Sistem Belajar Daring Berikan Pengalaman Belajar Bagi Siswa Tanpa Terbebani

Daring
Kadisdikpora Kab. Solok Zulkisar

Beritanda1 –Proses pembelajaran secara daring atau jarak jauh, sejatinya dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan untuk  menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan.

Hal itu diungkapkan kepal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok Zulkisar, S.Pd, M.Pd di Arosuka, Senin (04/05).

Menurutnya, belajar dari rumah dapat difokuskun pada life skill atau kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi covid 19. Jadi tidak semata mata pelajaran memperdalam capaian kurikulum yang ada. “Sehingga siswa bebas berkreatifitas tanpa takut untuk tidak mendapatkan nilai,” ujar Zulkisar.

Aktifitas pembelajaran ini dapat bervariasi antara siswa. Jadi sangat tergantung minat dan kondisi masing masing, termasuk dipertimbangkan akses dan fasilitas belajar dirumah. Pihaknya tidak memampik berbagai persoalan yang kerap dialami dalam proses belajar daring ini. Seperti ada siswa yang pakai laptop namun signal atau paket dari orang tuanya tidak ada. Ada juga tidak pakai hp android dan berbagai kesulitan lainnya.

“Oleh sebab itu, guru hanya menerima bukti atau produk aktivitas belajar dirumah hanya memberi umpan balik yang bersifat kualitatif tanpa diharuskan memberi skor/ nilai kuantitatif (sesuai edaran mendikbud no 4 tahun 2020 ),” ulasnya.

Zulkisar menyebutkan saat ini hampir seluruh sekolah di darah itu menerapkan sistem belajar daring. Dari data yang ada jumlah SD sebanyak 353 sekolah dengan jumlah siswanya 45.135 orang. 71 SMP  dengan siswanya 13.359 orang, 21 SMA dengan siswa sebanyak 7.235 orang dan 14 SMK 14 dengan jumlah siswa sebanyak 3.246 orang.

Dengan jumlah sebanyak itu, ia mengakui dampak belajar dari rumah tentu tidak seefektif belajar disekolah. Sudah menjadi suatu fenomena bahwa segala sesuatu yang baru sudah jelas menimbulkan kecanggungan. “Guru saja masih banyak yang belum siap dan sebagian kecil guru kita masih gaptelk (gagap teknologi),” bebernya.

BACA JUGA:  Sambut HAB Kemenag ke 74, Sejumlah Lomba Mulai Ditabuh di Kab. Solok

Ia menyebutkan, masih ada guru yang meminta tugas yang diberikan kepada siswa disuruh antar langsung jawabannya  tersebut kerumah guru, pada hal bisa lewat email saja, atau lewat aplikasi media sosial lainnya seperti Whatsaap.

“Untuk melihat dampak tentu kita tidak dapat melihat sekarang, namun kwalitas siswa tetap terjamin karena soal naik kelas dan kelulusan kita berpedoman ke edaran mendikbud no 4 tahun 2020,” terang Zulkisar.

Artinya nilai yang didapatkan 5 semester tersebut, melalui tatap muka kemudian nilai semester terakhir siswa juga setengah semester tatap muka. maka nilai inilah yang jadi pedoman untuk lulus dan naik kelas. “Soal ke efektifan pembelajaran tentu kita belum bisa menentukan karena sampai hari ini belum ada yang melakukan survey,” ujarnya.

Daring
Siwa belajar dengan sistem daring dengan memanfaatkan teknologi informasi./ ilustrasi

Terpisah, Bupati Solok Gusmal mengungkapkan kebijakan belajar di rumah bagi siswa sekolah mulai dari TK hingga SMA,SMK,MA, baik sekolah Negeri maupun swasta pada intinya adalah untuk membuat siswa tidak keluar rumah pada masa pandemi Covid-19.

“Kebijakan itu juga diharapkan mendidik diri siswa untuk belajar sendiri di rumah tanpa dibebani target tertentu karena ketentuan naik kelas dan lulus sekolah sudah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional,” ujar Bupati.

Disamping itu,  kebijakan tersebut juga bertujuan untuk membuat orang tua siswa bisa memberi perhatian dan pemahamannya tentang bagaimana anak-anaknya menghadapi belajarnya setiap hari di sekolah.

Sejalan dengan itu kata Bupati, Pemerintah juga ingin melihat dan mengetahui kemampuan para pendidik untuk mengawal proses belajar siswanya di rumah dengan segala kelebihan dan kekurangannya, termasuk kemampuannya menguasai tekhnologi informasi yang berkembang begitu pesat.

“Namun demikian, kita juga berhadapan dengan berbagai kekurangan pendidik kita dan kemampuan orang tua mengawasi anak nya. Namun tujuan utama kita adalah keselamatan generasi kita dari serangan wabah Covid-19 yang sedang berkembang di Propinsi Sumatera Barat,” pungkas Bupati.

BACA JUGA:  Keren, MAN 1 Solok Selatan Kini Miliki Kop Mart

 

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...