Terkait Corona, Polri Berhasil Ungkap 46 Kasus Hoax

262
Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono

Beritanda1 –Sebanyak 46 kasus dugaan informasi palsu atau hoaks terkait dengan virus corona atau Covid-19 di Indonesia berhasil diungkap tim siber mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, hari ini terdapat satu perkara hoaks baru yang dilakukan penyidikan oleh polisi.

“Berkaitan dengan penanggulangan hoax virus Corona hingga hari ini bahwa untuk kasus hoaks hari ini ada penambahan satu kasus jadi saat ini kami menangani 46 kasus kemarin terdapat 45 kasus sekarang bertambah satu menjadi 46 kasus hoaks,” kata Brigjen Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2020).

Meski begitu, Jenderal bintang satu ini merinci dimana saja wilayah penyelidikan tersebut. Begitu pula dengan identitas pelaku serta jenis hoaks tersebut.

“Saat ini masih dalam proses penyidikan baik di wilayah maupun di Mabes Polri,” ujarnya.

Disisi lain, Brigjen Argo Yuwono mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyajikan berita atau informasi yang belum tentu kebenarannya.

“Saring sebelum sharing. Kami dari kepolisian tetap melakukan pemantauan melalui patroli siber selama 24 jam,” katanya.

Ancaman Pidana Penyebar HOAX

Argo Yuwono menegaskan, seseorang bisa dikenai pidana apabila menyebarkan informasi palsu. Merujuk UU ITE, dalam Pasal 45A ayat (1), setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan dipidana dengan pidana penjara enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

BACA JUGA:  Dihondoh Longsor, Dinding Rumah Warga di Silago Jebol Hingga Rusak Berat

“Bisa kena Undang-Undang ITE. Itu ancaman dalam Undang-Undang (enam tahun),” ujarnya,

Jenderal Bintang Satu ini menyebutkan, ringan atau tidaknya hukuman kepada para penyebar hoaks, tergantung dari hasil persidangan. “Nanti tergantung hakim yang memutus perkara,” kata dia.

Sejauh ini, tambahnya, sudah ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena menyebarkan informasi palsu soal virus corona. Namun, Argo tidak menjelaskan secara rinci. Kasus penyebaran hoaks yang diketahuinya berada di Kalimantan Timur, Banten, dan lainnya.

Sumber : Divisi Humas Polri

 

Facebook Comments

loading...