UMMY Harap Pemkab Solok Hibahkan Gedung Eks Kantor Bupati di Koto Baru, Ini Alasannya

UMMY Solok
Ketua Badan Pengurus Yayasan Mahaputera Muhammad Yamin H. Suryadi Asmi, SE, MM didampingi pengurus Yayasan dan Rektor, menyerahkan laporan Audit Internal pengelolaan UMMY kepada Bupati Solok Gusmal di Guest Hause Arosuka (16/9)

Beritanda1Universitas Mahaputera Muhammad Yamin (UMMY) Solok berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok  menyerahkan pengelolaan gedung bekas Kantor Bupati Solok di Koto Baru dalam bentuk hibah pakai kepada UMMY.

 

“Mengingat keuangan kampus yang terbatas maka  pihak kampus mengajukan permohonan  pemakaian gedung kampus II UMMY di Koto Baru menjadi pemakaian hibah kantor saja yang mana biaya pemeliharanya tetap menjadi tanggung jawab pihak kampus UMMY,” kata ketua Badan Pengurus Yayasan Mahaputera Muhammad Yamin H. Suryadi Asmi, SE, MM saat bertemu dengan Bupati Solok Gusmal di Guest Hause Arosuka (16 September 2020).

Mantan Dirut Bank nagaritersebut menerangkan, mengenai kontrak pemakaian gedung kampus II UMMY  di Kotobaru sudah habis pada bulan Juni 2020. Terhadap itu, pihak kampus sudah mengajukan permohonan perpanjangan kontrak kepada Pemkab Solok, namun hingga kini belum ada kejelasan kontrak tersebut.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan kampus II UMMY Solok di Koto Baru kini terancam tergusur, jika Pemda Kabupaten Solok tidak melakukan perpanjangan kontrak. Pihak kampus sendiri juga telah melakukan berbagai upaya pendekatan termasuk dengan DPRD.

“Posisi UMMY di Kotobaru kini terancam. Hal ini juga sudah kami bentangkan saat hearing kepada DPRD beberapa waktu lalu. Pada prinsipnya mereka sepakat untuk dihibahkan, mengingat kondisi keuangan UMMY saat ini. Namun tentu harus ada kesepahaman bersama antara Bupati dan DPRD,” bebernya.

Pada pertemuan yang juga dihadiri Sekretaris Yayasan Drs.Darmalisa Said,MT, Rektor Ummy Prof. Dr Sahro Ali Akbar, Wakil Sekretaris Yayasan Hendri Irawan,SE,MM, Bendahara Yayasan Ardinal Nanim tersebut, Suryadi Asmi juga menyerahkan laporan Audit keuangan Kampus Ummy Solok kepada Bupati Solok.

“Sejak tiga tahun terakhir, kami telah melakukan Audit dengan auditor internal, agar pengelolaan institusi UMMY lebih transparan dan kredible. Tahun pertama kita dapat opini WDP, sedangkan tahun kedua dan ketiga sudah WTP,” bebernya.

BACA JUGA:  Keren, Pasaman Akan Kembangkan Destinasi Geopark Tahun Ini

Sementara itu wakil sekretaris Yayasan hendri Irawan, SE,MM Dt Tan Bijo menambahkan, laporan hasil audit dari auditor eksternal tersebut tak hanya diberikan kepada Bupati Solok. Pihak kampus juga telah memberikan kepada semua dewan pendiri yang merupakan Pemda yang ada di wilayah III Sumbar.

“Kami juga bentangkan berbagai kondisi UMMY hari ini kepada dewan pendiri. Bahkan beberapa orang kepala daerah sangat antusias untuk memindahkan UMMY ke daerahnya. Dengan asumsi, kita sudah disiapkan tanah, bahkan dengan gedung Rusunawa sebagai asrama mahasiswa sekalian,” beber mantan ketua IKA UMMY ini.

Sementara itu, Rektor UMMY Prof Dr. Ir. Syahro Ali Akbar MP membentangkan perkembangan aktivitas kampus  saat ini yang sudah mendapat akreditasi B pada 4 Fakultas. “Saat ini kami sedang mengejar akreditasi institusi dengan akreditasi B. Hal itu tentunya tak lepas dari dukungan sarana dan prasarana yang memadai termasuk gedung perkuliahan,” bebernya.

Terkait harapan itu, Bupati Solok Gusmal  mengatakan,  mengenai format pemakaian kampus yang diajukan Ummy Solok tentu memerlukan persetujuan DPRD Kab Solok terlebih dahulu. Bupati mengucapkan terimakasih atas penyerahan laporan keuangan kampus ini dan berharap UMMY akan terus berkembang menjadi kampus yang lebih baik dimasa yang akan datang.

eks kantor Bupati Solok
Gedung eks Kantor Bupati Solok di Koto Baru yang jadi Kampus II UMMY

“Terkait format pemakaian gedung eks kantor Bupati di Koto Baru yang kini menjadi Kampus II UMMY, kami tentu akan mendiskusikannya dengan DPRD terlebih dahulu,” kata Gusmal.

Terpisah, Wali nagari Koto Baru Afrizal Khaidir Malin Batuah berharap pemerintah daerah mempertahankan keberadaan kampus UMMY di Koto Baru. Hal itu dilihat dari multiplier effect yang didapatkan warga dengan adanya kampus di nagari berpenduduk terpadat di kabupaten Solok tersebut.

Ia membentangkan, lokasi berdirinya bangunan lingkungan eks kantor Bupati tersebut dahulunya merupakan sawah produktif milik warga setempat.

BACA JUGA:  Pasien Positif Covid -19 di Sumbar Bertambah Jadi 12 Orang

Diakuinya, sejak berdirinya komplek perkantoran tersebut, ekonomi masyarakat di daerah itu tumbuh dengan baik. Namun sejak pusat pemerintahan kabupaten Solok dipindahkan oleh Bupati Gamawan Fauzi ke Arosuka, ekonomi masyarakat kembali anjlok. Sejumlah sektor ekonomi nyaris tak bergerak seperti rumah kontrakan, rumah makan, warung dan angkutan umum.

“Beruntung, UMMY menempati gedung tersebut, setidaknya dari 700 mahasiswa yang kuliah di kampus tersebut, 200 orang kos di rumah warga Koto Baru. Di samping juga memudahkan anak nagari untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi dengan biaya lebih murah,” ujar Afrizal.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

 

Facebook Comments

loading...