Setelah Wali Nagari, Kini Bendahara Nagari Talang Babungo Ditahan Kejari Solok

498
Bendahara nagari Talang Babungo, selepas pemeriksaan di Kejari Solok, Selasa (13/8) malam sebelum dititipkan ke lapas kelas IIb Laing Kota Solok.

SOLOK—Kasus dugaan korupsi penyelewengan dana desa yang menjerat Wali Nagari Talang babungo Zulfatriadi beberapa waktu lalu, akhirnya menyeret nama lain dalam pusaran korupsi  tersebut. Bendahara nagari Talang Babungo Darmiatis (48) akhirnya ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Solok, Selasa (13/8) lantaran diduga ikut terlibat menyelewengkan dana desa.

Dari informasi yang dihimpun di kejaksaan negeri solok menyebutkan, tersangka yang sudah 13 tahun menjadi bendahara nagari tersebut, datang memenuhi panggilan  jaksa sekitar sekitar 09.00 WIB dengan menggunakan ojek. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, tersangka akhirnya langsung ditahan.

Tersangka digiring menuju Lapas sekitar pukul 19.20 Wib menggunakan mobil operasional kejaksaan dengan status titipan kejaksaan. “Sementara waktu, tersangka kita titipkan di Lapas Kelas II B Solok,” ungkap PLH Kepala Kejaksaan Negeru Solok, Muhammad Anshar Wahyudin kepada beritanda1.com.

Kasus dugaan korupsi dana desa yang menyeret bendahara dan Walinagari Talang Babungo tersebut  terjadi pada tahun 2018. Kasus ini berawal dari adanya sejumlah kejanggalan terkait penggunaan dana desa menyeruak dan bermuara di Kejaksaan Negri Solok.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Solok, Wahyudi Kuoso menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, banyak kejanggalan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan menggunakan dana nagari pada tahun anggaran 2018 di Nagari Talang Babungo.

Dana Sisa Lebih penggunaan Anggaran (Silpa) yang semestinya disimpan di rekening nagari, ternyata kosong dan juga tidak bisa ditunjukkan dalam bentuk tunai. Penggunaan anggaran pembangunan yang tidak sesuai peruntukan serta pajak yang tidak disetorkan ke negara.

“Dari dugaan penyelewengan dana desa tersebut, ditaksir potensi kerugian negara sekitar 800 juta lebih,” ungkap Wahyudi Kuoso didampingi Kasi Intel, Yang Subiyono.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 Jo Pasal 18 Ayat 1 huruf b, ayat 2 dan 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

BACA JUGA:  Festival Pamalayu, Hadiah Klasik Kala Merayakan Dharmasraya

Sebelumnya, Pihak Kejaksaan Negeri Solok sudah terlebih dahulu menahan Walinagari Talang Babungo, Zulfatriadi terkait kasus yang sama pada 24 Juli 2019 lalu.

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...