Waduh, Bedeng di Lahan Milik PT. KAI di Bukittinggi Dipakai Untuk Mesum

Sepasang muda mudi digiring tim SK4 Bukittinggi, ketika digrebek di bedeng milik PT. KAI, Jumat (7/2).

BUKITTINGGI— Tim Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kota (SK4) Bukittinggi mengamankan  satu pasang muda mudi  di sebuah Bedeng (bangunan) yang berdiri di atas lahan kosong milik PT. Kereta Api Indonesia (KAI), Jumat (7/2) pagi.

Lokasi di Jalan Jend. Sudirman,  tepatnya di samping Kantor Cabang PLN (Pesero) Bukittinggi  tersebut diduga dipakai untuk berbuat mesum.

Pasangan muda mudi  berinisial pria PG (19) beralamat Tangah Sawah Bukittinggi sedangkan wanita IQP (17) beralamat Lawang Kab. Agam, dia tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Matur digerebek sekira pukul 10,30 WIB.

Kadis Pol PP Bukittinggi Aldiasnur mengatakan, penangkapan pasangan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang sudah resah akibat ulah mereka.

“Pada saat kita tangkap, pasangan tersebut sedang tidur di dalam bedeng. Namun dari pengamatan dari luar serta bukti yang didapat, maka dapat disimpulkan  bahwa mereka sebelumnya telah berbuat mesum,” kata Aldiasnur  di Kantor Satpol PP.

Terhadap keduanya,  selain dipanggil kedua orang tuanya, mereka juga dikenakan biaya penegakan Perda masing masing sebesar Rp1 juta. Ia menghimbau kepada masyarakat untuk dapat mengawasi lingkungan masing masing dan kepada instansi terkait agar lebih ketat dalam pengawasan agar lahan miliknya tidak disalah gunakan.

Sementara itu, IQP mengaku datang ke Bukittinggi ditugaskan sekolah untuk belajar magang di salah satu perusahaan di Bukittinggi  sejak bulan November lalu. Ia mengakui telah berpacaran dengan PG sejak dua bulan lalu, setelah berkenalan dengan pacarnya itu di lapangan Kantin Bukittinggi.

“Saya tidak setiap malam tidur di bedeng tersebut, kadang dalam satu minggu bisa dua sampai tiga kali tidur di sana,” kata IQP di Kantor Satpol PP.

BACA JUGA:  2 Orang Positif Covid-19, Status Sawahlunto Berubah jadi Zona Merah

Menurut IQP, yang tidur dibedeng itu tidak dia berdua saja, namun ada dua pasang lagi. Namun ketika pengrebekan terjadi, dua pasang lagi telah meninggalkan bedeng sejak Subuh.

“Kadang yang tidur dibedeng itu sampai 10 orang. Dibedeng itu ada lampu penerangan yang dilengkapi dengan tikar dan piring untuk makan. Kawan kawan saya itu telah lama tinggal di bedeng tersebut,” jelasnya.

Terkait itu, salah seorang pegawai PT. KAI di Bukittinggi, Rizki mengaku belum mengetahui peristiwa penggrebekan itu. Menurutnya, lahan yang dipojok itu, akan disewakan kepada investor untuk dijadikan hotel. “Kami bertugas di sini ada 5 orang. Satu security berdinas siang dan satu lagi berdinas malam hari,” katanya.

Waduh, Bedeng di Lahan Milik PT. KAI di Bukittinggi Dipakai Untuk Mesum 1 WhatsApp Image 2020 02 07 at 18.57.51
Bedeng di lahan Kosong PT KAI di Bukittinggi yang diduga dipakai untuk berbuat mesum

Salah seorang pedagang minuman disekitar lahan milik PT.KAI mengaku sering melihat anak anak itu masuk ke lahan itu dengan cara memanjat pagar atau tembok pembatas lahan dengan jalan raya. Sejak 2017 lalu, lahan tersebut memang sengaja dibiarkan kosong  oleh PT. KAI setelah pihaknya memgusur penyewa lahan. Kini lahan itu telah dipasang pagar dengan tembok setinggi 2 meter.

Waduh, Bedeng di Lahan Milik PT. KAI di Bukittinggi Dipakai Untuk Mesum 2 WhatsApp Image 2020 02 07 at 18.57.52
Jalur tempat msuk lokasi dengan melubangi tembok pagar pembatas

Untuk dapat melewati pagar tersebut, para muda mudi itu membuat jenjang dengan cara melubangi tembok sebagai tempat untuk naik.

Jika dilihat dari jalañ raya, tidak akan kelihatan aktifitas mereka di dalam sehingga mereka bebas dan leluasa berbuat apa saja di dalam bedeng tersebut.

Facebook Comments

loading...