholat wajib lainnya di mesjid dan musholla di kabupaten Solok menyikapi wabah Covid-19 di daerah itu.

Bupati menyebutkan, keputusan tersebut berlaku sejak Jum’at (hari ini) sampai batas waktu yang ditentukan kemudian. Dalam surat tersebut, seluruh masjid di daerah itu diminta untuk meniadakan sholat jum’at dan mengganti dengan sholat Dzuhur di rumah masing-masing.

“Sholat berjama’ah lainnya yang biasa dikerjakan lima waktu sehari-semalam di setiap masjid dan mushalla, juga diminta untuk digelar di rumah saja. Namun demikian, untuk azan tetap dikumandangkan menandai masuknya waktu sholat,” ucap Bupati.

Bupati menambahkan, menyikapi adanya Lima orang warga Sumbar yang kini telah dinyatakan positif Corona, pihaknya menghimbau masyarakat yang ada di daerah itu untuk terus waspada, dengan mematuhi imbauan pemerintah dengan menghindari kerumunan massa dan tetap berdiam diri di rumah saja.

BACA JUGA:  Sedekah Masjid, Tradisi yang Masih Terawat di Nagari Palaluar

“Jangan keluar rumah, kecuali untuk urusan yang sangat penting. Karena kita tidak tahu, siapa yang terpapar virus Corona (Covid-19) ini di luar sana,” bebernya.

Apabila ditemukan ciri-ciri dan indikasi masyarakat yang terpapar Covid-19 ini, masyarakat diminta untuk tidak gegabah dalam bersikap dan tidak panic.

Namun diminta untuk segera memeriksakan ke posko bersama atau fasilitas kesehatan terdekat. “Imbauan ini penting untuk dipahami dan dimaklumi demi keselamatan bersama,” tegas Bupati.

Reporter: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...