Sumarak Pasisia 2019, Hendrajoni : Generasi Milleneal Harus Lestarikan Warisan Budaya Lokal

PAINAN–Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar kegiatan Sumarak Pasisia 2019 dengan mengangkat berbagai tradisi kebudayaan yang ada di daerah tersebut. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda Festival Langkisau (FL) yang bakal digelar selama tiga hari berturut-turut.
Kegiatan Sumarak Pasisia 2019 dibuka secara resmi oleh Bupati Pessel Hendrajoni serta dihadiri seluruh OPD, Camat, Wali Nagari, Ninik Mamak, Bundo Kanduang dan sejumlah guru kesenian yang ikut memprakasai kegiatan tersebut.
“Puncaknya pada Senin (16/9) malam di Gedung Painan Convetion Center (PCC). Nanti juga ada malamang massal, randai, silek dan sebagainya,” ujar Bupati Hendrajoni usai membuka kegiatan Sumarak Pasisia di Nagari Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Sabtu (14/9).
Ia menuturkan, pada pehelatan kegiatan Sumarak Pasisia sekaligus dipilih duta budaya yang bakal dijadikan sebagai motor penggerak kegiatan promosi budaya daerah kedepannya.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya generasi mileneal agar ikut melestarikan warisan budaya ini, sehingga berdampak positif bagi kemajuan daerah,” ucapnya.
Ia berharap, kegiatan yang mengangkat tema “Tabang Manumpu Inggok Mancakam”, tersebut tak sekadar ajang tahunan semata, namun sebagai landasan untuk memperkuat nilai-nilai budaya yang ada di tengah masyarakat saat ini.
Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Pessel Zulkifli diwakili Sekretaris Suhendri menyebutkan, daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu memiliki keunikan dan keragaman budaya yang patut dijaga dan dilestarikan. Bahkan, tradisi ini sudah ada sejak dulunya.
“Jangan sampai generasi muda tak mengenal apa saja budaya yang ada di Pessel. Sebab, tradisi ini sudah diwariskan pada pendahulu mereka,” katanya.
Dari sisi musik tradisional, kata dia, Pessel memiliki Rabab Pasisia atau yang lebih dikenal dengan Babiola. Kemudian ada Randai, Silek, dan sebagainya yang eksistensinya perlu ditingkatkan agar tetap kental dihati masyarakat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan iven Sumarak Pasisia merangkum sejumlah kegiatan kebudayaan yang dikemas dalam bentuk festival. Pihaknya terus berupaya mengintegrasikan antara pendidikan dan kebudayaan melalui sekolah-sekolah hingga tingkat kecamatan dan nagari.
“Upaya ini kami lakukan agar pengetahuan peserta didik selaras dengan budaya yang ada di Pessel. Sebab, generasi muda adalah pewaris dari keberagaman budaya yang ada,” tutur dia.
Ia berharap, kegiatan tersebut tetap berkelanjutan sebagaimana mestinya. Dalam upaya mendorong pelestarian budaya, pihaknya memastikan akan mensuport dengan anggaran yang disiapkan setiap tahunnya.
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

BACA JUGA:  Keren. Kukuhkan KPAN, Nagari Cupak Menuju Nagari Bersinar
loading...