Surplus 1.000 Ekor, Persediaan Hewan Kurban di Solok Aman

1. Aktifitas Pasar ternak Muara Panas, sebagai salah satu pusat jual beli ternak yang memasok kebutuhan hewan kurban di daerah Solok. MALIN MARAJO

AROSUKA—Ketersediaan hewan kurban untuk memenuhi kebutuhan Lebaran Idul Adha 2019 di Kabupaten Solok, mengalami surpulus sebanyak 1.000 ekor dari perkiraan kebutuhan semula yang hanya mencapai 3.000 ekor untuk kurban tahun ini. Perkiraan jumlah kurban tahun ini diasumsikan sama dengan tahun lalu yang mencapai sebanyak 3.000 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok melalui Kabid Perternakan, Ir.Topan Eka Putra menyebutkan surplus sekitar 1.000 ekor sapi ini ada pada gabungan kelompok tani, belum termasuk di Pasar Ternak Muara Panas mencapai 800 ekor, dan 500 ekor dari berbagai peternak mandiri.

“Untuk pasar ternak Muara panas, setidaknya ada sekitar 600 sampai 800 ekor tenak yang masuk dari Lampung dan Medan setiap pekannya. Jadi kalau dikalkulasikan ada sekitar 2.300 ekor,” kata Topan di Arosuka, Senin (15/7).

Untuk mendapatkan sapi kurban, selain bisa membeli di Pasar Ternak Muara Panas, masyarakat juga bisa membeli ternak di Palangki Kabupaten Sijunjung. Sementara untuk ketersediaan ternak di tengah masyarakat sendiri, kata dia, rata-rata para pedagang ternak (toke) memelihara antara 10-20 ekor ternak untuk persediaan kebutuhan kurban.

“Dari 4.000 ekor stok sapi kurban itu, biasanya tidak semua terserap oleh panitia kurban sehingga tetap diperjualbelikan di pasar ternak,” jelasnya.

Dia menyebutkan, Populasi sapi dan kerbau dari daerah Solok memang tinggi, sehingga selalu berlebih dari kebutuhan daerah. Dengan kondisi tersebut, Kabupaten Solok tidak pernah terkendala dengan kebutuhan daging, walaupun menyambut hari besar Islam seperti Idul Fitri maupun hari raya Idul Adha, karena memang persediaan selalu melebihi dari kebutuhan.

Meskipun sudah surplus daging pemerintah daerah tetap menyukseskan program pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi ternak yaitu Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB). Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada peternak tentang budidaya dan cara yang baik dalam pemberian pakan ternak. Petugas kesehatan hewan juga terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan ternak ke lapangan.

BACA JUGA:  Manfaatkan Potensi Danau Diatas, 350.000 Benih Ikan Nilem Ditebar

Di samping itu, pihak dinas pertanian dan peternakan juga sudah menyiapkan petugas dan paramedis untuk memastikan kesehatan hewan sebelum dan saat akan diadakan penyembelihan. “Kami juga menyiapkan tim dokter, penyuluh dan paramedis hewan untuk mengantisipasi masuknya hewan berpenyakit ke Kabupaten Solok,” ucapnya.

Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...