Tinjau Kerusakan Jalan Lintau-Payakumbuh, Gubernur Irwan Prayitno: Perbaikan Jalan Dianggarkan Tahun Depan

Jalan
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama rombongan tinjau kondisi jalan antara payakumbuh dan Lintau yang mengalami rusak parah

Beritnada1 –  Menanggapi pemberitaan  sejumlah media  tentang kondisi jalan Lintau-Payakumbuh yang mengalami rusak parah akibat lalu-lintas truk  truk bertonase tinggi, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbar, Irsyad Safar, Kepala PUPR, Kepala ESDM, Kadishub, Dinas PM dan PTSP, akhirnya datang ke Kabupaten Limapuluh Kota guna meninjau ruas jalan tersebut, Selasa (23/6).

Dalan kunjungan itu, Gubernur dan rombongan tiga kali turun dari atas mobil dinasnya di lokasi jalan yang rusak parah, diantaranya di Pakan Rabaa, Gadut termasuk juga turun dari mobil dinasnya di kawasan Bukik Alang Lauik di kawasan Nagari Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Di lokasi yang tak jauh dari perusahaan tambang itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno disambut ninik mamak Kecamatan Lareh Sago Halaban, Nur Datuak Mangkuto, delapan orang Walinagari se Kecamatan Lareh Sago Halaban.

Di lokasi jalan yang rusak parah tersebut, Nur Datuak Mangkuto menjelaskan tentang keresahan warga Kecamatan Lareh Sago Halaban, utamanya yang bertempat tinggal disepanjang jalan raya Lintau-Payakumbuh yang sudah lama mengeluh akibat rusaknya badan jalan.

“Pada prinsipnya, warga Kecamatan Lareh Sago Halaban tidak melarang adanya aktifitas tambang di daerah Lareh sago Halaban ini. Namun kami minta pihak perusahaan mematuhi aturan kendaraan yang mengangkut material tambang,” ujar Nur Datuak Mangkuto.

Nur Datuak Mangkuto juga meminta kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk segera memperbaki badan jalan yang hancur akibat dilindas  dam truk bertonase berat.

“ Atas nama masyarakat Kecamatan Lareh Sago Halaban, secara resmi kami sudah melapor kapada bapak Gubernur Irwan Prayitno terkait keresahan warga atas rusaknya badan jalan akibat dilindas dan truk bertonase berat ini. Apabila keluhan warga tidak ditanggapi dan pihak perusahaan tambang tidak mematuhi undang-undang lalulintas tentang angkutan jalan, warga akan menghadang truk-truk pengangkut material ini,” tegas Nur Datuak Mangkuto.

BACA JUGA:  Bersama Lounching BLUD, Bupati Pesisir Selatan Resmikan Gedung Rawat Inap Puskesmas dan Deklarasi Stop BABS

Setelah melihat kondisi  jalan milik Pemerintah Propinsi Sumatera Barat ini dan mendengar keluhan ninik mamak dan delapan orang Walingari se Kecamatan Lareh Sago Halaban, Gubernur Irwan Prayitno dapat memahami keresahan warga.

“Saya perintahkan Kepala PUPR, Kepala ESDM, Kadishub, Dinas PM dan PTSP secara khusus datang kembali ke Kabupaten Limapuluh Kota, Jum’at (26/6/2020) untuk mendudukan persoalan keresahan warga ini dengan pemerintah Limapuluh Kota dalam hal ini Camat dan Walinagari serta ninik mamak untuk mencarikan solusi terkait masalah ini,”  tegas Gubernur Irwan Prayitno.

Terkait kerusakan jalan, Gubernur Irwan Prayitno  memerintahkan  Dinas PUPR Propinsi Sumatera Barat untuk segera memperbaikinya, karena kerusakan jalan Lintau- Payakumbuh ini memang memprihatinkan.

“ Perbaikan jalan ini akan kita anggarkan tahun depan. Mutu jalannya tentu  yang paling baik. Hari ini juga hadir pimpinan DPRD Sumbar, Bapak Irsyad Safar, tentu sudah memahami kondisi jalan yang sangat vital ini,” ungkap Gubernur Irwan Prayitno.

Kepada wartawan, Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan ketegasannya, agar pihak perusahaan mematuhi aturan terkait tonase kendaraan bertanggungjawab untuk memperbaiki jalan yang rusak.

“ Bagi penambang yang tidak ikut aturan, akan kita cabut izinnya, atau sanksi lain bisa saja didenda dan sebagainya. Win-win solution lah. Kita minta pihak perusahaan tambang juga memperhatikan kepentingan umum karena ini jalan raya. Jangan hanya cari untung. Jika jalan rusak, akhirnya masyarakat yang mempergunakan jalan raya jadi sengsara,” ujar Gubernur Irwan Prayitno.

Gubernur Irwan Prayitno juga memahami betapa pentingnya kehadir perusahaan tambang di daerah ini, untuk memenuhi material guna pembangunan termasuk kebutuhan material pembangunan jalan tool.

“Dengan hadirnya perusahaan tambang juga mengutungkan bagi daerah dan masyarakat karena akan ada pemasukan bagi daerah dan masyarakat,” pungkas Gubernur Irwan Prayitno.

BACA JUGA:  Pessel Kembali Dapat Suntikan Rp. 30 Miliar dari APBN 2020 Untuk Infrastruktur

Reporter: Diko Rahmad

 

 

Facebook Comments

loading...