Beranda Peristiwa Terkait Wacana Swab Massal Terhadap Pedagang, Ini Respon APKL Pasar Payakumbuh

Terkait Wacana Swab Massal Terhadap Pedagang, Ini Respon APKL Pasar Payakumbuh

pasar
Suasana pasar kota Payakumbuh (foto: istimewa)

Beritanda1 – Adanya wacana Pemerintah Kota Payakumbuh akan melakukan swab massal terhadap para pedagang pasca munculnya cluster Covid 19 di pasar Payakumbuh,  direspon  dari pedagang dengan mengajukan sejumlah syarat.

 

Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKL) Pasar Payakumbuh Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo menyebutkan, pihaknya mengajukan sejumlah syarat yang mesti dipenuhi Pemko Payakumbuh sebelum melakukan tes massal bagi pedagang.

“Sebelum melakukan pengambilan spesimen dari pedagang, Pemko harus menyampaikan apa tujuan dilakukannya swab massal tersebut,” kata Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo, Kamis (5/6) di Payakumbuh.

Menurutnya, kegiatan pengambilan Swab itu harus benar-benar tuntas disampaikan ke pedagang. Alasannya, di pasar saat ini, selain kesehatan, pedagang juga sangat khawatir dengan pemasukan yang dalam beberapa bulan terakhir menurun drastis.

Untuk itu, Pemko Payakumbuh harus memastikan ketersediaan alat pengambilan spesimen yang sudah disterilkan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran dari pedagang.

Tidak hanya itu, pemko juga harus memastikan bahwa segala biaya yang ditimbulkan untuk melakukan swab tes tidak dibebankan kepada pedagang alias gratis.

“Kalau diharuskan membayar biaya swab tes pastinya pedagang tidak sanggup. Para pedagang saat ini sedang kolaps karena minimnya jual beli. Apalagi dari informasi yang berkembang biaya swab tes itu sampai jutaan rupiah,” katanya.

Ia meminta, agar rencana swab dari Pemko Payakumbuh ini tidak menimbulkan keresahan baru di tengah-tengah masyarakat yang bisa membuat pengunjung semakin khawatir untuk ke pasar.

Pihak APKL berharap, ke depannya Pemko Payakumbuh bisa memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sulit yang kini tengah dihadapi pedagang.

“Sampai kapan kondisi ini akan terus berlanjut, pedagang sudah lelah denga kondisi seperti sekarang. Kami juga minta perhatian lebih dari pemko,” ujarnya.

BACA JUGA:  Warga Sutera Pessel Keluhkan Rumitnya Pelayanan BPJS Kesehatan

Wacana untuk melakukan swab bebas terhadap pedagang Pasar Payakumbuh sendiri disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Bakhrizal, Rabu (3/6) kemarin. Menurutnya, swab bebas menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kasus positif Covid -19 di Kota Payakumbuh sebagian besar masih kluster pasar. Kita akan lakukan swab bebas terhadap 100 sampai 200 pedagang,” jelasnya.

Dikatakannya, swab terhadap pedagang di Pasar Pusat Payakumbuh itu berdasarkan pengalaman di Pasar Raya Kota Padang yang menjadi kluster utama dengan total kasus positif Covid-19 paling banyak di Sumbar.

“Di Pasar Raya Padang lebih 220 kasus positif yang ditemukan. Itu jadi pelajaran berharga bagi kita,” terang Bakhrizal.

Reporter: Diko  Rahmad

 

 

Artikel sebelumyaKabupaten Solok Sambut New Normal dengan Protokoler Kesehatan
Artikel berikutnyaPasien Corona Kota Solok Sembuh, Disambut Bak Pahlawan dan Potongan Kue