Beranda Daerah Sajikan Gulai Itiak, Petani Cabai Tanah Datar Mantap Menuju Masterchef Indonesia

Sajikan Gulai Itiak, Petani Cabai Tanah Datar Mantap Menuju Masterchef Indonesia

Itiak
Hidangkan gulai Itiak dikombinasikan dengan pergedel dan anyang kelapa, Suhaidi alias Adi asal Tanah Datar, Sumatera Barat memantapkan asanya dalam audisi kompetisi memasak Masterchef Indonesia sesi ke delapan

Beritanda1 – Menyajikan hidangan gulai Itiak dikombinasikan dengan pergedel dan anyang kelapa, petani cabai asal Tanah Datar, Sumatera Barat, Suhaidi Jamaan, memantapkan asanya untuk lolos dalam audisi kompetisi memasak Masterchef Indonesia sesi ke delapan.

Kemahiran pria yang mengaku pernah bermukim 30 tahun di negeri Jiran Malaysia itu  dalam mengolah gulai Itiak , telah cukup bagi dua orang juri yaitu Chef Arnold dan Chef Renata meloloskan dirinya dan bahka  berpeluang menjadi the next Masterchef Indonesia.

Dikutip Antara dari chanel youtube Masterchef Indonesia,  setelah memperkenalkan diri Adi langsung memanggang paha Itiak menggunakan wajan.

Saat ditanyai juri alasannya mengikuti kompetisi Masterchef Indonesia, Adi, begitu ia akrab disapa, mengaku pernah menolong emaknya jual makanan, gorengan dan nasi Padang.

Melalui ajang Masterchef, Adi yang berbicara menggunakan logat Melayu, mengaku ingin memotivasi pemuda dikampung agar bisa berkarya dan mandiri.

Diberi waktu lima menit menyelesaikan hidangan, Adi segera menyajikan ke hadapan juri. Hidangan yang disuguhkan Adi mendapatkan apresiasi dari chef Arnold dan Chef Renata dengan mengatakan Yes, sedangkan  Chef Juna memiliki pandangan  berbeda soal gulai itiak Adi, hingga mengatakan No. Adi pun berhasil lolos karena dua juri menyatakan yes.

Telur Dadar Inovasi Baru

Memasuki episode kelima Masterchef Indonesia sesi ke delapan, peserta asal Paringan, Tanah Datar, Suhaidi Jamaan, menyuguhkan hidangan bernama banana sandwich with smooties, maple syrup and dark chocolate pada tantangan mengolah roti yang ditayangkan di RCTI pada Sabtu (12 Juni 2021).

Saat proses penjurian, nama Adi dipanggil ke depan oleh Juri Chef Juna untuk menyajikan ke depan. Dengan langkah pasti dan percaya diri ia maju membawa hidangannya.

BACA JUGA:  Keren, HMI Lubuk Sikaping Gelar Intermediate Training Tingkat Nasional

“Saya yakin dengan masakan ini karena merupakan salah satu inovasi baru,” ucap Adi.

Ketika ditanya apa saja isian dari roti oleh Chef Juna ia menjawab ada pisang digabung dengan telur dadar, yang membuat para juri spontan terpingkal karena menggabungkan telur dadar dengan strawberi, selai bluberi dan pisang dinilai hidangan yang rancu dan bertabrakan rasanya.

“Kamu sudah cicipin?” tanya Chef Arnold kepada Adi

“Sudah chef”

“Enak?” tanya Chef Arnold

“Lumayan,” jawab Adi yang diikuti gelak tawa peserta lainnya.

Saat mengunyah hidangan yang disajikan Adi Chef Juna pun berujar otaknya masih belum menerima apa makanan yang dibuat.

“Kamu terlalu kreatif, tak bisa menahan diri untuk tidak memecahkan telur,” kata dia

Ketika Chef Arnold menyicipi telur dadar buatan Adi, tak lama berselang ia pun mengambil tisu dan mengeluarkannya dengan ekspresi tak kuasa menyantapnya.

Saat memberikan penilaian, Chef Juna menilai rasa roti Adi sebenarnya oke namun aplikasi kurang tepat karena menggabungkan telur dengan pisang.

“Satu rasanya gurih, satu manis, meskipun rasanya tidak memperkosa lidah saya tapi konsepnya belum masuk, kata Chef Juna.

Hal senada juga disampaikan Chef Renata yang menilai tidak ada masalah dengan rasa makanan Adi namun secara konsep dan bentuk tidak masuk.

Namun Adi tetap yakin dan menyatakan makanan gulai Itiak dan telur dadar adalah inovasi terbaik di abad ini. Keyakinan Adi pun berbuah manis karena ia berhasil lolos dari presure test.

Sumber: Antara

Artikel sebelumyaTerbaik di Limapuluh Kota, Situjuah Batua Nagari Inovatif Mengolah Sampah dan Tangguh Tangani Covid-19
Artikel berikutnyaWabup Solok Jon Firman Pandu Pimpin Apel Persiapan Penertiban Kendaraan