Terdampak Covid 19, Warga Limapuluh Kota Mulai Terima BST Kemensos

378
BST
Penyerahan Bantuan Sosial Tunai dilakukan secara simbolis oleh bupati Irfendi Arbi, didampingi Ketua DPRD Deni Asra, dan Forkopimda, Jumat (8/5), di halaman kantor Camat Harau.

Berintanda1 – Warga Kabupaten Limapuluh Kota mulai menerima  Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemetrian Sosial (Kemensos) tahap 1 yang diantarkan melalui PT Pos Indonesia. Penyerahan BST ini dilakukan secara simbolis oleh bupati Irfendi Arbi, didampingi Ketua DPRD Deni Asra, dan Forkopimda, Jumat (8/5), di halaman kantor Camat Harau.

Menyertai bantuan, Bupati Limalupuh Kota mengatakan total  penerima BST sebanyak 20.260. Dari jumlah tersebut, yang diserahkan melalui PT. Pos sebanyak 15.142 KK. Sedangkan sisanya disalurkan melalui Bank BRI dan BNI.

Bantuan ini nantinya akan diserahkan langsung oleh petugas pos ke rumah masing-masing penerima, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid 19.

“Penyerahannya akan diberikan secara kontiniu, masing-masing penerima manfaat mendapat 600 ribu perbulan selama tiga bulan,”sebut Irfendi Arbi.

Dikatakan, penerima manfaat ini telah melalui verifikasi dan validasi dari Kementerian Sosial RI. Adapun sasaran penerima manfaat bantuan sosial tunai ini ialah warga miskin yang terdampak Covid-19, yang tidak termasuk kedalam bantuan Sembako dan PKH.

“Kalau untuk bantuan sembako dan PKH, kemarin kita telah salurkan kepada 20.260 KK ditambah lagi 1330 KK lainnya. Dimana sebelumnya tidak menerima program sembako dan PKH. Ini sudah berjalan tiap bulan, masing-masing penerima mendapatkan 200 ribu perbulan,”sebutnya.

Ia berharap bantuan ini dapat dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA:  Mualaf Asal Sidempuan yang Terlantar di SPBU, Akhirnya di Selamatkan Wabup Limapuluh Kota

Pada kesempatan itu,  Bupati Irfendi Arbi juga memberikan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Penerima BLT Dana Desa ini tergantung pada hasil pendataan yang diakukan relawan nagari yang ditugaskan untuk melakukan pendataan.

Menurut Bupati,  penerima bantuan BLT Dana Desa ini adalah mereka yang termasuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSK), yang kehilangan mata pencarian, non PKH, Non BPNT dan Non penerima kartu Pra Kerja, Atau keluarga miskin yang tidak termasuk dalam DTKS.

“Besaran bantuan yang diterima sama dengan BST Kemensos. masing-masing KK mendapatkan 600 ribu per bulan selama tiga bulan,”sebutnya.

Dari total 79 nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota, baru dua nagari yang telah menuntaskan proses verifikasi terhadap warga miskin terdampak Covid-19 yang berhak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa ini.

Dua nagari yang sudah lolos verifikasi itu adalah, Nagari Tanjuang Bungo Kecamatan Suliki dan Nagari Lubuak Batingkok, Kecamatan Harau. “Untuk nagari lain kami minta segera menyusul,” sebut bupati.

Dikatakan Irfendi, proses verifikasi memang dilakukan sedemikian rupa, mulai dari jorong, nagari, kecamatan, baru sampai ke tingkat kabupaten. “Dengan waktu yang cukup sempit bisa saja terjadi kesalahan. Apabila memang hal itu terjadi, kita akan verifikasi ulang supaya hasilnya maksimal dan semua warga dapat menerima bantuan sesuai aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumatera Barat, Syafrizal Ucok didampingi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/nagari Limapuluh Kota, A. Zuhdi Perama Putra, menyebutkan masih ada nagari yang masih melakukan pendataan.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah memastikan tidak duplikasinya penerima BLT Dana Desa dengan bantuan sosial lainnya baik pusat, provinsi maupun kabupaten.

BACA JUGA:  Buwas Wanti-Wanti Jajaran Bulog Agar Tidak Main-Main Dengan Bansos

“Namun kita patut apresiasi terkait validasi data ini, karena kabupaten Limapuluh Kota  merupakan daerah ketiga tercepat disumbar yang telah menerima BLT Dana Desa,” sebut Syafrizal Ucok.

Ia berharap, bagi nagari lainnya yang belum selesai melakukan pendataan agar segera melakukan pendataan, paling lambat minggu kedua bulan Mei, sehingga bisa secepatnya disalurkan kepada penerima manfaat.

Re[orter: Diko Rahmad

 

Facebook Comments

loading...