Warga Diminta Bersabar, Camat Payakumbuh: Jangan Kasari PSM

PSM
Petugas PSM sedang mendata warga terdampak Covid 19

Beritanda1 – Camat Payakumbuh Selatan Junaidi memastikan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh akan membantu 60% KK masyarakat terdampak wabah virus Corona, atau sekitar 24.000 KK yang bakal dicover.

” Saat ini petugas PSM  masih bekerja siang malam bersama aparat Kelurahan untuk mendata masyarakat yang bakal dapat bantuan. Tentu data yang mereka ambil  sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” kata Camat Junaidi.

Atas alasan itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan tidak terpicu emosi, karena yang baru keluar saat ini hanya bantuan dari Kementerian Sosial. Bahkan bantuan pemerintah Provinsi baru keluar di beberapa kecamatan. Sejumlah kelurahan, malah ada yang dipending karena ditemukan penerima ganda dengan bantuan sembako.

Camat sampai menyampaikan hal itu, karena melihat gejala di masyarakat yang merasa masuk dalam kriteria penerima bantuan dampak sosial Covid-19, namun belum menerima bantuan, sehingga muncul opini publik yang menyebut penerima bantuan tidak tepat sasaran

“Sebelumnya data dari penerima bantuan sosial (bansos) Kementerian Sosial Republik Indonesia sudah kelar. Masyarakat sudah menerima bantuan tersebut dengan menjemputnya ke kantor pos. Nilai  bantuan tersebut Rp600.000 selama 3 bulan berturut-turut,” kata Camat Junaidi saat dihubungi bia telepon, Sabtu (16/5).

Diterangkan, apabila saat ini masyarakat belum tercover bantuan pemerintah pusat, mereka sedang menunggu antrian untuk menerima bantuan dari pemerintah provinsi Sumatera Barat. Data itu saat ini sedang melalui proses verifikasi di dinas sosial. Mereka yang belum mendapatkan, datanya itu sudah masuk.

Di Kecamatan Payakumbuh Selatan, kata dia, untuk bantuan pemerintah provinsi sedang menunggu verifikasi datanya selesai. Apabila ada juga masyarakat yang belum menerima bantuan dari provinsi, maka nanti mereka akan dimasukan ke penerima bantuan dari Pemerintah Kota Payakumbuh.

BACA JUGA:  Penanganan Covid-19, Khairul Apit Minta Pemda Limapuluh Kota Perdayakan Produksi Lokal

“Pekerja sosial masyarakat (PSM) yang bertugas mendata,kadang  mendapat serangan dari masyarakat. Sampai-sampai ada berupa kalimat yang tidak enak untuk didengar. Kasihan kita,” kata Camat.

Karena itu masyarakat diminta dapat bersabar dan jangan ada yang saling menyalahkan, karena data itu pertanggungjawabannya jelas.

“ Tidak ada yang namanya pemalsuan data penerima bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu PSM di Kelurahan Padang Karambia, Wilda wati mengaku, relative kewalahan dalam melakukan pendataan kepada masyarakat. Ia menceritakan, bagaimana waktunya banyak habis di lapangan dan kurang waktu untuk di rumah bersama kelaurga.

“Bahkan kita untuk anak dan suami mungkin perhatian kami kurang di rumah, tapi itulah tugasnya kami sebagai PSM. Mengabdi untuk kepentingan masyarakat, jangan sampai pribadi kami diserang, menyakitkan rasanya saat kita berjuang, namun dinilai jelek terus sampai ada lontaran ancaman,” terang Wilda.

Reporter: Diko Rahmad

 

Facebook Comments

loading...