Sudah 2.067 Warga Sumbar Terinfeksi Covid-19, Hari Ini Bertambah 90 Orang

Covid-19 Kabupaten Solok
Corona Virus/ilustrasi

Beritanda1 –Sebanyak 2.067 orang Warga Sumbar terinfeksi Covid-19 hingga Minggu (30 Agustus 2020). Hari ini kembali terjadi penambahan sebanyak 90 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

 

Juru bicara Covid-19  Sumatera Barat Jasman Rizal melalui https://www.sumbarprov.go.id/menyebutkan, Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc melaporkan 2.696 spesimen dalam satu hari (Lab Unand 2.525 dan Lab veteriner Baso 171).

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, terkonfirmasi tambahan 90 (sembilan puluh) orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19, kesembuhan pasien covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 39 orang,  sehingga total sembuh 1.194 orang dan meninggal bertambah 1 orang sehingga total meninggal 56 orang,” beber Jasman.

Hingga hari ini, jumlah spesimen diperiksa sebanyak 115.133. sedangkan jumlah orang Diperiksa sebanyak 98.608 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut didapat Positivity Rate (PR) sebesar 2,10 persen.

Seadangkan dari Total 2.067 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dengan rincian:

  • Dirawat di berbagai rumah sakit 191 orang (9,24%)
  • Isolasi mandiri 459 orang (22,21%)
  • Isolasi daerah 31 orang (1,50%)
  • Isolasi BPSDM 48 orang (2,32%)
  • Isolasi PPSDM 88 orang (4,26%)
  • Meninggal dunia 56 orang (2,71%)
  • Sembuh 1194 orang (57,76%)

Jasman  menambahkan, terkait penambahan kasus Covid-19 pada hari ini,  tersebar pada 15 Kabupaten / Kota dengan rincian sebagai berikut:

  1. Kota Padang 34 orang.
  2. Kabupaten Tanah Datar 1 orang.
  3. Payakumbuh 4 orang.
  4. Sijunjung 1 orang.
  5. Kota Pariaman 13 orang.
  6. Padang Pariaman 6 orang.
  7. Kabupaten Limopuluah Kota 5 orang.
  8. Kabupaten Solok 2 orang.
  9. Kabupaten Pasaman 1 orang.
  10. Kota Bukittinggi 8 orang.
  11. Kota Solok 1 orang.
  12. Kota Padang Panjang 6 orang.
  13. Kabupaten Solok Selatan 2 orang.
  14. Kabupaten Agam 5 orang.
  15. Kabupaten Pasaman Barat 1 orang.
BACA JUGA:  Aktvis HAM Papua Minta Jokowi Copot Menko Polhukam Mahfud MD, Ada Apa.??

Dengan adanya terkonfirmasi beberapa warga Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman positif, otomatis status zona hijau yang telah lebih 1 bulan disandangnya, berobah menjadi zona Kuning. Praktis yang masih zona hijau adalah Kabupaten Mentawai.

Daerah yang saat ini hijau, kata  Jasman, kalau tidak diimbangi dengan test PCR yang massive, justru ini lah daerah yang paling berbahaya. Hal ini bisa menjadi bom waktu yang siap meledak setiap saat.

Sementara daerah-daerah yang sudah masuk zona orange, memang tidak bisa juga dikatakan aman, jika disiplin dan kepatuhan masyarakatnya masih rendah dalam mematuhi protokol Covid-19.

“Kami berharap, daerah yang minim sample tersebut segera melakukan test PCR secara massal di daerah yang dianggap aman, padahal sebetulnya menunggu bom waktu meledak,” pungkas Jasman.

Reporter: Rudi Cader

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...