Salut! Tukang Ojek di Kota Solok Ini Sadar Bahaya Corona, Sukarela Periksakan Diri

252
tukang ojek
Posko Covid-19 Banda Panduang Kota Solook, lokasi A yang bekerja sebagai tukang ojek memeriksakan diri

BERITANDA1–Pekerjaan tukang ojek dinilai cukup rentan terpapar corona (covid-19). Kewapadaan dan kesadaran dalam menjaga protokol kesehatan adalah cara yang bijak untuk memutus mata rantai corona.

Inilah yang diterapkan oleh tukang ojek berinisial A (35) yang kesehariannya mangkal di Pasar Raya Kota Solok.

Ia mendapat informasi dari pihak kepolisian yang mengabarkan melalui imbauan pengeras suara di Pasar Raya Kota Solok, bahwa ada pasien positif corona yang meningal di Kubung, Kabupaten Solok. Dalam imbauan tersebut, masyarat yang pernah kontak atau pergi membesuk dan takziah ke rumah pasien positif corona di Kubung, Kabupaten Solok agar memeriksakan diri.

Karena A merasa pernah mengatarkan penumpangnya ke Kubung, Kabupaten Solok atau tepatnya empat rumah dari kediaman pasien tersebut (tetangga). Maka ia segera mengecek kesehatannya di Posko Covid-19 Kota Solok di Banda Panduang.

“Awalnya saya dapat kabar dari imbauan polisi di pasar bahwa mereka yang pernah kontak dengan pasien corona di Kubung, Kabupaten Solok agar memeriksakan diri ke Posko Covid-19 di Banda Panduang, Kota Solok. Karena saya khawatir, saya periksakan diri meski yang saya antar itu hanya tetangganya yang jarak rumahnya sekitar empat rumah dari lokasi kediaman pasien,” ucapnya saat ditemui di Posko Covid-19 Kota Solok, Sabtu (16/5).

Ia menjelaskan, bahkan sebelum diketahui adanya pengumuman itu ia mengantarkan penumpangnya tidak tetap dengan jaga jarak agar tidak kontak fisik.

BACA JUGA:  Razia! Tim Gabungan PSBB Kota Solok "Sandera" Kursi Pedagang yang Bandel

“Saya pakai masker dan jaga jarak, tak bersentuhan. Namun, saya tetap takut bisa mengenai saya dan keluarga, apalagi saya adalah tulang punggung keluarga. Tak ingin membuat orang lain susah (menyebarkan). Saya aja ke sini (posko covid-19) dalam keadaan cemas, keringat ini mengalir terus karena begitu takutnya. Sampai di sini saya langsung dites. Dan setelah 15 menit akhirnya hasilnya alhamdulilah negatif,” ujarnya.

Setelah mendapatkan hasil yang negatif, A mangatakan, dalam hasil yang dikeluarkan oleh tim di Posko Covid-19 ia diminta untuk isolasi mandiri di rumah. Dan melakukan tes kembali pada tanggal yang sudah ditentukan oleh tim.

“Saya disuruh isolasi mandiri, nanti pada tanggal yang sudah disampaikan dalam hasil ini (surat), disuruh tes kembali,” kata A.

Facebook Comments

loading...