Polisi Masih Selidiki Penyebab Karhutla di Pessel

Sejumlah petugas BPBD terlihat memadamkan api dilokasi Karhutla Kecamatan Lunang.

PAINAN–Kepolisian Resor Pesisir Selatan (Polres Pessel), hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukumnya.

Kapolres Pessel AKBP Fery Herlambang mengatakan, pihaknya melalui Satuan Reskrim telah turun ke lokasi dan melihat dari dekat luas lahan yang terbakar. Bahkan, proses penyelidikan dimulai dengan meminta keterangan pemilik lahan dan sejumlah masyarakat dilokasi tersebut.

“Ya, di sana ada Koperasi Bina Tani. Mereka berada di sekitar lahan yang terbakar. Besok akan kami minta keterangannya,” katanya pada wartawan di Painan, Kamis (15/8).

Kebakaran hutan dan lahan di Pessel, hingga kini masih terus berlanjut. Berdasarkan pantauan satelit, sedikitnya terdapat enam titik api. Namun, yang paling parah adalah di Kecamatan Lunang. Sekitar 80 hektar lahan gambut telah ludes dimamah si jago merah. Bahkan, lokasinya dipastikan berada pada kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

Hingga kini, tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri masih berjibaku memadamkan sejumlah titik api. Bahkan, anggota Kepolisian Sektor setempat telah turun sejak Jumat 10 Agustus 2019 lalu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, lanjut Kapolres, akan dilakukan proses pengembangan lebih lanjut, apakah motif kebakaran murni karena musibah alam atau memang ada unsur kesengajaan. “Awalnya hanya 50 Hektar. Kemudian sempat meluas. Namun, kini dari laporan yang kami terima, intensitasnya sudah mulai berkurang,” tuturnya.

Jika terdapat unsur kesengajaan, pihaknya bakal menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. Sebab, persoalan Karhutla kini menjadi perhatian serius Presiden RI Jokowidodo.

Sementara itu Kepala Seksi Kedaruratan BPBD, Doni Boy yang dihubungi terpisah menyebutkan, berdasarkan pantauan satelit, 2 titik api kembali terlihat pada Rabu 14 Agustus 2019. Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, pihaknya mulai menambah personil. Menurut dia, Api terus berpindah-pindah dari satu titik ke titik yang lain, sehingga sulit dipadamkan.

BACA JUGA:  Lebih Dekat Bersama Fatika Oktanas, Sosok Pemuda Inspiratif asal Pasaman

“Personil kami di sana sekarang sebanyak 20 orang. Awalnya hanya 10 orang. Medan yang rumit masih jadi kendala saat ini. Bahkan harus naik boat untuk bisa sampai ke lokasi,” ujarnya melalui sambungan via telpon.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...