Beranda Daerah Tiga Terduga Penggelapan Dana KSU Sutra Ketinggian Sarilamak, Ditangkap Polres Payakumbuh

Tiga Terduga Penggelapan Dana KSU Sutra Ketinggian Sarilamak, Ditangkap Polres Payakumbuh

Penggelapan
Dua dari tiga terduga penggelapan dana KSU Sutra Ketinggian Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota tengah menjalani pemeriksaan di ruang Reskrim Polres Kota Payakumbuh. (Ist)

Beritanda1– Petugas Polres Payakumbuh, Sumatera Barat mengamankan tiga orang terduga penggelapan dana Koperasi Serba Usaha (KSU) Sutra Ketinggian Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kapolres Kota Payakumbuh melalui Kasat Reskrim setempat, AKP Akno Pelindo mengatakan,  penangkapan ketiga tersangka penggelapan ini berawal dari adanya laporan pengaduan pimpinan koperasi tersebut.

“Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka penggelapan.  Diketahui,  tersangka berada di Kota Pekanbaru Provinsi Riau dan personel kita langsung menindaklanjutinya,” kata Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Akno Pelindo, Selasa (6 April 2021)

Didampingi Kanit I Resum Ipda Aiga Putra, Kasat reskrim ini menyebutkan,  ketiga orang tersebut diduga melakukan penggelapan dana ketika tersangka masih bekerja di KSU Sutra Ketinggian, Sarilamak yang memiliki kantor kas di Kelurahan Ibuh, Payakumbuh Barat.

”  Total kerugian mencapai Rp260 juta.  Kantor kas itu sendiri tidak difungsikan atau tutup semenjak 2020,” terang

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Polres Payakumbuh memeritnahlan petugas ke Pekanbaru pada Selasa (30 Maret 2021). Pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka dengan inisial F (25) dan NWP (22).  Petugas juga mengamankan dua bundel map dari kedua tersangka di Sarilamak, yang berisikan bukti transaksi selama tersangka bekerja di KSU Sutra Ketinggian.

Satu tersangka lagi diamankan pada Rabu (31 Maret 2021) sekitar pukul 15.30 Wib di Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat. Polisi juga mengamankan satu bundel map bukti transaksi selama bekerja di koperasi tersebut.

“Kami masih  melakukan pengembangan. Dari perbuatan tersangka akan dijerat dengan pasal 372 dan 374 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujarn AKP Akno Pelindo.

Terkait kasus ini,  salah seorang tersangka, NWP (22) mengatakan, dirinya telah bekerja di koperasi tersebut semenjak 2017 sampai akhir Maret 2019. Perbuatan tersebut telah dilakukan sejak 2018.

BACA JUGA:  Rehab Rumah Tidak Layak Huni di Tarusan, Tim Saliha Lakukan Goro

“Saya mengambil uang dengan memanipulasi data pengambilan nasabah, misalnya nasabah mengambil satu juta saya ambil dua juta tapi di buku nasabah tertulis sesuai dengan pengambilan nasabah,” katanya.

Ia mengakui perbuatannya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari karena gaji yang diterima hanya Rp1.800.000.

Reporter: Mardikola Tri Rahmad

 

Artikel sebelumyaAudensi dengan Bawaslu Tanah Datar, Ini yang Disampaikan Wabup Richi Aprian
Artikel berikutnyaDua Pengedar Narkoba di Dharmasraya Ditangkap, Satu Orang Merupakan Mahasiswa