Syahrul Tarun Yusuf, Pencipta Lagu Minang Klasik itu Telah Tiada

245
Syahrul
Syahrul Tarun Yusuf. (Foto: Koleksi Chan Bachtiar via Hasril Chaniago/langgam.id)

Beritanda1Innalilahi Wa’inna Ilaihi Roji’un. Syahrul Tarun Yusuf, pencipta lagu-lagu yang dibawakan penyanyi sekelas Nurseha, Tiar Ramon, Elly Kasim hingga Siti Nurhaliza, meninggal dunia pada Senin (29 Juni 2020).

 

Salah satu legenda pencipta lagu Minang klasik itu meninggal dalam usia 78 tahun di kampuang halamannya di Balingka, Kecamatan IV Koto, Agam, Sumatera Barat.

Dilansir dari Langgam id, adik almarhum, Syaf Helmi SB mengatakan, Tarun Yusuf berpulang sekitar pukul 06.00 WIB  di Nagari Balingka. “Beliau disemayamkan di kampung halamannya di Balingka. Rencana dimakamkan di pandam pekuburan keluarga,” katanya.

Khabar meninggal pncipta lagu Minang tersebut, sontak memenuhi laman media sosial menyampaikan duka cita yang dalam. Bahkan  wartawan Senior Hasril Chaniago mengatakan, Tarun Yusuf adalah bagian dari sejarah panjang musik populer Minang yang dirintis sejak tahun 1950-an.

“Selama hidupnya, seniman ini telah menciptakan lebih 400 lagu Minang – sebagian besar dinyanyikan penyanyi Minang legendaris Elly Kasim. Banyak karyanya tetap abadi hingga kini,” kata Hasril.

Dikatakan Hasril Chaniago, Tarun Yusuf mulai aktif berkarya pada era 1960-an dan 1970-an.

“Saya pernah mewawancarai Bang Tarun tahun 1984 dan profilnya dimuat sebagai cover story (Harian) Singgalang Minggu waktu itu. Saya menulis riwayat Bang Tarun ketika ia menjadi Kepala Desa Subarang Balingka, tatkala kiprahnya sebagai seniman pencipta lagu tahun 1960-an dan 1970-an mulai dilupakan,” tuturnya.

Salah satu lagu melegenda yang diciptakan Tarun adalah “Hujan”. Lagu ini dibawakan dengan penuh penghayatan oleh penyanyi legendaris Minang Almarhum Tiar Ramon.

Lagu lain yang juga sangat terkenal adalah “Bapisah Bukannyo Bacarai”. Populer lewat duet Tiar Ramon dan Elly Kasim, lagu ini amat dikenal hingga ke negara jiran Malaysia. Hingga, Siti Nurhaliza belakangan juga ikut membawakan dalam versi iringan musik Melayu.

BACA JUGA:  Khawatir Virus Corona: Warga Meburu Masker, Harga Melambung

Lagu “Tinggalah Kampuang” dan “Batu Tagak”, meski dengan lirik berlatar kampung halamannya Balingka, amat mewakili kerinduan para perantau Minang pada kampung halaman dan ibunda. Bukan hanya bertema kerinduan pada kampung halaman, Tarun Yusuf juga memotret fenomena unik dalam beberapa lagu, seperti Lagu “Gasiang Tangkurak”.

Kini, Tarun Yusuf telah tiada. Tiap hujan, penikmat musik Minang masih akan termangu mengenang kisah lama pada kedalaman lirik lagu “Hujan”. Begitu juga pada lagu “Bapisah Bukannyo Bacarai”, saat Tarun menitipkan hal yang amat ia cintai, pada Gunung Singgalang dan Marapi, akan membangkitkan kerinduan pada Ranah Minang. Berpisah dengan Tarun Yusuf, memang bukan berarti bercerai dengan kecintaan pada karyanya dan Ranah Minang. Selamat jalan Angku Tarun Yusuf. Memang benar, bapisah bukannyo bacarai.

Sumber: Langgam.id

Facebook Comments

loading...