SPBU Saok Laweh Solok Terbakar, Pelangsir BBM Berulah Lagi??

SPBU
Satu unit mobil kijang diduga pelangsir BBM terbakar di SPBU Saok Laweh Solok. kebakaran tersebut juga merambat dan menghanguskan 1 unit pompa pengisian BBM untuk sepeda motor.

Beritanda1 – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Saok Laweh  Kecamatan Kubung Kabupaten Solok terbakar, Sabtu 15 Agustus 2020 dini hari. Kebakaran  yang terjadi sekira pukul 03.30 Wib tersebut diduga dipicu akibat terbakarnya satu unit mobil jenis kijang BA 1976 WR yang mengisi BBM premium dengan belasan jerigen.

 

Tak ayal, kebakaran mobil yang diduga pelangsir BBM tersebut, akhirnya merambat dan menghanguskan 1 blok pompa pengisian BBM untuk sepeda motor.

Beruntung, 4 unit mobil damkar dari Kota dan Kabupaten Solok yang datang beberapa saat kemudian langsung bergerak cepat melokalisir api,sehingga tidak merambat ke blok pengisian BBM mobil yang jauh lebih besar. Api baru bisa dipadamkan sekira pukul 04.30 Wib.

SPBU Saok Laweh
Petugas Damkar dari Kabupaten dan Kota Solok memeriksa sisa-sisa api di lokasi kebakaran di area SPBU Saok Laweh Solok

Kapolres Solok AKBP Azhar nugroho melalui Kapolsek Kubung AKP Afdimon mengungkapkan,  api pertama kali diketahui oleh Roma (25) warga Tanjung Paku Kota Solok yang menjadi karyawan di SPBU tersebut. Letupan api dari mobil Kijang BA 1976 WR yang berisi sedikitnya 15 jerigen tersebut, kemudian menjalar dengan cepat ke pompa pengisian BBM Premium untuk sepeda motor.

“Dugaan sementara api dipicu akibat terbakarnya mobil kijang pelangsir BBM. Kami masih menyelidiki siapa pemilik mobil tersebut, karena hingga kini belum ada yang mengaku sebagai pemiliknya,” beber Afdimon.

SPBU Saok Laweh
Puing-puing mobil kijang pelansir BBM yang hangus terbakar di SPBU saok Laweh Solok

Pihaknya juga akan meminta keterangan dari Ernita (40) warga Batu Sangkar Kabupaten Tanah Datar yang menjadi pemilik SPBU tersebut. Untuk memudahkan penyelidikan, operasional pengisian BBM di SPBU Saok Laweh tersebut juga dihentikan untuk sementara waktu. “ Akibat kebakatran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 300 Juta,” ujarnya.

Dilema Pelangsir BBM Premium

Sementara itu dari informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, SPBU Saok laweh merupakan salah satu SPBU yang beroperasi selama 24 jam. Seperti halnya SPBU lainnya di beberapa daerah, BBM jenis premium juga menjadi primadona di SPBU tersebut. Hal itu terlihat dari panjangnya antrian mobil yang saban hari berharap BBM bersubsidi ini.

BACA JUGA:  Wow, Tim TdS Tawarkan Pessel Gelar Tour de Mandeh
SPBU terbakar
belasan jerigen yang ditemukan di dalam mobil kijang pelangsir BBM yang terbakar di SPBU Saok Laweh Solok

Kondisi ini kerap memantik  komentar miring dari masyarakat yangjuga berharap BBM jenis premium tersebut. Pasalnya, rata-rata pengantri BBM jenis premium tersebut merupakan mobil dan sepeda motor pelangsir BBM, yang biasa mengisi sejumlah pedagang BBM eceran.

“Mereka umumnya hanya pelangsir BBM untuk dijual kembali kepada pengecer  kios Pom bensin mini dan kios BBM kaki lima. Jarang dari masyarakat umum (bukan pelangsir) ,” beber Arman (46) salah seorang warga setempat.

kondisi ini kontras terlihat dengan pengisian BBM lainnya jenis pertalite dan pertamax yang tidak terjadi antrian bahkan cenderung sepi.

Ia menyebutkan,  kondisi ini membuat warga lainnya yang membutuhkan BBM jenis premium terpaksa ikut antrian panjang, jika ingin kebagian BBM Premium. Bagi yang tidak sabar, terpaksa harus mengisi BBM jenis Pertalite atau pertamax yang harganya jauh lebih mahal dibanding Premium.

“Bisa dilihat tuh, umumnya kendaraan yang mengisi BBM Premium tersebut,  itu ke itu juga orangnya. Mereka bahkan bisa mendapat 2 sampai 3 kali pengisian setiap hari. Bahkan ada yang sudah ngetem sejak malam. Kalau begini, kapan warga lain bisa mendapat BBM bersubsidi.??. Kami ingin ada penertiban dari pemerintah terhadap masalah ini,” keluh Arman.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...