Sempat Timbulkan Polemik, Penertiban Bangli di Terminal Alahan Panjang Tuntas

Para anggota pramuka kabupaten Solok peduli, terlihat bahu membahu membersihkan bekas puing bangunan liar di lokasi terminal Alahan Panjang yang dibongkar, Minggu (25/8)

AROSUKA—Upaya pemkab Solok dalam menertibkan bangunan liar (Bangli) di terminal pasar Alahan Panjang patut diapresiasi. Pasalnya, meski sempat menimbulkan polemik di tengah masyarakat setempat hingga mengadu ke LBH dan Komnas HAM, namun pembongkaran dan pembersihan bangunan liar yang selama ini merusak kenyamanan di lingkungan terminal Alahan Panjang tersebut akhirnya tuntas dan berjalan mulus, Minggu (25/8).

Wakil Bupati Solok H.Yulfadri Nurdin, SH yang memimpin langsung pembongkaran tersebut, mengerahkan 208 orang anggota pramuka peduli bersama pendamping dari kwarcab pramuka kabupaten Solok, untuk membantu membongkar puluhan bangli dan membersihkan area terminal yang menjadi sentra sayur di wilayah selatan Kabupaten Solok tersebut.

“Kami sengaja menerjunkan para anggota pramuka untuk menghindari kesan intimidasi dan kekerasan. Pramuka lebih menampilkan kesan humanis, karena bisa diterima semua kalangan,” ucapnya.

Wabup mengungkapkan, dalam penertiban kemarin sedikitnya sebanyak 80 unit bangunan liar yang berdiri tidak sesuai fungsinya ditertibkan secara sukarela oleh pemiliknya. “Alhamdulillah tak ada 1 batang paku pun yang dicabut dari bangunan itu, tanpa persetujuan dan izin dari pemiliknya. Mereka bahkan dengan sukarela membongkar sendiri bangunannya. Bagi yang minta bantu, kita bantu membuka dan membersihkannya,” ucapnya.

Menurutnya, penertiban bangli ini merupakan buah dari kesepakatan pemkab Solok, pemerintah nagari Alahan Panjang, pemuka Masyarakat dan pedagang setempat. Terminal Alahan Panjang merupakan etalase yang menjadi jantung perekonomian masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Solok.

“Alahan Panjang merupakan sentra ekonomi baru yang berkembang pesat di kabupaten Solok saat ini. Daerah ini akan berkembang menjadi sebuah kota yang maju di masa mendatang,” ungkapnya.

Namun akibat kurangnya pengawasan, bangunan liar menjamur di lokasi itu. Masyarakat mendirikan bangunan di wilayah yang tidak semestinya seperti totoar yang sejatinya diperuntukkan untuk pejalan kaki. Hal ini berakibat terhadap kelancaran arus transportasi di setiap hari pasar yang kian semrawut dan macet.

BACA JUGA:  Satpol PP Kota Solok Amankan 42 Pelajar di Sejumlah Warnet

Sementara terkait pedagang yang sebelumnya telah mendirikan bangunan di lokasi terminal, sudah direlokasi ke lokasi baru yang lebih representative dan tidak menimbulkan kemacetan. “Kemaren keluhannya lokasi baru itu sepi dari pengunjung. Kami berikan solusi untuk rekayasa lalu lintas ke lokasi itu, supaya pengunjung datang ke lokasi baru pedagang tersebut,” ucapnya.

Terkecuali itu, kata Wabup, para pedagang yang telah direlokasi tersebut didorong membentuk asosiasi dan kelompok usaha dan akan diberikan pembinaan agar nanti bisa menjadi pedagang-pedagang tangguh. “jadi setelah kita tertibkan, mereka kita dorong untuk membentuk asosiasi pedagang dan diberikan pembinaan agar nanti menjadi pedagang tangguh dan siap bersaing,” ucap Yulfadri Nurdin.

Reporter: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...