Pokir Dewan Dialihkan, Pemkab Solok Alokasikan Penanganan Covid 19 Rp 25 Milyar

314
Rapar revisi anggaran dipimpin ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu dihadiri Sekda Aswirman, Selasa (31/3)
Rapar revisi anggaran dipimpin ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu dihadiri Sekda Aswirman, Selasa (31/3)

Beritanda1 –Setelah melalui pembahasan  panjang antara Banggar (Badan Anggaran) DPRD dengan (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok akhirnya mengalokasikan dana  Penanganan Virus Corona Disease (Covid-19) sebesar Rp 25 Milyar.

Kesepatakan itu diputuskan setelah Banggar DPRD dan TAPD Kabupaten Solok melakukan revisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dengan mengalihkan alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk mengantisipasi  penyebaran Covid-19, Selasa (31/3) di ruang utama  DPRD Kab. Solok.

Rapat revisi anggaran yang dipimpin Ketua DPRD Jon Firman Pandu bersama Sekda Azwirman selaku ketu TAPD Kabupaten Solok, diikuti seluruh anggota Banggar dan TAPD setempat.

Sebelum kebijakan pengalihan anggaran dilakukan, ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu menyampaikan kebutuhan biaya penanganan penyebaran Covid 19 sebanyak Rp 25 milyar, sedangkan dana  anggaran tak terduga hanya dicadangkan sebesar Rp 10 Milyar.

Namun demikian, anggota Banggar dari Fraksi PPP DR. Dendi S. Ag, M. Ag meminta kepada pemerintah Kabupaten Solok agar anggaran yang dialihkan tersebut jelas peruntukannya. Ia juga menyarankan agar dilakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak keluar rumah.

Disisi lain, Ivonir Munir  dari fraksi PAN mempertanyakan ketersediaan  Alat Pelindung Diri ( APD ) bagi tim Gugus Tugas berikut alat untuk penyemprotan Disinfektan. Ivoni berharap dengan pengalokasian anggaran semua persoalan yang dihadapi masyarakat dan Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid 19 dapat diatasi.

BACA JUGA:  Komitmen Bangun Generasi Qur’ani, Seleksi 1000 Tahfiz Di Kab. Solok Dibanjiri Peserta

Senada, Dodi Hendra dari Fraksi Gerinda dan Azwirman dari Fraksi Nasdem sangat setuju dilakukan revisi anggaran oleh TAPD dan mengalihkan  kegiatan beberapa bulan  kedepan untuk pencegahan penyebaran covid-19 di kab. Solok.  ” Kami di DPRD  akan turun langsung dan mengawasi anggaran untuk pencegahan penyebaran covid-19 ini. Karena itu kita minta  penjabaran tentang apa yang telah dan akan  dilakukan,” papar Dodi.

Tim Banggar DPRD selepas mengikuti rapat revisi anggaran dengan TAPD Kabupaten Solok, Selasa (31/3)
Tim Banggar DPRD selepas mengikuti rapat revisi anggaran dengan TAPD Kabupaten Solok, Selasa (31/3)

Sementara itu, Azwirman mengapresiasi apa yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam penanganan antisipasi penyebaran covid-19. Pihaknya mendukung penuh  jika anggaran untuk DPRD dialihkan untuk pencegahan Covid-19.

Azwirman berpendapat, jika  perlu anggaran untuk Pilkada 2020 dialihkan dulu untuk penanganan virus Corona, sehingga Pemerintah Kabupaten Solok memperoleh dana yang cukup untuk penanganan wabah corona yang tidak dapat diprediksi kapan berakhirnya.

Tokoh partai Nasdem yang  dikenal vokal itu memandang, Tim medis adalah garda terdepan dalam penanganan virus Corona. Pihaknya meminta direalisasikan secepat mungkin tentang kebutuhan APD tenaga medis ini. ” Kita perlu memikirkan kondisi fisik tim medis dan petugas dilapangan atau di posko. Mereka bekerja nyaris 24 jam, perlu disediakan mutivitamin dan protein petygas selama mereka bertugas,” tegas Azwirman.

Menyikapi itu, ketua TAPD sekaligus Sekda Kab. Solok Azwirman memaparkan soal ketersediaan APD. Pihaknya mengaku sudah melakukan pemesanan sebanyak 200 set,  khususnya untuk para medis, tetapi masih inden karena barangnya yang langka.

Menurut Sekda, sebelumnya Pemkab Solok sudah mengalokasikan dana sebanyak 12,5 milyar, ditambah biaya tidak terduga Rp 2,5 milyar. Totalnya menjadi Rp 15 milyar. “Namun karena banyaknya kebutuhan, maka dilakukan penambahan hingga mencapai Rp nilyar,” papar Aswirman.

Langkah antisipasi yang dilakukan, Pemkab Solok juga sudah membentuk Posko Pencegahan covid-19 di ruang Danau Dibawah, kemudian Pokso diperbatasan Kacang yang berbatasan dengan Tanah Datar, di Sungai Lasi dan beberapa tempat lainnya. “Menyangkut dana Pokir dewan yang dialihkan, untuk dana penanggulangan Covid -19 dilaksanakan pemerintah karena DPRD sifatnya memantau dan mengawasi,” sebut Aswirman.

BACA JUGA:  Pemkab Solok Bentuk Tim Monitoring Pelaksanaan PSBB

Dalam pelaksanaannya, Sekda Aswirman mengaku akan memfokus untuk kebutuhan medis kesehatan. Kemudian untuk kegiatan yang bersifat operasional,  seperti untuk kebutuhan Posko perbatasan, tim Satpol PP untuk anak sekolah yang keluyuran dan ke pasar pasar, termasuk untuk sosialisasi dan yang lainnya.

” Kita sedang memberdayakan UMKM untuk membuat masker. Karena kelangkaan mesker, kita rencanakan memesan sebabyak 10 ribu masker,” jelas Aswirman.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...