Wabup Solok: Pokok Fikiran Duduak Baropok Kotobaru Akan Jadi Acuan

52
Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, SH didampingi Camat Kubung Ahpi Gusta Tusri, foto bersama dengan tokoh masyarakat Nagari Kotobaru, selepas penyerahan rumusan Pokok-pokok fikiran hasil Duduak Baropok warga dan perantau, di Aula Kantor wali Nagari Kotobaru, Sabtu (21/9)

AROSUKA—Pokok-pokok fikiran yang dihasil dari kegiatan musyawarah nagari melalui duduak baropok antara perantau dan masyarakat Nagari Kotobaru kec. Kubung, akan dijadikan acuan bagi pemerintah daerah dan pemerintah nagari dalam menyusun peraturan daerah dan peraturan nagari.

“Banyak solusi dari berbagai persoalan yang kini dihadapi nagari yang disampaikan didalam rumusan ini. Saya harap ini akan menjadi acuan bagi pemerintah nagari dalam menyusun Perna dan acuan bagi Pemkab SOlok dalam menyusun Perda terutama terkait pembangunan di nagari Kotobaru di masa mendatang,” tegas wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin SH saat menghadiri  penyerahan rumusan pokok-pokok fikiran duduak baropok warga Kotobaru di  Aula kantor Wali Nagari Kotobaru, Sabtu (21/9).

Menurut wakil Bupati, momen pulang basamo diharapkan tak hanya menjadi momentum masyarakat di nagari untuk merajut tali silaturrahim, namun juga bagaimana menjaring ide dan gagasan pemikiran dari perantau yang pulang ke kampung halaman. Apalagi posisi nagari Kotobaru tergolong maju, berada di jalan lintas sumatera dan bekas ibukota Kabupaten Solok. Kondisi sangat memungkinkan menjadi daerah yang rentan terhadap pengaruh luar.

Tersebab itu, dia memandang, akan banyak tantangan yang dihadapi nagari berpenduduk 26 ribu jiwa tersebut di masa yang akan datang. Apalagi tingginya angka pertambahan penduduk melalui pertumbuhan perumahan yang dibangun di daerah itu, membuat tantangan yang dihadapi Kotobaru sangat berbeda dan bervariasi dari nagari lain yang ada di Kabupaten Solok.

BACA JUGA:  Yayasan Saleema Foundation Akan Bangun 75 Rumah Layak Huni di Lengayang Pessel Tahun Ini

Diharapkan dengan adanya rumusan duduak baropok ini, maka semua potensi sumber daya manusia yang ada, baik yang di nagari maupun yang diperantauan bisa mewujudkan nagari Kotobaru menuju perubahan kearah yang lebih baik lagi. “Rumusan dan pokok-pokok pikiran yang dilahirkan oleh para tokoh nagari ini, merupakan hal yang luar biasa sebagai bentuk kepedulian para tokoh dan cadiak pandai terhadap nagari Kotobaru,” ucap Wabup.

Senada dengan itu, Pj Wali Nagari Kotobaru Herlinovi S.Sos menyebutkan, rekomendasi yang ditelurkan dalam pokok-pokok pikiran Duduak Baropok ini bisa menjadi acuan bagi pemerintah nagari dan khusus bagi wali nagari yang defenitif nantinya sebagai pedoman menjalankan amanah dan mandat dari masyarakat Kotobaru.

“Sekali Lagi kami berharap pada wali nagari defenitif yang terpilih nantinya, mari kita pedomani hasil dari duduak baropok yang dilahirkan oleh para tokoh masyarakat untuk masyarakat Kotobaru di masa mendatang,” ujarnya.

Menghadapi Pilwanan serentak khususnya untuk masyarakat nagari Kotobaru, Dia berharap masyarakat menjaga situasi yang kondusif, dengan tidak menjadikan pilwana sebagai ajang perpecahan antara kita badunsanak. “Mari kita ciptakan pilwana badunsanak dengan melahirkan pemimpin yang mau berjuang untuk kepentingan masyarakatnya,” kata Herlinovi.

Sementara itu ketua panitia Pulang Basamo Nagari Kotobaru Joni Akhiar SH,MM mengatakan, rumusan Pokok fikiran tersebut merupakan hasil dari Duduk Baropok warga dengan Perantau Kotobaru yang digelar bersamaan dengan agenda pulang basamo pada tanggal 7 Juni 2019 silam.

Ada 4 orang narasumber yang menjadi pembicara dalam kegiatan itu. Masing-masing narasumber membentangkan dan mengupas 4 topik krusial di nagari. Pemberdayaan dan Katualiasasi Marwah Adat Istiadat Nagari oleh Wiko Eka Putra, SH (Wakil pimpinan Bank Nagari Cabang Solok/ FMPN), Pembianaan SDM dan penanggulangan Pekat oleh Yutiswandi, SE Malin Marajo (wartawan Harian Haluan/ Ketua Ipekos).

BACA JUGA:  PKK Jorong se-Dharmasraya Lakukan Sharing Informasi ke Kota Bukittinggi dan Pakan Baru

Sementara topik terkait Perlindungan dan pengelolaan Sumbardaya dan asset Nagari dipaparkan oleh H. Nofiarman S.Sos,MM Dt Palindih (Mantan Wali Nagari Kotobaru/ Kadis Arsip dan kepustakaan pemkab Solok). Sedangkan materi keempat mengangkat tentang Pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masayarakat nagari disampaikan oleh Silvi Lestari M.Kom (Direktur Bumnag Kotobaru). “Walau sempat tertunda beberapa lama, Alhamdulillah kita bisa menyerahkan rumusan ini kepada pemerintah nagari dan lembaga-lembaga yang ada di nagari pada hari ini,” kata Joni.

Searah, Tokoh perantau Kotobaru Prof. Dr. Irsal Las Dt Pintu Basa yang menginisiasi kegiatan tersebut menyebutkan, duduak baropok ini wujud dari keprihatinan dan perhatian para perantau perwako khususnya untuk nagari koto baru.

“Kegiatan ini sudah lama direncanakan dan sudah pernah dilaksanakan tapi belum maksimal, Alhamdulillah pada tahun ini berkat kerjasama dan kerja keras rekan rekan di nagari koto baru, yaitu sinergisitas antara Forum Peduli Masyarakat Nagari (FMPN) nagari koto baru dan Ipekos nagari koto baru, maka kegiatan ini bisa terlaksana sampai pada tahap ini,” ujar peneliti senior di balitbangtan Kementan RI ini.

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...