Beranda Daerah Sidang PHPU Pilbup Solok Kelar, Nofi Candra Optimis Gugatan Dikabulkan MK

Sidang PHPU Pilbup Solok Kelar, Nofi Candra Optimis Gugatan Dikabulkan MK

Nofi Candra
Nofi Candra-Yulfadri di antara pendukungnya

Beritanda1—Calon Bupati Solok Nofi Candra mengajak masyarakat di daerah itu untuk bersabar menunggu putusan Makamah Konstitusi (MK), terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Solok 2020.

Hal itu disampaikan Nofi menyusul tuntasnya sidang pembuktian sengketa PHPUKabupaten Solok di meja Mahkamah Konstitusi pada Jum’at (26 Februari 2021). Gugatan Pilkada Kabupaten Solok ke Mahkamah Konstitusi ini, menjadi satu-satunya dari tujuh perkara hasil Pilkada di Sumbar yang berlanjut kepada tahap pembuktian.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang diajukan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Solok Nofi Candra-Yulfadri sebagai pihak pemohon, saat ini tinggal menunggu keputusan. Sebagai pihak pemohon perkara, pihaknya telah berjuang maksimal dengan menghadirkan saksi dan alat bukti terkait.

Menurutnya, Keputusan tertinggi kini ada di tangan MK, apakah akan mengabulkan gugatan pemohon, atau malah sebaliknya, memenangkan pembuktian KPU Kabupaten Solok dan Epyardi Asda-Jon Firman Pandu sebagai pihak termohon dan pihak terkait dalam sengketa pemilihan Bupati Solok tahun 2020.

Sembari menunggu perkembangan Sidang MK, Calon Bupati Solok nomor urut 01 ini mengajak masyarakat Kabupaten Solok agar bersabar menunggu hasil dalam sebulan ke depan.

” Pilkada sejatinya sudah selesai, kini tinggal menunggu putusan MK. Mari kita sama-sama saling menghargai dan bersama sama menunggu hasilnya. Apapun keputusan MK, itulah yang terbaik buat Kab. Solok,” kata Nofi Candra, yang dihubungi beritanda1.com melalui telepon selulernya, Minggu (28/2).

Sebagai pihak pemohon, Nofi tentu saja merasa optimistis dengan hasil sidang. Bahkan  di antara empat item kemungkinan yang terjadi, apakah gugatan dikabulkan karena telah dibuktikan dengan surat suara rusak, atau diskualifikasi karena dugaan pelanggaran dan money politik atau Pemilihan Suara Ulang (PSU), atau malah ditolak permohonan, dirinya mengajak semua masyarakat agar sama-sama menunggu saja.

BACA JUGA:  Sembuh Covid-19, 10 Orang Nakes RSUD Padang Panjang Dibolehkan Pulang

Nofi Candra menyerahkan sepenuhnya kepada proses dan mekanisme di MK. Namun begitu, dari proses sidang yang dilalui, calon Bupati yang diusung partai Nasdem dan PPP ini merasa yakin putusan MK bakal menyatakan  PSU.

” Putusan perkara ini akan diperoleh antara tanggal 19 sampai 25 Maret 2021. Apapun hasilnya, itu lah yang terbaik,” katanya lagi.

Menyangkut upayanya melakukan gugatan hasil Pilbup Solok ke MK, bukan berarti dirinya tidak siap kalah dalam helat demokrasi. Justru jalur yang ditempuhnya merupakan bagian dari makna demokrasi itu sendiri. Karena langkah ini diatur dalam Undang-Undang no 10 tahun 2016 pasal 158 ayat (2) huruf (b) tentang ambang batas perolehan suara yang diajukan ke MK.

Atas dasar itu, gugatan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok yang diajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 01 Nofi Candra-Yulfadri Nurdin, telah dua kali disidang MK dengan nomor 77/PHP.BUP-XIX/2021.

” Ini rangkaian tahapan terakhir dari proses pilkada tahun 2020 yang diatur dalam undang-undang. Sejatinya kita melaksanakan tahapan pilkada, bukan soal tidak siap kalah atau siap menang,” ucap Nofi Candra.

Nofi menghimbau agar semua  masyarakat Kabupaten Solok berbaur dalam pandangan membangun Kabupaten Solok. Ia mengajak masyarakat untuk menghilangkan perbedaan pilihan, karena sejatinya Pilkada sudah selesai.

Pilkada menurutnya tak semata kalah atau menang dalam sebuah kontestasi, namun bagian dari proses mencari pemimpin terbaik yang akan membawa daerah ini menjadi kabupaten terbaik dari yang baik.

“Makanya  kita tunggu saja hasilnya. Mari sama-sama menghargai upaya hukum ini dengan mempercayakan putusan MK. Jangan mendahului putusan MK, apalagi berspekulasi seolah-olah sudah ada putusan. Apapun hasilnya, itu yang terbaik,” kata Nofi Candra menegaskan.

BACA JUGA:  Guspardi Gaus: KPU dan Bawaslu Sumbar Diminta Pastikan Pilkada Aman

 

Redaksi