Waduh, Abrasi Pantai Terus Ancam Pemukiman Warga di Pessel

15

PAINAN—Ancaman abrasi pantai terus mengusik kehidupan warga di Kabupaten Pesisir Selatan. Betapa tidak, hingga kini sedikitnya 13 unit rumah masyarakat di Nagari IV Koto Hilie, Kecamatan Batangkapas, porak poranda di terjang abrasi.

Bangunan yang rusak itu adalah, sebuah gudang penyimpan Ikan serta bangunan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Kampung Muaro, selanjutnya puluhan rumah warga disekitar bibir pantai terancam ambruk bila gelombang pasang terus naik, Minggu (29/9).

Ujang (42) warga setempat mengatakan, gelombang tinggi memuncak sejak Minggu (29/9) mulai pukul 05.00 Wib hingga pukul 07.00 Wib pagi hari.

“Benar, yang paling parah itu sejak pagi tadi. Warga terlihat berhamburan keluar rumah dikarenakan air laut menerjang dinding rumah kami,” ujarnya pada wartawan di dilokasi.

Ia menyebutkan, ketinggian ombak yang menghantam bangunan rumah warga mencapai lima meter dari bibir pantai sekitar 15 meter.

“Sebagian warga yang terdampak abrasi sebagian terpaksa mengungsi di tenda dan rumah kerabatnya,” katanya.

Hal senada dikatakan Nofi (34), seorang warga yang rumahnya ambruk akibat gelombang pasang tersebut, ia berharap pemerintah daerah dapat mengupayakan bantuan agar kehidupan mereka kembali normal.

Menurut dia, rumahnya yang hancur tidak bisa ditempati lagi. Ia bersama istri dan dua orang anaknya terpaksa mengungsi ke rumah sanak saudaranya.

Pantauan dilapangan, terlihat puluhan warga yang terdampak abarasi mengumpulkan puing-puing bangunan yang tersisa.

BACA JUGA:  Aklamasi, Ikhasunul Bahrein Dipercaya Kembali Pimpin BPC Gapensi Solok Selatan

Sebagian warga terlihat mengumpulkan kayu-kayu bangunan yang patah untuk dimanfaatkan kembali. Sementara yang tinggal di bibir pantai menumpuk pasir kedalam karung untuk antisipasi awal dari ancaman abrasi.

Camat Batangkapas Wendra Rovikto menuturkan, abrasi pantai di Kampung Muaro masih terjadi hingga kini. Menurut dia, jika dibiarkan berlarut-larut maka kerugian yang ditimbulkan semakin meluas pada masyarakat.

“Laporan kerugian sementara sebanyak 25 KK terdampak abrasi, 13 unit rumah rusak berat, 11 rumah kebanjiran dan tertimbun pasir, sementara 1 gudang ikan rusak berat, 1 bangunan Bumnag milik nagari setempat rusak berat dan 15 KK sebanyak 64 orang mengungsi,” ujarnya dalam keterangan tertulis hingga Minggu (29/9) sore ini.

Selain itu disampaikan juga, sebanyak 21 warga terdampak abrasi telah mengungsi dalam tiga tenda yang disediakan oleh dinas sosial setempat. “Sementara puluhan warga lainnya ada yang pergi kerumah kerabat dan sanak saudaranya terdekat,” katanya.

Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pesisir Selatan, Doni Gusrizal saat dihubungi wartawan di Painan mengatakan, permasalahan abrasi di Muaro Batangkapas tersebut bakal diupayakan penanganan secepatnya.

“Ya, kami sedang upayakan bantuannya melalui Balai BWS V. Insya Allah Senin (29/9) Dinas PSDA bakal di undang rapat di Kementrian PU-PR untuk membicarakan penanganan tanggap darurat ini,” ujarnya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Loading...
loading...