Waduh, Kenaikan Tarif BPJS Ancam 16 Ribu Warga Miskin di Pessel

21

PAINAN–Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, memastikan kenaikan BPJS Kesehatan bakal mengancaman 16 ribu penduduk miskin di daerah itu.

Kepala Bidang Pelayanan Medis Dinas Kesehatan Pessel, Vera Kornita menyebutkan, ancaman tersebut berdampak pada pemangkasan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Ya, khususnya bagi mereka Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari APBD. Sebab, anggaran daerah terbatas,” katanya pada wartawan di Painan, Senin (9/9).

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpes) nomor 19 Tahun 2016, kenaikan iuran bulanan BPJS Kesehatan berlaku bagi peserta mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan PBI.

Diketahui rencana kenaikan BPJS, untuk kelas I, dari Rp 59.500, menjadi Rp 80 ribu per bulan. Untuk kelas II, menjadi Rp 51 ribu, dari Rp 42.500. Kelas III, naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 30 ribu per orang per bulan. Sedangkan untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI), besarannya naik dari Rp 19.225 menjadi Rp 23 ribu per bulan.

Secara keseluruhan, kata Vera, total penerima PBI dari APBD di Pessel mencapai 28 ribu orang. Bahkan, besaran subsidi mencapai Rp 20.500 per orang per bulan atau sekitar 80 persen dari total besaran iuran yang sebesar Rp 25 ribu penerima manfaat.

“Jadi, yang terpangkas itu bisa mencapai 16 ribu orang. Dan yang terakomodir hanya 12.226 orang,” tuturnya

Kendati demikian, pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dengan persoalan tersebut. Ia bersama dinas terkait bakal mencarikan solusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kualitas Produksi, Pelaku IKM Ikuti Pelatihan GMP

“Sebab, ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga nanti ada solusinya. Lagian itu kan baru tahap rencana,” ucapnya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Loading...
loading...