Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban di Pessel Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

190
Kurban
Kabag Kesra Setdakab Pessel Yolli Aang Sofria katakan, pelaksanaan Shalat Idul Adha dan kurban wajib mematuhi protokol kesehatan

Beritanda1 – Menindaklanjuti surat edaran Menteri Agama RI nomor 18 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Qurban tahun 1441 H/2020 M, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), menerapkan protokol kesehatan di daerah setempat menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19.

 

“Kebijakan ini  melalui kesepakatan bersama sesuai nomor: 451/975/Kesra-PS/VII/2020 dan surat edaran Gubernur nomor: 360/185/Covid-19-SBR/VII-2020 serta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 36 tahun 2020,” kata Kabag Kesra Setdakab Pessel Yolli Aang Sofria di Painan, Kamis (30/7).

Menurutnya, Pemkab Pessel bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, menyepakati pelaksanaan Salat Idul Adha dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, yakni penyelenggaraan Salat Idul Adha boleh dilakukan di lapangan, masjid, musala, atau ruangan.

Adapun sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi adalah, menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan kesehatan di area tempat pelaksanaan. Melakukan pembersihan disenfeksi. Membatasi jumlah jemaah pada pintu keluar masuk tempat pelaksanaan. Menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di pintu masuk dan keluar.

Menyediakan alat pengecekan suhu di jalur masuk, jika ditemukan jemaah dengan suhu 37,5 C maka dilakukan dua kali pemeriksaan dengan jarak waktu 5 menit dikemudian diperkenankan memasuki area pelaksanaan.

Menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal jarak 1 meter. Mempersingkat pelaksanaan salat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan sarat dan rukunnya. Tidak melaksanakan sumbangan, sedekah, jemaah dengan cara menjalankan kotak infak berpindah tangan, karena dianggap rawan terhadap penularan penyakit.

Bagi penyelenggara memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan Covid-19 terkait pelaksanaan salat Idul Adha, yakni jemaah dalam kondisi sehat. Membawa sajadah alat salat masing-masing. Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area pelaksanaan salat. Menjaga kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

BACA JUGA:  Pasca Dirusak OTK, Taman Puncak Paku Pesisir Selatan Ditata Kembali

Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan. Menjaga jarak jemaah minimal satu meter. Serta memberikan himbauan untuk tidak mengikuti salat Idul Adha bagi anak-anak, warga lanjut usia, dan orang yang sakit bawaan, karena dikhawatirkan rentan terhadap penularan penyakit.

Terkait penyelenggaraan penyembelihan hewan qurban, kata dia, juga harus  memenuhi syarat protokol kesehatan Covid-19, yakni pemotongan hewan qurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik, menyelenggarakan dan mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan yang dihadiri oleh panitia dan pihak yang berkurban.

“Hal yang mesti diperhatikan adalah, jarak antara panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging. Kemudian, pendistribusian daging hewan qurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik (penerima wajib qurban). Daging yang di distribusikan di kemas dalam tas anyaman (kambuik) atau kantong kresek warna putih yang di alas dengan daun pisang, dan tidak boleh menggunakan kantong kresek warna hitam,” ujarnya menjelaskan.

Menyangkut penerapan kebersihan personal panitia meliputi, pemeriksaan kesehatan awal suhu tubuh disetiap pintu jalur masuk tempat penyembelihan hewan qurban dengan alat pengukur suhu. Sementara, panitia yang berada di area penyembelihan atau penanganan daging, tulang, atau diruangan mesti dibedakan.

Setiap panitia yang melaksanakan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, serta pengemasan, dan pendistribusian daging hewan qurban harus menggunakan pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.

Penyelenggaraan hendaknya selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, telinga, dan sering cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Panitia menghindari jabat tangan dan kontak langsung serta memperhatikan ketika batuk, bersin, meludah. Panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu dengan anggota keluarga.

BACA JUGA:  Munas IKPS Tetapkan Alirman Sori Sebagai Ketum DPP Periode 2019-2024

“Sementara terkait penerapan alat kebersihan meliputi, melakukan pembersihan disenfektan seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan. Menerapkan sistem satu orang satu alat jika pada kondisi tertentu seseorang panitia harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disenfeksi sebelum digunakan,” tuturnya.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

loading...