Minim Sarana, RSUD Arosuka Siapkan Ruang Isolasi Tangani Pasien Virus Corona

236
ruang isolasi
RSUD Arosuka mulai menyiapkan ruang isolasi khusus pasien terduga terpapar virus corona

Beritanda1.com –Direktur RSUD Arosuka Kabupaten Solok drg. Yones Indra mengatakan, selain terus menyiapkan sarana, prasarana dan tenaga untuk penanganan  pandemi corona,  saat ini pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi bagi pasien terduga terpapar virus Corona.

“Kami sudah menyiapkan ruang isolasi yang terpisah dari ruangan lainnya, jika ada warga Solok yang berada dalam status pemantauan dan pengawasan,” katanya menjawab beritanda1.com melalui telephon selulernya, Senin (23/3).

Pihak RSUD kata dia, juga terus melakukan penambahan-penambahan peralatan di ruang isolasi tersebut. Untuk peralatan sterilisasi ruangan, akan tiba dalam 3 hari kedepan.

“Ruang Isolasi ini hanya sebatas untuk penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saja. Sementara untuk suspec, kami tidak berhak untuk menanganinya. Jika ada pasien yang dicurigai suspec, kami akan langsung rujuk ke RS yang telah ditunjuk di Sumbar,” beber Yones.

Minim Sarana, RSUD Arosuka Siapkan Ruang Isolasi Tangani Pasien Virus Corona 1 ruang isolasi pasien corona
salah satu ruang isolasi pasien suspec Virus Corona di RS Pelni jakarta

Cuma kata dia, yang jadi persoalan saat ini adalah keterbatasan sarana dan masih minimnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi para medis yang bertugas menangani pasien nantinya. Saat ini, pihak RSUD tengah memesan APD sesuai standar yang akan dipakai. “Peralatan itu kami pesan sendiri dan bukan bantuan. In syaa Allah dalam dua hari ini sampai ke RSUD,” bebernya.

Namun demikian kata dia, sebelum peralatan tersebut sampai, pihak RSUD melakukan berbagai upaya untuk menggunakan alat apa saja yang bisa dikatakan standar, yang bisa dipakai oleh para medis jika nanti menangani pasien yang terduga terpapar corona.

BACA JUGA:  Bertekad Jadi Tuan Rumah Terbaik, Ampera Dt Labuan Basa: Warga Dharmasraya Dihimbau Ramaikan Star Etape IV TdS 2019

“Meski telah memesan Brankar namun barangnya belum sampai. Kami terpaksa harus melakukan berbagai upaya untuk mencarikan peralatan sementara yang bisa dikatakan standar seperti helm, pakaian dan sepatu boot. Karena tak mungkin menyentuh pasien, jika tak pakai APD,” ujarnya.

Sementara peralatan lain seperti masker dan sarung tangan pun persediaannya juga sudah mulai menipis. Makanya jika ada warga yang meminta masker, pihak RSUD akan berfikir panjang untuk memberikannya, karena takut kehabisan stock.

“Saat ini ada tambahan dana tak terduga untuk penanganan corona dari Pemkab Solok. Itupun jumlahnya sangat terbatas, karena harus dibagi dengan instansi lain seperti RSUD, Dinkes dan kecamatan,”bebernya.

Sementara dari data Dinas Kesehatan kabupaten Solok, sebanyak dua orang warga Kabupaten Solok sudah berstatus PDP. Keduanya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUP M. Djamil Padang.

Sedangkan warga yang berstatus ODP berjumlah 23 orang. “Jumlah ini bertambah dari hari kemaren yang hanya berjumlah 14 orang dan sehari sebelumnya hanya berjumlah 7 orang,” kata Kabid P2P Dinkes Kab. Solok drg. Aida Herlina.

Aida menyebutkan, penetapan status ODP ini mengacu kepada pedoman teknis Kementerian Kesehatan, bahwa setiap orang yang datang dari daerah atau provinsi yang ada pasien positif covid 19 berstatus ODP.

“Makanya ada penambahan, karena ada warga yang menderita gejala Covid Corona seperti batuk, pilek, flu dan demam, kami langsung cek riwayat perjalanannya sebelumnya. Kalau memang ada riwayat dari daerah pandemi, statusnya langsung ODP,” terangnya.

Reporter: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...