Rudi Horizon Kembali Pimpin Koni Kabupaten Solok, Ini Kata Bupati Solok

Koni Kabupaten Solok
Bupati Solok Gusmal

Beritanda1—Suksesi pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Koni Kabupaten Solok di ruang Solok nan Indah Kantor Bupati Solok di Arosuka, Sabtu  18 Juli 2020 mendapat apresiasi dari Bupati Solok Gusmal.

 

Bupati sekaligus berterima kasih kepada Panitia Pelaksana dan segenap Pimpinan Cabor yang telah berpartisipasi aktif dalam Musorkab KONI Kab. Solok tersebut.

“Secara keseluruhan saya bangga dengan insan olah raga Kabupaten solok yang dengan sportifitas tinggi telah bisa menyelesaikan Musorkab KONI Kabupaten Solok,” kata Bupati Gusmal.

Sejalan dengan itu Bupati Solok mengucapkan selamat atas terpilihnya Rudi Horizon secara aklamasi sebagai Ketua KONI Kab Solok periode 2020-2024. “Semoga beliau amanah dan bisa menerima masukan saran dari berbagai pihak terhadap kemajuan olahraga di negeri ini,” kata Bupati

Bupati berharap kepada Rudi sebagai ketua terpilih untuk merangkul semua kelompok kepentingan dalam menetapkan kepengurusan KONI ke depan sehingga bisa menghasilkan sebuah Squad yang kuat dan kompak serta diisi oleh orang-orang yang benar-benar serius mengurus olahraga. “Saya juga minta agar Ketua terpilih segera menyusun target prestasi olahraga Kabupaten  Solok kedepan,” ujarnya.

Menurutnya, Koni Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Rudi Horizon periode 2016-2020 telah teruji dan mampu menjawab keraguan sebelumnya. Hal itu dibuktikan ketika berada di tengah keterbatasan anggaran, prestasi olahraga Kabupaten Solok mampu bertahan di peringkat 7 dari 19 kabupaten/Kota di Sumbar pada Porprov 2016. Sedangkan pada Porprov Sumbar 2018, Kabupaten Solok justru melejit ke peringkat empat.

Bahkan Bupati menceritakan perjuangan panjang yang dilakukan oleh kontingen Kabupaten Solok dalam keterbatasan akibat kisruh di tubuh Koni tersebut. Bupati menyebutkan, pada 2016 tersebut, dirinya baru dilantik menjadi Bupati Solok.

BACA JUGA:  Dibantu Polisi, Lastri dan Anaknya Penyandang Disabilitas Terharu

“Saya ingat, waktu acara pembukaan Porprov 2016 di Kota Padang tersebut kontingen Kabupaten Solok yang ikut defile kontingen tidak banyak. Itu karena pakaiannya tidak cukup, karena baru datang sore itu. Bahkan saya baru mengganti seragam di lokasi acara pembukaan,” bebernya.

Awalnya, pihaknya mengaku pasrah dengan prestasi yang akan diraih oleh kontingen daerahnya.  Namun ditengah keterbatasan itu, kata Bupati, semangat kontingen Kabupaten Solok tidak padam. Satu persatu medali emas disumbangkan para patriot olahraga Kabupaten Solok, hingga mencapai peringkat 7 besar dengan 47 medali emas.

“Ini prestasi luar biasa yang tak hanya menjadi kebanggaan insan olahraga kabupaten Solok namun kebanggaan seluruh masyarakat di daerah ini,” pungkas Bupati.

Sebelumnya, pada musorkab yang digelar di ruang Solok Nan Indah tersebut Rudi Horizon yang sebelumnya juga diberi amanah memimpin Koni Kabupaten Solok periode 2016-2020 tersebut, kembali terpilih secara aklamasi dengan didukung oleh 26 cabang olahraga, dari 36 cabor pemilik suara sah yang terdaftar di Koni Kabupaten Solok tersebut.

Musorkab Koni Kabupaten Solok tersebut dibuka oleh Bupati Solok Gusmal dan dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu, Forkompimda, Waketum I Koni Sumbar H. Aldi Yunaldi, Sekum Irnaldi Samin, Wasekum Syahindra Nurben, Sareng Suprapto dan Alex Dino.

Koni Kabupaten Solok
Bupati Solok Gusmal bersama pengurus Koni Sumbar, Forkopimda Kabupaten Solok dan Ketua Koni Kabupaten Solok Rudi Horizon di arena Musorkab Koni Kabupaten Solok di ruang Solok Nan Indah Arosuka, Sabtu (18/7)

Sidang yang dipimpin oleh Steering Commite (SC) Jon Afnel Hendri, Mevrizal dan Yutiswandi tersebut sempat berjalan alot. Menyusul hujan interupsi yang dilakukan oleh kubu kandidat Gusrial Abbas sebagai penantang petahana. Kubu Gusrial Abbas yang dikomandoi oleh Riki Rizo menilai Musyorkab yang digelar tersebut tidak layak dilanjutkan karena melanggar konstitusi AD/ART Koni.

Namun sidang kembali dilanjutkan setelah kubu Politikus PAN Gusrial Abbas  yang mengklaim didukung oleh 8 cabang olahraga, masing-masing Pobsi (Bilyar) Askab PSSI, Futsal, Faji, PBVSI, Hapkido, FPTI, PJSI dan ISSI tersebut memilih Walk Out (WO) dari ruang sidang.

BACA JUGA:  Kapolres Sijunjung : Pilkada Aman, Damai, Kondusif, Badunsanak Harus Diwujudkan

Selain memilih WO dari arena Musorkab, kubu mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Solok Gusrial Abbas yang juga didukung oleh Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin tersebut, juga menarik semua berkas pencalonan Gusrial Abbas yang sebelumnya sudah diserahkan kepada panita penjaringan dan penyaringan Calon ketua Umum Koni kabupaten Solok.

Namun tudingan yang dilayangkan oleh kubu penantang petahana tersebut dibantah keras oleh pihak Koni Sumbar yang mengikuti jalannya musyawarah dari awal sampai akhir. “Musyawarah ini sah. Tidak ada yang dilanggar, karena semua mekanisme musyawarah telah dilalui dan disepakati bersama,” kata Waketum I Koni Sumbar H. Aldi Yunaldi.

Menurut wakil ketua umum yang membawahi bidang organisasi ini, AD/ART memang menjadi acuan dan pedoman dalam sebuah musyawarah olahraga. Namun tak semuanya berjalan ideal, karena keputusan tertinggi dalam pelaksanaan musyawarah ada pada  forum musyawarah itu sendiri.

“Kalau forum Musorkab mengambil sebuah kesepakatan, itulah keputusan yang harus dilaksanakan. Lagian yang dipermasalahkan itu bukan persoalan prinsip. Makanya kami tegaskan hasil musyawarah ini sah dan keputusan yang ditetapkan di dalamnya juga sah,” tegasnya.

Terkait dinamika yang berkembang dalam Musorkab tersebut, Aldi memandang sebagai hal yang lumrah dalam sebuah organisasi. “Ini hal biasa, ini bukti bahwa musyawarah olahraga Kabupaten Solok berjalan demokratis. Kalau ada yang memilih WO itu juga hal biasa. Bahkan di lembaga tertinggi seperti Koni Pusat dan DPR pun WO juga menjadi opsi bagi peserta musyawarah,” ucapnya.

Senada dengan itu, Sekum Koni Irnaldi Samin menyebutkan, Dinamika ini bagian dari demokarasi, hal itu biasa terjadi dimanapun organisasinya. Yang penting kata dia Jangan jadikan dinamika ini sebagai dendam yang merusak prestasi olahraga di kabupaten Solok di masa mendatang. “Tidak Solok namanya jika dinamika yang terjadi menyelesaikan masalah. Hadapi perang untuk menuju perdamaian,” ujarnya.

BACA JUGA:  Konfirmasi Covid-19 Kabupaten Solok Terus Melonjak, Pagi Ini Bertambah 10 Orang

Putra nagari Muara Panas ini menegaskan, sebagai ketua terpilih, Rudi Horizon merupakan putra terbaik Kabupaten Solok pada hari ini dalam membangun prestasi olahraga di daerah penghasil beras itu.

Hal itu dibuktikan dengan prestasi yang telah diraih selama ini dengan berhasil menghantarkan Kabupaten Solok menjadi peringkat empat pada porprov 2018 silam. “Saya berharap ketua terpilih merangkul kembali yang berbeda pendapat. Karena tak mungkin memajukan prestasi olahraga tanpa dukungan semua pihak,” ujarnya.

Koni Kabupaten Solok
Para peserta Musyorkab Koni Kabupaten Solok foto bersama dengan ketua terpilih Rudi Horizon dan pengurus Koni Sumbar

Terpisah, Ketua Umum Pengcab Pobsi (Bilyar) Jon Firman Pandu yang dikonfirmasi terkait adanya mosi tidak percaya tersebut, membantah jika dirinya ikut mendukung gerakan yang dilakukan tersebut. Menurutnya, dirinya pada hari ini tak hanya sebagai ketua sebuah Pengcab namun juga ketua DPRD yang merupakan representasi dari perwakilan seluruh lapisan masyarakat di daerah itu.

“Saya tidak pernah ikut mosi tidak percaya itu. Itu mencoreng nama saya. Karena posisi saya hari ini tak hanya sebagai ketua pengcab Pobsi  semata, namun juga sebagai ketua DPRD Kabupaten Solok,” tegas politisi Gerindra ini mengklarifikasi.

Reporter: Wezi Rismanto 

Facebook Comments

loading...