Beranda Opini Terima Kasih Pak Gusmal..

Terima Kasih Pak Gusmal..

Gusmal Bupati Solok

Rasanya baru kemarin, gegap gempita dan euforia menghantarkan Gusmal dan Yulfadri Nurdin ke rumah bagonjong Arosuka. Baru kemaren pula rasanya, pisah sambut tanggung jawab dari Devi Kurnia yang kala itu menjadi penjabat Bupati Solok kepada Gusmal sebagai pemenang Pilkada.

Masih segar dalam ingatan, kala itu Riki Candra, salah seorang jurnalis yang kala itu masih bekerja pada sebuah surat kabar harian terbitan Sumbar, didapuk membacakan ayat suci Al-Qur’an di podium  nan sakral itu. Semuanya mengharu biru, larut dalam suasana bahagia.  Tak terasa, lima tahun telah berlalu. Periodesasi kepemimpinan Gusmal-Yulfadri sebagai duet pemimpin di bumi markisa pun berakhir.

Rabu 17 Februari 2021, menjadi momentum bagi Gusmal memasuki masa purna tugas. Sedangkan Yulfadri masih menunggu kepastian, apakah akan melanjutkan bengkalai bersama bupati baru Nofi Candra ataukah akan berakhir sampai di sini, karena masih menunggu keputusan perkaranya di Mahkamah Konstitusi.

Duet Gusmal-Yulfadri memang telah berakhir, namun tidak dengan Bupati Solok. Karena untuk sementara amanah itu disandang oleh Sekda  Aswirman sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Solok, agar tugas-tugas kepemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

Lima tahun memang waktu yang singkat. Beragam suka-duka telah dilalui Gusmal bersama Yulfadri dalam menggawangi pemerintahan di daerah penghasil beras itu. Berkali-kali diterpa badai pecah kongsi, hingga aksi walkout wakil bupati dari ruang rapat DPRD karena tidak sepaham dengan kebijakan yang diambil Bupati, sebagai bumbu penyedap kolaborasi dengan latar belakang birokrat dan politisi tersebut.

Namun demikian pemerintahan tetap berdiri. Sebagai Bupati dan ketua LKAAM, Gusmal lebih mengedepankan pola kepemimpinan niniak mamak “tagang maleo-leo, kandua badatiak-datiak”. Intinya tak ada kusut yang tak selesai, selagi mau duduk bersama dan saling terbuka.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Sumbar, Benny Utama Bantu APD untuk Puskesmas di Pasaman

Seperti itulah seharusnya pemimpin, tak hanya pandai mengangguk dan menggeleng saja atau sesekali mendabik meja. Tapi bagaimana menjalankan tatakelola pemerintahan dan mengelaborasi dengan program yang tertuang dalam visi dan misi saat kampanye.

Empat pilar pembangunan yang diusungnya juga sudah menampakkan hasil. Dalam hal tatakelola pemerintahan sebagai pilar keempat, menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih, Gusmal telah mampu mengangkat Kabupaten Solok menjadi daerah yang pada periode sebelumnya dinilai indisclimer oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), justru mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tiga kali berturut-turut.

Sejalan dengan itu, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Kabupaten Solok sebagai ukuran keberhasilan tata kelola dalam menjalankan berbagai program kegiatan APBD dan APBN juga sudah dapat ponten B.

Upaya menjadi “kabupaten terbaik dari yang baik”yang menjadi motto daerah  Kabupaten Solok sebagaimana tertuang dalam peraturan daerah  nomor 4 tahun 2005, menjadi target utama dalam capaian pembangunan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi kurun ke tiga dalam kurun waktu jangka panjang 2005-2025.

Artinya, masih ada satu periode lagi bupati yang akan menjalankan rencana pembangunan jangka panjang yang diusung sejak zaman Bupati Gamawan Fauzi tersebut. Bagi Gusmal, format empat pilar pembangunan merupakan pondasi dasar dalam menjalankan program pembangunan berkelanjutan. Empat pilar merupakan kelanjutan dari tiga pilar yang sempat terhenti lima tahun karena pergantian kepemimpinan dahulu.

Yang paling menonjol adalah pembangunan bidang ekonomi kerakyatan. Sebelum pandemi Covid-19 mendera,  pertumbuhan ekonomi  kabupaten Solok cukup bagus, melampaui pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat dan bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Kebanggaan lain adalah kapabilitas aparatur pemeriksa internal pemerintah  daerah kabupaten Solok sudah berada pada level 3 dan akan mendapat penghargaan. Level 3  juga dapat diasumsikan bahwa indikator RPJMD sudah tercapai.

BACA JUGA:  Pilkada Usai, Nofi Candra Kumpulkan Tim Relawan Solok Baru, Ada Apa?

Selain itu, Gusmal setidaknya juga telah merubah corak bumi Arosuka menjadi lebih menawan. Satu gedung baru sebagai sekretariat daerah telah berdiri dengan megahnya di komplek perkantoran Arosuka. Dengan gedung baru, semangat tentu baru pula dengan pelayanan yang  prima tentunya.

Pada penghujung hari kemarin dua gedung kantor lagi juga ikut menambah deretan pembangunan yang dilakukan. Yang paling fenomenal tentunya Taman Hutan Kota Wisata (THKW) Arosuka, yang sempat menyemak di zaman Syamsu Rahim, kini telah tercelak pula dibuatnya. Taman yang berbiaya besar itu,  digadang-gadang  sebagai maskot pariwisata di Kabupaten Solok pada masa depan, semoga saja demikian.

Tanggung jawab besar jelas berada di tangan pemimpin Kabupaten Solok berikutnya. kalau tidak akan berlebih dari bupati nan telah sudah, setidaknya sama dengan prestasi nan ada juga sudah cukup.

Banyak hal yang sebenarnya nan bisa dibentangkan, setentang ungkapan keberhasilan di masa Gusmal-Yulfadri ini. Setahun perang tak kan sudah, sebulan sengketa tak akan usai, begitu benarlah. Terima kasih Pak Gusmal dan selamat menikmati masa purna bakti. ***

Oleh : WANDI MALIN