Sebanyak 35 Narapidana Rutan Kelas IIB Painan Terima Remisi

remisi
Bupati Hendrajoni didampingi Karutan Klas II B Painan, Sahduriman dan sejumlah pejabat serahkan SK remisi 35 orang narapidana, pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia.

Beritanda1 – Sebanyak 35 orang Narapidana di Rumah Tahanan Negara Klas II B Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menerima Remisi Umum (RU) pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia.

 

“Hari ini sebanyak 35 orang narapidana di Rutan Klas II B Painan mendapatkan remisi. Namun semuanya RU1. Tidak ada yang RU2 (langsung bebas),” ujar Kepala Rumah Tahanan Negara Klas II B Painan, Sahduriman pada wartawan, Senin (17/8).

Ia menyebutkan, sebanyak 35 orang narapidana yang mendapat remisi tersebut, 31 tercatat sebagai kasus pidana umum. Kemudian sebanyak 4 orang sesuai Peraturan Pemerintah (PP), yang memperkuat PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas PP No 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Tidak ada yang bebas hari ini. Mereka yang mendapat remisi mulai dari kasus narkoba, pencurian, perampokan, perlindungan anak, dan asusila. Remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari 1 bulan sampai dengan 5 bulan,” ucapnya.

Dikatakan, hingga kini kasus yang paling dominan di Rutan Klas II B Painan adalah Narkoba. Kemudian kasus pencurian.

“Total keseluruhan penghuni Rutan sebanyak 86 orang. Terdiri 46 orang tahanan, 40 orang narapidana. Dari total tersebut, ada 1 perempuan tersandung kasus narkoba,” tuturnya.

Rutan
Bupati Pesisir Selatan memberi keterangan pers selepas menyerahkan remisi kepada narapidana di rutan Painan

Kemudian terkait program kemandirian, kata dia, Rutan Klas II B Painan memberikan kegiatan budidaya perikanan dan Jahe Merah kepada sejumlah narapidana yang difokuskan di halaman lingkungan Rutan setempat.

“Kegiatan budidaya ini kami arahkan keluar. Hal ini mengingat tempat kami terlalu sempit. Jika difokuskan didalam terlalu banyak senjata tajam. Sebab, kapasitas saat ini masih over, idealnya penghuni Rutan Klas II B Painan adalah sebanyak 36 orang,” katanya.

BACA JUGA:  Update Data Covid 19 Sumbar: Bertambah 10 Kasus, Jumlah Positif Menjadi 182 Orang

Sementara itu, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengatakan, sesuai arahan Menteri Hukum dan HAM (MenkumHAM),Yasonna H Laoly dalam sambungan teleconfrence menyampaikan, bahwa remisi merupakan salah satu sarana hukum yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan, yakni sebagai motivasi perbaikan diri dan mental bagi narapidana untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Pemberian remisi kepada narapidana, kata dia, merupakan bagian dan perwujudan tujuan sistem pemasyarakatan. Bukan hanya sekadar pemenuhan hak oIeh negara kepada para narapidana, tetapi juga apresiasi kepada mereka yang telah melewati ujian panjang dengan perbaikan kualitas pribadi dan mental serta berkelakuan baik selama masa pembinaan.

“Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh warga binaan selalu patuh dan taat kepada hukum dan norma yang ada. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah SWT. Sehingga nanti bisa diterima dengan baik oleh lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Narapidana
Selepas menyerahkan remisi kepada sejumlah narapidana, bupati Hendrajoni berdialog dengan salah seorang tahanan di Rutan kelas II B Painan

Diketahui, remisi atau pengurangan masa pidana diberikan kepada narapidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

Kemudian Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Perubahan Pertama: PP Nomor 28 Tahun 2006, Perubahan Kedua: PP Nomor 99 Tahun 2012, Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999, serta Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2018 tentang pemberian Remisi kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

loading...