Sadis, Seorang Istri Kampak Kepala Suaminya. Kapolres Dharmasraya: Tersangkan Diancam Hukuman Penjara Selama 15 Tahun

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir. S. IK, didampingi Kabag Ops Kompol H Rifa,i, SH, dan Kasat Reskrim AKP Suyanto. SH, Kanit Reskrim Polsek Pulau Punjung IPDA Welly Wahyudi. SH ketika memberikan keterangan pers

DHARMASRAYA – Jajaran Polres Dharmasraya dalam waktu cepat berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang pria bernama Thenzokho Nduru yang terjadi di salah satu Camp A PT SAK, Muaro Timpeh, Jorong Bumi Raya, Nagari Sopan Jaya, Kecamatan Padang Laweh, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat.

Hal itu diungkapkan Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir. S.IK ketika menggelar Pers Conference dengam sejumlah wartawan di Mapolres setempat, Senin (2/9).

Pada kesempatan, Kapolres didampingi  Kabag Ops Kompol H Rifa’i. SH,  Kasat Reskrim AKP Suyanto. SH,  Kanit Reskrim Polsek Pulau Punjung Ipda Welly Wahyudi. SH, serta para Kanit Polsek dan anggota Reskrim lainnya.

Menurut Kapolres AKBP Imran Amir, sesuai laporan adik korban, Bazizokhi Nduru, dengan Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/122/K/IX/2019/Polres, tanggal 1 September 2019, tentang tindak pidana pembunuhan, Minggu (1/9), Kasat Reskrim AKP Suyanto. SH bersama beberapa orang anggota Reskrim  langsung menuju rumah korban. Pihaknya kemudian mengamankan  Sari Isa La’la (42 th), yang notabene adalah istri dari korban Thenzokho Nduru. “.Setelah dilakukan interogasi oleh pihak penyidik, Sari Isa La, Ia mengakui perbuatannya membunuh suaminya sendiri,” kata Kapolres Dharmasraya.

Diungkapkan, sebagaimana keterangan tersangka, peristiwa pembunuhan berawal pada hari Minggu, tanggal  23 Juni 2019 lalu, sekira pukul 21.00 wib, ketika suaminya pulang dalam kondisi mabuk. Setiba di rumah, suaminya langsung marah. Bukan itu saja, suaminya juga memukul anak dan dirinya.

Tidak tahan dengan perlakuan korban terhadap tersangka, maka tersangka membalas perbuatan korban dengan mengayunkan kampak ke arah kepala korban, sehingga korban langsung tersungkur dilantai rumah.

Sejurus, tersangka memegang tangan dan dada suaminya untuk memastikan korban telah meninggal dan mencabut Kampak yang menancap di kepala korban. Setelah itu, tersangka masuk ke dalam kamar mengambil baju dan celana untuk dipakaikan kepada korban.

BACA JUGA:  10 Tahun Bergolak, Sengkarut Tanah 765 Tuntas. FNTS Apresiasi Kapolda Sumbar

Selesai itu, tersangka langsung mengambil cangkul dan menggali kuburan di belakang rumah untuk menguburkan mayat suaminya. Selesai menggali kuburan, tersangka kembali kedalam rumah untuk mengangkat mayat suaminya.

Namun setelah berulangkali dicoba, dirinya mengaku tidak kuat untuk mengangkat, sehingga akhirnya tersangka minta pertolongan kepada anaknya yang bernama Pembagi Hati Nduru (20 th).

Melalui percakapan panjang dan adu argumentasi, akhirnya tersangka dapat juga meluluhkan hati anaknya. Selanjutnya, tersangka juga mendatangi rumah anaknya yang lain,  bernama Viktor Nduru (24 th)  dan meminta pertolongan untuk menguburkan mayat suaminya. Setelah kembali beradu argumen dengan anaknya tersebut, akhirnya anaknya menyetujuinya.

Dengan merasa bingung bercampur sedih, kedua anaknya akhirnya mengikuti kemauan ibunya untuk mengubur mayat bapaknya. Setelah selesai penguburan,  kedua anaknya kembali ke tempat tinggal, sedangkan tersangka langsung membersihkan darah berserakan didalam rumahnya.

Menurut Kapolres Imran Amir, atas perbuatannya,  tersangka dijerat dengan pasal 338 Jo, pasal 56 ke 1e KUHP, dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara. ” Saat ini, tersangka bersama barang bukti (BB) berupa 1 buah Kapak, 1 Cangkul, dan Batu, telah diamankan di Mapolres Dharmasraya,” jelas Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir.

Reporter : S. Hanif

Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...