Putus Penyebaran Covid-19, RSUD Arosuka Kabupaten Solok Ditutup 10 hari

306
Covid-19
RSUD Arosuka ditutup untuk putus Covid-19

Beritanda1 —Pemerintah Kabupaten Solok akhirnya menutup seluruh pelayanan kesehatan dan pelayanan umum lainnya di RSUD Arosuka, menyusul meninggalnya  seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif Covid-19 setelah meninggal dan tidak ditangani sesuai dengan protokol Covid-19.

 

Penutupan tersebut dilakukan selama 10 hari sejak tanggal 16 Mey 2020 sampai tanggal 26 Mey 2020. Keputusan penutupan tersebut, tertuang adalam instruksi Bupati Solok nomor: 445/315/V/RSUD-2020.

“Kami terpaksa harus menutup seluruh pelayanan kesehatan mulai dari IGD, Rawat Inap dan rawat jalan di RSUD Arosuka untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di lingkungan RSUD,” kata Bupati Solok Gusmal, Minggu (17/05).

Sebelumnya, RSUD Arosuka sempat merawat satu PDP asal Nagari Koto Baru, BS (69) dinyatakan positif COVID-19 pada Rabu (13/5). BS yang berjenis kelamin laki-laki meninggal pada Kamis (14/5), dinyatakan positif COVID-19 sehari setelah meninggal pada Jumat (15/5). BS pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, Semen Padang Hospital (SPH) dan terakhir di RSUD Arosuka.

BS yang merupakan pensiunan ASN Pemkot Solok, pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan dua kali hasil tes, negatif. Karena kondisi terus menurun sepulang dari Semen Padang Hospital, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi.

Dari catatan RSUD Arosuka, BS masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5) sekira pukul 10.00 WIB, dengan keluhan penyakit paru-paru, kemudian dirawat di ruang interne dan tanpa penanganan dengan menggunakan protokol covid-19. Pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test COVID-19 dengan hasil negatif.

BACA JUGA:  Kecelakaan Speedboat Paspampres di Sebangau, 6 Orang Meninggal 1 Hilang

Pada Kamis pagi (14/5), kondisi pasien drop (menurun). Tindakan nebu yang dilakukan tim medis tidak berhasil. Sekitar pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol COVID-19. Namun, pihak keluarga menolak.

Dari keterangan keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Yakni berupa mantel plastik dan sarung tangan. Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman COVID-19.

Tracing dan Swab Test

Merasa kecolongan atas kejadian itu, pihak Gugus Tugas penanganan  Covid-19 Kabupaten Solok langsung melakukan tracing dengan kontak langsung PDP BS. Sedikitnya, sebanyak 31 orang petugas di RSUD Arosuka ditracing dan diambil sampel untuk dilakukan test Swab. Mulai dari dokter hingga petugas lainny yang ikut melakukan penanganan terhadap pasien BS.

Covid-19
petugas melakukan tracing terhadap riwayat terkontak langsung dengan PDP BS yang dinyatakan Positif Covid-19

Pihak gugus tugas juga  sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area rumah sakit dan memindahkan sementara pasien yang dirawat ke RSU Mohammad Natsir dan RST Solok. “Penutupan RSUD Arosuka ini dilakukan sampai hasil tes swab petugas keluar, dan guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Solok,” ujar Bupati.

Sementara bagi petugas yang memiliki  riwayat terkontak langsung dengan pasien BS, kata Bupati, diperintahkan untuk menjalani karantina di Convention hall Alahan Panjang, hingga hasil test Swab keluar. “ bagi petugas lainnya yang tida terkontak langsung, saya minta untuk Work From Home (WFH) dengan tetap memperhatikan protokol penanganan Covid-19,” ujar Gusmal.

Covid-19
Tim medis berpakaian APD lengkap saat akan melakukan tracing terhadap keluarga BS di Nagari Kotobaru

Terkecuali itu, ia juga meminta Direktur RSUD Arosuka untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan terhadap kasus ini. Bupati meminta kepada direktur RSUD untuk melaporkan kasus dan keadaan secara real time kepada Bupati Solok secara berkesinambungan.

BACA JUGA:  Senam Gemarikan Anak PAUD Menambah Semarak Halaman Kantor Bupati Dharmasraya

Sementara itu Kadis kesehatan melalui Kabid P2P drg Aida Herlina menyebutkan, selain tracing dilingkungan RSUD, perlakuan yang sama dilakukan terhadap keluarga BS yang berisiko tinggu tertular virus Covid-19 tersebut.

“Kami melakukan tracing dan mengambil sampel test Swab untuk terkontak langsung dengan almarhum. Dari lingkungan keluarga sebanyak 27 sampel untuk dilakukan Swab hari ini,” kata Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Solok drg. Aida Herlina  di Kotobaru, Sabtu (16/05).

Swab Covid-19
petugas melakukan pengambilan sampel swab test terhadap riwayat terkontak langsung dengan PDP BS di Nagari Kotobaru

Aida menjelaskan, jika nanti dari hasil swab terhadap riwayat terkontak langsung dengan keluarga pasien ini ada yang positif, trcking akan dilanjutkan kepada level 2. “Kalau sudah masuk level 2 ini ada kemungkinan lebih banyak, karena banyak pelayat yang hadir di rumah duka waktu itu. Kita semua berharap, hasil swab nanti tidak ada yang positif,” bebernya.

Selain tracing dan mengambil sampel swab terhadap riwayat terkontak langsung, gugus tugas Covid-19 Kabupaten Solok bersama satgas efektif nagari Kotobaru juga melakukan penyemprotan disinfektan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di nagari terpadat di Kabupaten Solok itu.

Covid-19
petugas dari tim damkar Kab. Solok lakukan penyemprotan di sekitar kediaman BS

Penyemprotan dilakukan di rumah keluarga BS dan fasilitas umum lainnya seperti Mesjid Raya Kotobaru yang menjadi tempat penyelenggaraan sholat jenazah BS dan lingkungan di sekitarnya.

“Kami meminta kepada semua warga Kotobaru untuk melakukan pisical distancing dan social distancing dengan memperhatikan protocol Covid-19 untuk memutus penyebaran virus ini,” kata wali Nagari Kotobaru Afrizal Khaidir.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...