Polres Pessel Bekuk Kawanan Perampok Bersenpi Asal Medan

Tiga orang pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), saat diamankan di Mapolres Pessel guna pengembangan lebih lanjut. (Okis Mardiansyah)

Tiga orang pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), saat diamankan di Mapolres Pessel guna pengembangan lebih lanjut. (Okis Mardiansyah)

PAINAN–Tim Opsnal Reskrim Polres Pesisir Selatan berhasil membekuk Empat dari delapan kawanan perampok mobil boks pengangkut rokok,  Selasa (5/6), sekira pukul 13.30 Wib, di Jalan Lintas Painan-Bengkulu, tepatnya di Puncak Bukit Biawak, Kecamatan IV Jurai. Satu pelaku dinyatakan meninggal dunia.

Para pelaku diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara tersebut dalam menjalankan aksinya menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam (sajam) dan di bagi menjadi dua tim.

“Mendapat nformasi tersebut, kami bersama jajaran Polsek Silaut, dibantu Polsek Ipuh dan Polres Muko-muko langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Sebab, pelaku diketahui kabur ke arah selatan dengan menyandera supir mobil boks,” ujar Waka Polres Pessel, Kompol Taufik Isra menyebutkan,  didampingi Kabag Ops Kompol Mirza Herwanto dan KBO Reskrim Iptu Gusmanto, saat menggelar Jumpa Pers di Painan, Jumat (28/6).

Keempat pelaku tetsebut terdiri dari, Darkasih (36), M.Yasir (37), M. Ahadin (26), sedangkan M. Riski (27) dinyatakan meninggal dunia karena nekad melompat dari jembatan ke Sungai Desa Pulau Baru, ketika terlibat aksi kejar-kejaran dengan kepolisian.

“Sementara, empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan kami telah mengantongi identitas mereka,” ucapnya.

Dari pengakuan tersangka, terang Taufik, sebelum mengincar targetnya, pelaku sudah seminggu berada di Sumbar. Dalam melakukan aksinya pun pelaku telah berbagi tugas masing-masing dan sangat terorganisir.

“Ya, pelaku sangat ahli dalam perannya masing-masing. Darkasih khusus menodongkan senpi kepada korban, sementara M.Yasir mengancam menggunakan sajam, M.Rizki mengikat mulut korban dengan lakban, sedangkan M.Ahadin, mengeksekusi korban ke dalam mobil,” tuturnya.

Sementara itu, KBO Reskrim Ipda Gusmanto menerangkan, kejadian berawal ketika satu unit mobil truk BA 8044 BB yang dikemudikan oleh Azwar (korban) membawa sebanyak 300 boks rokok berbagai merek dari By Pass Kota Padang hendak diantarkan ke Kecamatan Sutera dan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan.

BACA JUGA:  Bertambah 13 Orang, Jumlah Positif Covid-19 di Sumbar 195 Orang

Namun, di tengah perjalanan ia dipepet oleh pelaku menggunakan mobil Avanza dengan nomor polisi BA 1757 KL, kemudian pelaku langsung menodongkan senjata api laras pendek jenis FN dan sajam.

Berhasil mengamankan korbannya dengan tangan terikat serta mulut tertutup lakban, pelaku langsung memasukkan korban ke dalam mobilnya dan dibawa ke arah Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu. Sedangkan pelaku satu tim lainnya yang berjumlah 4 orang lainnya, langsung mengeksekusi mobil truk dan membawa mobil tersebut ke daerah Agam.

“Kedepan kami berharap, agar pihak perusahaan selalu melibatkan kepolisian sebagai pengawalan di jalan. Hal ini kami sampaikan agar kejadian ini tak terulang lagi,” ujarnya.

Usai kejadian itu, pada Kamis (27/7), personil Polsek IV Koto, Kabupaten Agam, menemukan truk Fuso terparkir di daerah sepi, dengan kondisi 300 boks rokok telah raib.

“Saat itu, kami langsung berkoordinasi dengan Polsek IV Koto Agam, Polres Bukittinggi, dan barang bukti (BB) dibawa ke sini,” ujar KBO Reskrim Polres Pessel Ipda Gusmanto kepada wartawan.

Pihaknya tidak menampik, jika dilihat dari cara pelaku melancarkan aksinya memang sangat  terorganisir. Sehingga diduga kuat komplotan pelaku adalah pemain lama yang sudah sering melakukan kejahatan disejumlah daerah luar Sumbar.

Dari keterangan tersangka, lanjut Gusmanto, ia mendapatkan senpi dan sajam dari seorang temannya di Medan, Sumatera Utara.

“Untuk di Sumbar, mereka mengaku baru pertamakali melakukan aksi tersebut. Akibat perbuatannya, pelaku di jerat pasal 365 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Saat ini 3 orang pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Pessel,” tuturnya.

Sumber : Haluan