Tekan Angka Stunting, Miradelima Gencar Sosialisasikan CTPS

Ketua 1 Himpaudi Pasaman, Miradelima dalam Sosialisasi gerakan CTPS bersama anak-anak Paud

PASAMAN – Ketua 1 Himpaudi Kabupaten Pasaman, Miradelima tidak henti-hentinya menyuarakan serta sosialisasi untuk menekan angka stunting bagi anak-anak generasi bangsa, melalui Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

Dari 12 PAUD terintegrasi di 12 kecamatan di Kabupaten Pasaman, Sosialisasi Gerakan CTPS telah diselenggarakan di 8 Kecamatan, antara lain; di Paud Annisa, jorong Sentosa, Nagari Cubadak Kecamatan Duo Koto. Paud Pelangi terpadu, Jorong Lungguak batu, Nagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol. Paud Seruni, Jorong Padang Kubu, Nagari Binjai Kecamatan Tigo Nagari. Paud Bunda Tunas Harapan, Jorong Rambah, Nagari Lansek Kadok Kecamatan Rao Selatan. Paud Sahabat, Jorong Makmur Kecamatan Padang Gelugur. Paud Annisak, Jorong Tingkarang, Nagari Taruang-taruang Kecamatan Rao. Paud Bhakti Ibu, Jorong Paraman Dareh Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping.

Miradelima mengungkapkan harapannya kepada masyarakat disetiap Kecamatan maupun Nagari yang dikunjungi, agar memiliki kesadaran yang tinggi dalam hal kesehatan dan pola hidup sehat teratur, terutama perhatian bagi anak-anak generasi bangsa. “Ini hal sederhana namun banyak manfaatnya, terutama bagi kesehatan keluarga. Dengan gerakan CTPS ini diharapkan dapat menekan angka penyakit yang berkaitan dengan bakteri dan virus. Karena penyakit itu diawali dari tangan oleh karenanya kami ingin membiasakan masyarakat bahwa cuci tangan itu tidak hanya menggunakan air tetapi juga harus memakai sabun,” jelas Miradelima, selaku Ketua 1 Himpaudi Pasaman, Jumat (20/9/2019).

Miradelima menegaskan, dalam mencuci tangan ada 7 langkah yang harus dipahami masyarakat. Oleh karena itu pada agenda sosialisasi CTPS ini, kita isi dengan menyanyikan 7 langkah cuci tangan sekaligus mempraktekannya kepada anak-anak.

Tekan Angka Stunting,  Miradelima Gencar Sosialisasikan CTPS 1 panci

Peringatan juga tidak hanya fokus pada mensosialisasikan CTPS, namun juga peduli terhadap penurunan angka stunting. Dalam pelaksanaannya, Sosialisasi Gerakan ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan sarana CTPS.

BACA JUGA:  Empat Warga Kabupaten Solok Kembali Terkonfirmasi Positif Covid-19

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.  “Didasari semangat dan kesadaran semua pihak untuk selalu menjaga ibu hamil dan baduta kita. Ayo bersama kita cegah stunting melalui sanitasi, pola asuh dan pola makan yang baik. Dengan demikian, Insya Allah, masalah stunting ini pasti bisa kita tuntaskan,” ujar Miradelima.

Sosialisasi CTPS ini dalam agendanya diikuti sekitar 30 anak Paud. Turut hadir pada kegiatan tersebut para Ibu PKK Camat, pengurus TP PKK Kecamatan, para orang tua wali murid dan sejumlah perwakilan tokoh masyarakat. “Ayo Bersama cegah stunting dengan membiasakan keluarga kita mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Semoga kelak anak-anak kita menjadi anak yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia,” pungkas Miradelima.

Reporter : MA

Editor     : Melatisan

 

 

Facebook Comments

loading...