Beranda Pendidikan Tingkatkan Kwalitas Dakwah, Pemkab Solok Gelar Sekolah Mubaligh

Tingkatkan Kwalitas Dakwah, Pemkab Solok Gelar Sekolah Mubaligh

Para mubaligh di Kabupaten Solok terlihat serius mendengarkan paparan dari ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Kayo dalam kegiatan Sekolah Mubaliqh yang digelar di mesjid agung Nurul Mukhlishin Islamic Center Kotobaru, Sabtu (29/6) Malin Marajo

Solok—Pemerintah Kabupaten Solok terus melakukan pembinaan untuk meningkatkan kwalitas para mubaliqh di daerah itu. upaya itu tergambar dari kegiatan sekolah mubaliqh dilaksanakan 1 kali dalam sebulan yang dipusatkan di Mesjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Center Koto Baru.

“Sekolah Muballigh akan dilaksanakan selama 10 kali pertemuan yang direncanakan dilaksanakan setiap bulan selama tahun 2019,” kata Kasubag Bintal Bagian Kesra Setda Kab. Solok Mardaus M, S.Ag, M.A.P, Sabtu (29/6)

Mardaus menyebutkan, kegiatan Sekolah Muballigh tersebut diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari unsur Kementrian Agama Kabupaten Solok dan 14 Kepala KUA se Kabupaten Solok, MUI Kabupaten Solok dan MUI Kecamatan serta Nagari, 14 Kasi Kesra Kantor Camat  se-Kabupaten Solok dan utusan muballigh dari 14 Kecamatan di Kabupaten Solok.

Sedangkan untuk narasumber menghadirkan para ulama-ulama terkemuka di Sumbar seperti Ketua MUI Propinsi Sumatera Barat Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc, MA Dt. Palimo Kayo dan Dr. H. Bukhari, M.Ag Lektor Kepala Bidang Ilmu Dakwah UIN Imam Bonjol Padang. Disamping itu juga ada nama Drs. H. Alizar, M.Ag Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Ketua MUI Kabupaten Solok Drs. H. Syahrul Wirda, MM, Dr. H. Zulkarnaini, MA dan Dr. H. Wakidul Kohar, MA Dosen UIN Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang.

“ Kegiatan Sekolah Muballigh kali ini merupakan pertemuan yang ketiga setelah sebelumnya dibuka secara resmi oleh Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM Dt. Rajo Lelo pada Sabtu (13/4) lalu,” tambahnya.

Terpisah, Bupati Solok Gusmal memberikan apresiasi atas kegiatan Sekolah Muballigh yang merupakan sebuah inovasi dalam sistem pembinaan muballigh dalam menjawab tantangan kekinian. Terutama dalam meningkatkan kwalitas dakwah yang disampaikan kepada masyarakat. Pola Sekolah Muballigh ini kata Gusmal merupakan ide dan masukan dari hasil diskusi dirinya dengan Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal pada pertemuan setelah pelantikan sebagai Bupati Solok pada 17 Februari 2016 yang lalu.

BACA JUGA:  Pelayanan SIM dan SKCK di Solsel Tetap Buka, Pencegahan Corona Dimaksimalkan

Lantaran itu, dirinya mengajak para peserta Sekolah Muballigh untuk mengikutinya dengan serius, sehingga harapan yang hendak dicapai dengan kegiatan ini bisa berjalan maksimal. Karena menuntut ilmu juga merupakan bagian dari jihad fi sabilillah.

“Sekolah Muballigh merupakan bentuk jihad masa kini, karena Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya bahwa orang yang keluar dari rumahnya dengan niat untuk menuntut ilmu maka selama dalam perjalanan pergi dan pulang serta selama berada di Majelis Ilmu maka orang itu berada dalam keadaan jihad fii sabilillah.”

Bupati menambahkan, Sekolah Muballigh ini merupakan yang pertama di Kabupaten Solok, bahkan di Propinsi Sumatera Barat. Melalui para mubaligh diharapkan berbagai pesan pemerintah dapat tersosialisasi kepada masyarakat dengan baik. Terutama program keagamaan dan keummatan.

 

Penulis : MALIN MARAJO