POLLING: Siapakah Calon Bupati dan Wakil Bupati Solok yang Anda Pilih?

Polling

Beritanda1.com kembali membuka Polling Pilkada untuk calon Bupati dan Wakil Bupati Solok Provinsi Sumatera Barat untuk Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Polling ini diselenggarakan sampai tanggal 30 September 2020.

 

Ini merupakan Polling tahap I yang diselenggarakan oleh portal berita Beritanda1.com, dengan menghadirkan pasangan bakal Calon yang diperkirakan akan bersaing memperebutkan kursi Bupati dan wakil Bupati Solok pada periode mendatang .

Bakal pasangan calon Bupati Solok Nofi Candra merupakan Senator DPD RI asal Sumbar  periode 2014-2019. Selama menjadi anggota DPD RI, Nofi Candra dikenal aktif menyuarakan aspirasi masyarakat petani  dalam mendonkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumbar. Putra petani ulung H. Syukri ini memutuskan tidak maju pada Pilleg 2019, karena memilih mempersiapkan diri dan fokus untuk Pilkada Kabupaten Solok 2020 dengan menggandeng wakil Bupati Solok incumben Yulfadri Nurdin.

Sebelum masuk ke ranah Eksekutif, Yulfadri Nurdin merupakan anggota DPRD Kabupaten Solok dua periode dan Anggota DPRD Sumbar Pasangan ini diusung oleh oleh Partai Nasdem dan PPP.

Bakal pasangan calon kedua adalah Desra Ediwan Anantanur-Adli. Desra merupakan mantan Wakil Bupati Solok dua periode. 10 tahun menduduki kursi eksekutif tak mampu mewujudkan niatnya untuk lolos menjadi senator di Senayan. Dengan modal dukungan Pilleg tersebut, Desra kembali menguji peruntungan dengan menggandeng Kader PKS Adli, yang merupakan akademisi muda asal Gantung Ciri.  Pasangan ini diusung oleh Partai Golkar dan PKS.

Bakal pasangan calon ketiga adalah Epyardi Asda  yang merupakan Anggota DPR  RI asal Sumbar ini. Niatnya untuk duduk di Senayan untuk periode ke empat harus kandas, setelah PAN memintanya untuk pindah daerah pemilihan. Pemilik kawasan wisata bukit Chinangkiek ini akhirnya memutuskan untuk ikut bertarung pada Pilkada Kabupaten Solok, dengan menggandeng politisi muda Gerindra Jon Firman Pandu yang kini duduk sebagai ketua DPRD Kabupaten Solok. Bagi Jon Firman Pandu Pilkada Kabupaten Solok 2020 ini merupakan pertaruhan besar untuk sebuah pengorbanan sebagai kader partai berlambang kepala garuda ini. Paslon ini diusung oleh PAN dan Gerindra.

BACA JUGA:  Perantau Pangkalan Siap Habis-habisan Untuk Darman Sahladi-Maskar

Kemudian pasangan terakhir adalah Iriadi-Agus Syahdeman. Pasangan ini merupakan duet birokrat dan politsi. Iriadi merupakan birokrat yang meniti karir di Palembang  Sumatera Selatan. Sejumlah jabatan strategis pernah dipegangnya. Sedangkan Agus Syahdeman merupakan Politisi Demokrat yang pernah duduk di DPRD Kabupaten Solok. Duet ini diusung oleh Partai Demokrat, Hanura dan PDI Perjuangan.

Untuk  memberikan pilihan,  Silahkan anda klik, TANDA BULAT  di awal nama pasangan di bawah ini sesuai pilihan anda. Namun perlu kami ingatkan Polling ini tidak bisa di share melalui facebook secara langsung, demi pengamanan hasil Polling.

Siapa Calon Bupati Solok Pilihan Anda??

Dan kami ingatkan juga, apabila anda melakukan VOTE melalui VPN dan jika terlacak oleh mesin pencari kami, maka jumlah pasangan yang anda VOTE melalui cara tidak benar itu akan berkurang secara otomatis !!.

INGAT!

Polling ini bukan ajang untuk kompetisi atau untuk menciptakan opini, karena hasil Polling tidak akan menjamin kandidat anda jadi pemenang dalam Pilkada. Apalagi masyarakat tidak akan percaya sepenuhnya dengan hasil Polling.

BACA JUGA:  KPU Kabupaten Solok Ajukan Penambahan Biaya Pilkada 2020 Rp. 5,8 M

Namun, manfaatkanlah Polling ini untuk mengukur seberapa besar tingkat kesukaan masyarakat terhadap kandidat yang anda dukung. Ajak masyarakat pendukung kandidat anda untuk melakukan VOTE, untuk anda jadikan bahan evaluasi seberapa besar dukungan calon pemilih terhadap kandidat anda.

PERCUMA

Seandainya Polling ini di VOTE oleh orang yang berada di luar daerah pemilihan, maka sangat merugikan bagi kandidat, karena sang kandidat mendapatkan dukungan semu dari bukan orang yang akan memilihnya, apalagi melakukan VOTE dengan cara-cara curang misalnya menggunakan VPN, dan lain sebagainya, jelas tidak ada manfaatnya bagi kandidat calon Kepala Daerah.

Polling ini kami selenggarakan, untuk dijadikan bahan evaluasi oleh Tim Pemenangan dan kandidat, sekaligus sebagai salah satu survey dengan cara terbuka.

Pada tanggal 30 Sepetember 2020 Polling ini otomatis akan berhenti, hasilnya nanti kami screenshot dan kami buat dalam bentuk artikel

CATATAN:

Apabila Terjadi VOTE berulang-ulang dengan IP yang sama dengan cara menghapus cache sebelumnya, atau melakukan VOTE dengan menggunakan VPN kami nilai anda telah membuat kecurangan di Polling ini, secara OTOMATIS dalam 24 jam Logs dan VOTE anda terhapus, artinya VOTE anda akan hilang. Hal ini kami terapkan agar Polling ini bisa kita manfaatkan secara benar.

Apabila jumlah VOTE berkurang dalam waktu 24 Jam maka mesin pencari kami untuk membersihkan kecurangan di Polling ini sudah berjalan.

 

Facebook Comments

loading...