Tipu Mantan Kadis Perkim dan Kadis PU Kota Solok, AR Ditangkap Polisi

Tersangka AR beserta barang bukti penipuannya. polressolokkota.org

SOLOK – Diduga melakukan serangkaian penipuan dengan modus mengaku dekat dan memiliki koneksi dengan sejumlah penegak hukum di KPK serta Mabes Polri,  AR, warga Kelurahan Sinapa Piliang Kec. Lubuk Sikarah Kota Solok, Selasa (2/7), akhirnya menginap di sel tahanan Polres Solok Kota.

Dilansir dari laman website resmi Polressolokkota.org, petugas polres setempat melakukan penahanan terhadap tersangka yang diduga telah menipu Jaralis, ST,  Mantan Kadis Perkim dan Kadis PU Kota Solok..

Pensiunan ASN yang.merupakan warga Kelurahan Simpang Rumbio Kec. Lubuk Sikarah Kota Solok itu, seolah menjadi sapi perahan tersangka sejak bulan Mei 2018 sampai dengan Januari 2019. Tak kuat menjadi “ATM” berjalan, korban Jarilis akhirnya melaporkan perbuatan tersangka  ke Polres Solok Kota pada tanggal 17 Juni 2019.

” Begitu menerima laporan, kita melakukan.penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti,  sampai akhirnya menangkap dan menahan tersanfka pada Selasa, tanggal 2 Juli 2019,” ungkap Kapolres Solok Kota AKBP Donny Setiawan melalui Kasat Reskrim Iptu Defrianto, S.H.

Berdasarkan hasil pemeriksaan,Ulas Kasat Reakrim,  penipuan dilakukan tersangka dengan cara mengirim surat aduan ke KPK sebanyak dua kali pada Agustus 2018 dan Januari 2019. Surat aduan dimakaud terkait dugaan kasus korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok.

Berbekal resi pengaduan itu, setelah itu tersangka mengatakan kepada korban, bahwa perkara dugaan Korupsi Pembangunan Lapangan Merdeka sedang ditangani KPK dan Mabes Polri.

Namun demikian, tersangka memberi iming-iming dengan menjanjikan dapat membantu mengurus agar penyidikan perkara tersebut dapat dihentikan. ” Kepada korban,  tersangka mengaku banyak kenalan di Mabes Polri dan KPK yang akan menolong menghentikan kasus. Tersangka meyakinkan korban sambil menunjukkan foto-fotonya bersama orang yang disebut-sebutnya sebagai penyidik KPK,” beber Defrianto.

BACA JUGA:  Abrasi Pantai di Bukit Tambun Tulang Semakin Parah, Bupati Instruksikan Wali Nagari Buat Proposal

Terhadap jasa menghentikan kasus itu, selanjutnya tersangka meminta uang kepada korban sebanyak 13 kali secara bertahap, baik uang tunai ataupun melalui transfer, dengan total sebanyak Rp.71.300.000. Uang hasil perahan tersebut dikatakan akan diberikan kepada penyidik KPK dan Mabes Polri, agar penyelidikan atau penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok dapat dihentikan.

Saat meminta uang kepada korban tersangka memberikan alasan-alasan bahwa penyidik KPK akan turun ke lapangan, penyidiknya sudah berganti orang dan harus dikasih uang juga atau uang tambahan untuk mengurus perkara di KPK dan Mabes Polri.

Kasat Reskrim Polres Kota Solok membentang proses penyerahan uang dari korban kepada tersangka, sebagai berikut

  1. Mei 2018 sebesar Rp. 10.000.000,- diserahkan langsung oleh korban kepada tersangka.
  2. Juni 2018 sebesar Rp. 20.000.000,- diserahkan oleh teman korban kepada tersangka.
  3. September 2018 sebesar Rp. 30.000,000,- korban menyerahkan langsung kepada tersangka.
  4. Oktober 2018, sebesar Rp. 1.400.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  5. Oktober 2018, sebesar Rp. 300.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  6. November 2018 sebesar Rp. 5.500.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  7. Januari 2019 sebesar Rp.600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  8. Januari 2019 sebesar Rp.350.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  9. Januari 2019 sebesar Rp.850.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  10. Januari 2019 sebesar Rp.500.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  11. Januari 2019 sebesar Rp.600.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  12. Januari 2019 sebesar Rp.200.000,- korban mentransfer ke rekening BRI an. tersangka.
  13. Januari 2019 sebesar Rp.1.000.000, korban mentransfer ke rekening BRI atas nama tersangka.

” Korban baru menyadari dan merasa ditipu sejak bulan Februari 2019, saat korban menerima panggilan saksi dari penyidik Polda Sumbar terkait penanganan dugaan korupsi pembangunan Lapangan Merdeka Kota Solok,” sebut Kasat Reskrim.

BACA JUGA:  Arung Jeram SGRWC : Timnas Putri Indonesia Jawara di kelas Open Women

Dari tangan tersangka, penyidik mengamankan barang bukti berupa buku rekening dan ATM serta 2 unit HP, berikut tanda bukti surat pengaduan ke KPK dengan tanda tangan tersangka sebagai pelapor.

Menangapi kasus ini, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, S.Ik.M.H menambahkan,  ditemukan indikasi ada beberapa orang lagi yang menjadi korban perbuatan tersangka. “Tidak perlu takut melapor, silahkan melapor ke Polres Solok Kota, kami tunggu” pesan Kapolres memastikan..

 

Sumber : Polressolokkota.org

Editor : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...