Beranda Pendidikan Swab Massif, 16 Guru dan 2 Siswa di Kabupaten Solok Positif Covid-19

Swab Massif, 16 Guru dan 2 Siswa di Kabupaten Solok Positif Covid-19

Covid-19
Positif Covid-19/Ilustrasi

Beritanda1— Pelaksanaan Swab Massif yang dilakukan oleh sekolah, sebelum pelaksanaan Proses belajar mengajar PBM  tatap muka mulai menampakkan hasil.  Sebanyak 16 orang guru, tenaga kependidikan dan 2 orang pelajar di Kabupaten Solok terkonfirmasi positif Covid-19.

 

“Dari laporan dua hari kemaren, Ada penambahan kasus positif Covid-19 dari pelaksanaan Swab Massif yang dilaksanakan sekolah, sebelum pembelajaran tatap muka,” kata juru bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam kepada Beritanda1.com, Sabtu (16 Januari 2021).

Ia menyebutkan, pelaksanaan swab massif merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Sumbar nomor : 900/1961/Disdik-2020 tanggal 30 Desember 2020 dan Surat Edaran Bupati Solok : 420/43/Disdikpora-2021 tanggal 6 Januari 2021, yang mewajibkan seluruh guru dan tenaga kependidikan di daerah itu untuk mengikuti Swab Test atau Rapid Antigent sebelum memulai proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di sekolah.

Selain mewajibkan seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk mengikuti Swab atau Rapid antigen, dalam surat edaran tersebut juga ditegaskan, bagi sekolah atau satuan pendidikan yang belum melaksanakan prosedur tersebut, maka pembelajaran dilakukan melaui Daring dan Luring. “Bagi sekolah yang belum melaksanakan Swab atau Rapid Antigen bagi guru dan tenaga kependidikannya belum boleh melaksanakan tatap muka,”ujarnya.

Dari hasil Swab Massif yang digelar tersebut terkonfirmasi kasus Covid-19 di sejumlah SMA dan SMK di daerah itu. Sementara 2 orang pelajar yang terkonfirmasi tersebut merupakan pelajar di SMAN 2 Sumbar. “Selain guru ASN juga ada guru honorer, tenaga kependidikan sekolah dan pembina asrama di SMAN 2 Sumbar,” terangnya.

Sementara itu untuk keseluruhan, Total Warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi Covid-19 sampai hari ini adalah sebanyak 705 (tujuh ratus lima) orang, yang terdiri dari  sebanyak 75 (tujuh puluh lima) orang menjalani Karantina Mandiri, 17 (tujuh belas) orang Dirawat dan  18 (delapan belas) orang  meninggal dunia.  “Sedangkan jumlah kasus sembuh sudah mencapai 595 (lima ratus sembilan puluh lima) orang,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Lunasi Janji, Bupati Hendrajoni Pastikan Jalan  Padang Buluah Segera Diaspal

Reporter: Wezi Rismanto