Sedekah Masjid, Tradisi yang Masih Terawat di Nagari Palaluar

Arak arakan mengantarkan padi hasil panen ke masjid sebagai bentuk kepedulian membangun tempat ibadah

SIJUNJUNG – Entah siapa dan entah kapan tradisi ini dimulai. Namun yang pasti  kebiasaan Sedekah Masjid masih berlanjut di nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung.

Selepas panen padi, masyarakat Nagari Palaluar memberikan sebagian dari hasil panennya untuk disedekahkan ke masjid setempat. Sedekah selesai panen ini bertujuan untuk membantu kelangsungan pembangunan masjid di nagari tersebut.

Seperti yang disebutkan Ketua Masjid Nurul Ihsan, Palaluar, Rifwan, Senin (26/8) setiap usai panen padi sawah masyarakat setempat selalu memberikan sedekahnya kemesjid. Ia sendiri tidak tau pasti sejak kapan masyarakat mengantarkan sedekah itu dengan cara melakukan arak arakan seperti barisan pawai. ” Setahu saya tradisi ini sudah lama berlangsung,” terangnya.

Arak-arakan padi tahun ini, sambung Rifwan, padi yang terkumpul setelah dijual uangnya akan digunakan untuk membangun tempat wudhuk Masjid Nurul Ihsan.

Tanpa diperintahkan dan secara spontan,  usai shalat Jum’at, pekan lalu, masyarakat yang sejak beberapa Minggu belakangan  selesai panen, Arak-arakan berjalan kaki dari berbagai titik kumpul dalam kenagarian setempat, mendapat sambutan hangat dari masyarakat, sehingga kelihatan bersemarak. ” Semua warga merasa senang karena sedekah tahun ini digunakan untuk sarana berwudhu di masjid, akan lebih terwujud lagi kalau didukung pula sedekah para darmawan lainnya,” kata Rifwan.

Reporter : S. Husen

Reporter : Melatisan

Facebook Comments

BACA JUGA:  46 anggota Gudep MTsN 1 Solok Ikuti Persami
loading...