Relawan Tarik Diri dari Satgas Covid-19 Padang Panjang, Ada Apa..??

965
Covid-19
Kondisi posko Satgas Covid-19 di batas kota Padang Panjang terlihat sepi tanpa petugas.

Beritanda1 –Belasan relawan dari berbagai oranisasi yang tergabung dalam Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di Kota Padang Padang, mundur dari Satgas Covid-19 tersebut. Hal itu dipicu oleh ucapan yang kurang menyenangkan yang terlontar dari salah seorang oknum Polisi dari Polres setempat.

Informasi yang dihimpun dilapangan, kedatangan oknum Polisi berinisial “R” di salah satu Pokso penjagaan batas kota pada hari Selasa (5/5) siang tersebut, sempat membuat buncah para relawan yang sedang bertugas. Entah kenapa, sampai di posko perbatasan, oknum Polisi berpangkat Kompol tersebut meradang, dan berkata kurang baik dihadapan para relawan yang sedang bertugas.

Bahkan, saat di posko perbatasan kota tersebut, oknum polisi berinisial “R” sempat marah-marah dan bertanya tupoksi kepada relawan yang sedang bertugas dengan nada yang tinggi, panggilan kasar pun sempat dilontarkannya kepada salah seorang relawan wanita dari organisasi Pemuda Pancasila.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Padang Panjang Ricky Kong sangat menyayangkan terjadinya hal tersebut. Ia menilai, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, tak seharusnya oknum polisi berpangkat tinggi itu mengeluarkan kata-kata yang dapat merusak perasaan para relawan, apalagi hal itu terjadi di bulan Ramadan ini.

“Kami disini menjalankan tugas kemanusiaan, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kota Padang Panjang. Keberadaan kamipun disini juga atas dasar surat tugas yang dikeluarkan oleh Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Panjang, namun kenapa oknum tersebut malah membentak-bentak anggota kami dengan menanyakan tupoksi dengan dana yang cukup tinggi. Bahkan oknum tersebut sempat mengatakan kalau keberadaan kami hanya menghabiskan anggaran saja,” sebut Ricky Kong.

BACA JUGA:  Bersama Wali Nagari, Warga Ranah Palabi Berjibaku Melawan Corona dengan Penyemprotan Disinfektan

Dikatakan Ricky Kong, selain melontarkan kata-kata yang tak pantas, oknum Polisi tersebut, juga sempat mengatakan bahwasannya petugas Covid-19 yang di akui hanyalah dari TNI, Polri dan Tim Medis. Ucapan itu tentunya melukai perasaan relawan lain yang telah bertugas setiap hari demi menjaga Kota Padang Panjang.

Senada dengan itu, Ketua Orari Padang Panjang Ferix Sonanda juga mengecam tindakan yang telah dilakukan oleh oknum tersebut. Sebagai pimpinan organisasi, dirinya merasa terhina atas ucapan yang keluar dari mulut oknum pelindung masyarakat itu.

“Kami sangat terhina atas ucapan yang lontarkan oleh oknum polisi tersebut. Keberadaan kami di posko Covid-19 juga atas permintaan dari BPDB Kota Padang Panjang. Sekrang kami dilecehkan dan dianggap hanya menghabiskan uang negara,” geram Ferix.

Menyikapi hal tersebut, beberapa pimpinan organisasi yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Kota Padang Panjang, langsung mengadakan pertemuan untuk membahas kejadian yang dianggap membuat gaduh tersebut.

“Kami pimpinan organisasi bersama personil dari BPDB selaku pemberi tugas dalam Satgas Covid-19 ini telah berunding untuk membahas hal ini. Dari hasil perundingan malam tadi, dapat disimpulkan bahwasannya kami dari beberapa organisasi yang sebelumnya tergabung dalam Satgas Covid-19 menyatakan mundur dan menarik personil hingga waktu yang belum ditentukan,” terang Ferix.

Terpisah, oknum polisi berinisial “R” saat dihubungi via telefon membantah telah melakukan tindakan diluar kewajaran terhadap para relawan yang sedang bertugas di posko.

“Saya hanya mendatangi posko dan bertanya apa saja tupoksi dari masing-masing relawan disini, saya juga mau menerangkan apa saja tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan di Posko Covid ini,” tutur “R” dibalik telepon genggamnya.

 

Reporter: RA

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...