Sepakat, Rusunawa Painan Selatan Dijadikan Tempat Isolasi ODP

Bupati Hendrajoni bersama dinas terkait lainnya saat melakukan mediasi dengan masyarakat Painan Selatan terkait dijadikannya Rusunawa sebagai lokasi isolasi ODP.
Bupati Hendrajoni bersama dinas terkait lainnya saat melakukan mediasi dengan masyarakat Painan Selatan terkait dijadikannya Rusunawa sebagai lokasi isolasi ODP.

Beritanda1 Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pesisir Selatan akhirnya disetujui masyarakat Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan dijadikan  tempat isolasi warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) virus corona atau Covid-19

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Rinaldi menyampaikan, dari hasil pertemuan, warga meminta rusunawa sebagai lokasi isolasi harus di pagar dengan seng, sehingga tidak ada aktivitas keluar masuk dengan mudah. Selain itu, warga juga meminta masker dan penyemprotan disinfektan.

“Kesepakatan dicapai setelah Pemkab Pessel dengan warga sekitar Rusunawa melakukan pertemuan,” sebut Rinaldi kepada wartawan di Painan, Minggu, (29/3).

Sebelumnya, warga menolak Rusunawa di Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan dijadikan sebagai tempat isolasi. Penolakkan tersebut diwarnai dengan aksi demonstrasi dari ratusan warga setempat.

Sejumlah warga khawatir bakal terinfeksi pandemi virus corona. Pasalnya, lokasi Rusunawa berada di area padat penduduk. Bahkan, terdapat satu unit Taman Kanak-Kanak.

Selain itu, sebelum rencana dijadikan ruang isolasi, menurut warga tidak ada pemberitahuan dan sosilisasi dari pemerintah daerah. Sementara, virus corona sudah menjadi pandemik.

Untuk proses isolasi, kata Rinaldi, bakal dimulai pada Senin 30 Maret 2020. Total warga berstatus ODP yang diisolasi di Rusunawa tercatat sebanyak 61 orang, namun bukan yang berstatus pasien dalam pemantauan (PDP).

“Semuanya merupakan ASN yang pernah kontak langsung dengan seorang pasien positif virus corona. Namun, pemerintah tetap memberikan pilihan bagi mereka berstatus ODP. Apakah nanti mengikuti isolasi di Rusunawa atau memilih isolasi mandiri di rumah. Tapi, tergantung dari kondisi mereka melalui pemeriksaan medis nantinya,” tuturnya.

Diketahui, Rusunawa memiliki kapasitas 42 ruangan, dengan 84 kamar. Secara teknis, lokasi isolasi bakal mendapat pengawalan secara ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan aparat kepolisian setempat.

BACA JUGA:  Tangkal Virus Corona, RSUD M.Zein Painan Miliki 3 Ruang Isolasi

Dengan demikian, arus keluar masuk menjadi lebih terjaga. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan tenaga medis khusus yang bakal ditugaskan melakukan perawatan terhadap ODP. Sedangkan untuk limbah medis dan sisa makanan ODP, Dinas Lingkungan Hidup mengatakan telah menyiapkan insenerator. Kendati demikian, masih perlu izin dari pihak kontraktor.

“Jadi, limbahnya diolah langsung melalui insenerator. Tadi saat rapat internal bersama Gugus Tugas Percepatan sudah disampaikan langsung pada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumsu Trisno,” katanya.

Reporter : Okis Rockin

 

Facebook Comments

loading...