Tiga Zona Sebaran Covid 19: Kab. Solok Penuhi Kriteria Menuju Tatanan Kehidupan Baru

kesehatan
Bupati Solok H. Gusmal bersama Wakil Bupati Yulfadri Nurdin, Kepala Dinas Kesehatan dr.Maryety Marwazi melakukan sosialisasi tentang Pola Hidup Baru (New Normal) guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di gedung Solok Nan Indah Arosuka, Kamis (4/6).-

Beritanda1 – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok dr.Maryety Marwazi menyampaikan  evaluasi data Covid-19 termasuk sebaran Peta Kondisi terakhir Kabupaten Solok dihadapan Bupati Solok H. Gusmal, Kamis (4/6).

Menurutnya, Kabupaten Solok berada dalam tiga Zona,  yaitu Zona Hijau meliputi Kecamatan Tigo Lurah,Kecamatan IX Koto Sungai Lasi dan Kecamatan Lembang Jaya

Kemudian Zona Kuning, meliputi Kacamatan Junjuang Siriah,X Koto Singkarak,Gunung Talang,Bukit Sundi, Danau Kembar,Payung Sekaki,Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti. Sedangkan Zona Merah meliputi Kecamatan Kubung, X Koto Diatas dan Pantai Cermin

Dihadapan Bupati Solok H. Gusmal, Wakil Bupati Yulfadri Nurdin, kepala SKPD dan Kepala Puskesmas serta Pengurus Organisasi Profesi ketika melakukan Sosialisasi tentang Pola Hidup Baru (New Normal) guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di gedung Solok Nan Indah Arosuka, dr.Maryety Marwazi menyebutkan, setidaknya ada 4 indikator yang menjadi penilaian dari segi kesehatan untuk bisa keluar dari PSBB menuju tatanan kehidupan baru  (New Normal) dikabupaten Solok.

Pertama soal  kasus penderita positif selama 14 hari kebelakang, kemudian jumlah ODP, PDP, Jumlah Kematian yang dimakamkan dengan Protokol Covid, serta penularan langsung kepada petugas kesehatan yang kesemuanya itu setelah kita nilai cenderung menurun.

sosialisasi
Peserta Sosialisasi tatanan kehidupan baru

Dari hasil SWAB, kata dia, suatu daerah dikatakan baru boleh melaksanakan tatanan kehidupan baru apabila kasus Swabnya positif kurang dari 5 persen  ” Sedangkan kita di Kabupaten Solok berada di posisi 2,6 persen. Karena itu,  Kabupaten Solok  sudah memenuhi kriteria untuk menuju Tatanan kehidupan baru (New Normal),” paparnya.

Maryety sekaligus menyampaikan hasil evaluasi Data Covid-19 dalam menyonsong tatanan kehidupan baru (New Normal), terjadinya penurunan ODP dan PDP, tidak terjadi penambahan kasus konfirmasi baru, Kasus Kematian menurun dan pasien sembuh meningkat, sedangkan Tracking kasus dilakukan secara maksimal dengan SDM dan alat test yang memadai. ” Selain itu, kesiapan SDM dan Sarpras dan semua tenaga ATLM di seluruh Puskesmas sudah mengikuti pelatihan pengambilan sample untuk test swab PCR,” jelasnya.

BACA JUGA:  Warga Surian Menjadi Pasien Pertama Positif Covid 19 di Kabupaten Solok

Menanggapi itu, bupati Solok H. Gusmal memastikan, bahwa Kabupaten Solok adalah salah satu dari 16 Kabupaten/kota di Sumbar yang akan lepas dari PSBB menuju tatanan kehidupan baru (New Normal). Sementara tiga daerah lain masih akan memperpanjang PSBB diantaranya Kota Padang,Padang Pariaman dan Mentawai

Untuk menuju itu, Kabupaten Solok harus mempersiapkan semuanya,  termasuk dari kesiapan dari segi Kesehatan,  karena tantangan new normal ini akan lebih berat dari PSBB

Diingatkan,  Dinas Kesehatan beserta Jajaranya adalah garda terdepan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Solok. Karena itu, Gusmal  meminta dinas kesehatan untuk serius dalam bekerja. ” Dinas Kesehatan harus melengkapi APD terhadap Seluruh petugas yang ada dilapangan,” tegasnya.

Disisi lain, Bupati Solok juga meminta Dinas Kesehatan untuk memeriksa kesiapan seluruh Puskesmas dalam menyambut tatanan pedoman kehidupan baru (New Normal). Pihaknya mengintruksikan,  setiap instansi juga harus menyiapkan tim covid untuk mencegah penularan covid-19

Selain kepada jajarannya, Bupati Gusmal menaruh harapan kepada  Masyarakat untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dinas kesehatan, dalam kaitan ini,  diminta untuk mensosialisasikan Pola hidup baru (New Normal) dipuskesmas dan masyarakat  ”  Kepala Puskesmas bekerjasama dengan Camat dan wali Nagari diminta untuk terus mengaktifkan tim covid-19 di kecamatan maupun Nagari,” tegas Gusmal.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor :Melatisan

Facebook Comments

loading...