Sebanyak 135 Kg Ganja Diamankan Polres Limapuluh Kota

Ganja
Wadir Reserse Narkoba Polda Sumbar AKBP Fery Herlambang, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso, dan personel Reserse Narkoba dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh. menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu

Beritanda1 – Kepolisian Resor (Polres) Limapuluh Kota, mengamankan dua tersangka penyalahgunaan narkotika jenis ganja dan sabu pada Rabu (28 Oktober 2020) dinihari.

 

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakan, barang bukti berupa ganja ditaksir beratnya 135 kilogram dan tiga paket sabu-sabu.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada penyalahgunaan narkotika di Kenagarian Jopang Manganti, Kecamatan Mungka.

” Bersama barang bukti, kita¬† menangkap tersangka RS dan YFA di Kenagarian Jopang Manganti. Disana diamankan tiga paket kecil sabu dan satu paket ganja kering, uang Rp 600 ribu dan dua unit HP. Kemudian kita lakukan pengembangan,” kata Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro di Sarilamak, Kamis (29 Oktober 2020).

Pada rilis penangkapan tersebut, langsung dihadiri Wadir Reserse Narkoba Polda Sumbar AKBP Fery Herlambang, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso, dan personel Reserse Narkoba dari Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

Ia mengatakan,  dari pengembangan perkara didapat informasi bahwa RS baru saja mendapat kiriman ganja dari wilayah Aceh. Kemudian penyelidikan  dikembangkan ke rumah tersangka di Kenagarian Taeh Bukik yang merupakan wilayah hukum Polres Payakumbuh.

Setelah mendapatkan dukungan dari Polres Payakumbuh ditambah dengan hadirnya perangkat nagari, pihak kepolisian langsung melakukan penggeledahan di wilayah rumah tersangka RS.

Dari penggeledahan, ditemukan narkotika jenis ganja kering sebanyak tiga karung setengah dengan jumlah keseluruhan sebanyak 135 paket besar, yang masing-masing paket dibalut dengan lakban kuning ditambah timbangan digital yang digunakan tersangka RS untuk menimbang sabu.

“Sekarang kita juga terus melakukan pengembangan dan masih ada dua yang ditetapkan DPO, yakni E dan Y yang terlibat mendatangkan barang,” ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup.

BACA JUGA:  Update Data Covid 19 di Sumbar: Sembuh 3 Orang, Positif Bertambah 1 Orang

Reporter: Diko Rahmat

Facebook Comments

loading...