Polres Solok Ringkus Sindikat Curanmor Spesialis L300 Lintas Provinsi

532
Barang Bukti--Kapolres Solok AKBP Ferry Irawan SIK didampingi Waka Polres Kompol Frengky, Kabag Ops Kompol Yuswawi dan Kasat Reskrim AKP Denny Ahmad memperlihatkan barang bukti hasil kejahatan curanmor oleh sindikat lintas provinsi, di Mapolres Arosuka, Senin (12/8). MM

Arosuka –Jajaran Satreskrim Polres Solok berhasil mengungkap sindikat pencuri kendaraan bermotor, yang beroperasi lintas provinsi. Dua orang pelaku dan satu orang penadah berhasil diamankan beserta barang bukti kejahatan berupa 1 kunci letter T dan empat unit mobil Mistubishi L300 Pickup.

Dalam keterangan persnya kepada wartawan di mapolres Arosuka, Senin (12/8), Kapolres Arosuka AKBP. Ferry Irawan S.Ik didampingi waka Polres Kompol Frengky dan kasat Reskrim AKP Denny Akhmad,S.Ik mengungkapkan, masing-masing pelaku antara lain Nurazmi (30)  dan Dayat (31) keduanya asal Tandikek  Selatan Kec. Patamuan Padang Pariaman, serta Evi (48) warga Sungai Bengkal, Sungai Penuh Jambi.

Menurut Kapolres, anggotanya melakukan penangkapan pada 3 Juli 2019  di kawasan Kecamata Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.  Penangkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari warga yang menjadi korban pencurian karena mobil miliknya telah dicuri seseorang.

Mendapat laporan itu,  berselang beberapa jam, anggota Reskrim Polres Solok berhasil mengamankan pelaku disekitar jalan kelok Batuang, Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. “ Anggota kita langsung menangkap pelaku bersama mobil yang dikemudikan. Sementara untuk barang bukti yang lain, kita amankan di empat lokasi,” jelas Kapolres.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus curanmor ini, pelaku mengaku bahwa aksi mereka ini tidak hanya dilakukan diwilayah Kabupaten Solok saja, tetapi ada sebanyak 20 TKP  diantaranya di daerah Pariaman, Jambi, Riau dan

Agam. Sedangkan yang baru terungkap baru empat TKP di Kabupaten Solok dan 4 TKP di Kab. Padang Pariaman. “ Aksi pencurian mobil L300 diakui pelaku telah dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Sudah puluhan mobil berhasil dibawa kabur. Mereka menjual dengan harga antara Rp 30 sampai Rp 40 juta,” beber Ferry Irawan.

BACA JUGA:  Bupati Hendrajoni: Camat Berprestasi di Tingkat Provinsi Dapat Reward Umroh

Kapolres memastikan, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap sindikat curanmor spesialis L300 tersebut. Sementara dalam modusnya, para pelaku melakukan pencurian mobil rata-rata saat mobil di tinggal di pinggir jalan, saat sopir sedang istirahat menunggu muatan. “Mereka memang memiliki keahlian khusus untuk melakukan pencurian ini, karena untuk mencuri mobil L300 ini butuh kepandaian khusus pula,” bebernya.

Pihaknya mengakui, pengungkapan ini merupakan penangkapan terbesar yang dilakukan oleh Polres Solok selama ini. Karena mengamankan 4 kendaraan roda empat di Kabupaten Solok dan 4 kendaraan roda empat di Kab. Padang Pariaman. ” Biasanya kita hanya mengungkap kasus curanmor yang melibatkan kendaraan roda dua, sekarang seluruhnya roda empat,” ujarnya.

Terhadap kasus ini, terhadap dua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan hukuman diatas 7 tahun penjara. Sedangkan terhadap penadah dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun. ” Kasusnya masih kita dalami lagi, kami juga telah mengkoordinasikan hasil pengembangan ini dengan jajaran yang disebutkan oleh pelaku,” tutup Kapolres.

Reporter: MALIN MARAJO

 

Loading...
loading...