Pilkada 2020, Bawaslu Pessel Ungkap Sejumlah Temuan Pengawasan

bawaslu pessel
Koordinator Devisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Syafrijal Chan.

Beritanda1 –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan, mencatat adanya sejumlah temuan pengawasan selama proses verifikasi faktual (verfak) sebagai syarat dukungan calon perseorangan di daerah setempat.

 

Koordinator Devisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Pessel, Syafrijal Chan, menyebutkan, temuan itu mulai dari petugas KPU yang tidak memantuhi protokol Covid-19, hingga adanya sejumlah petugas yang salah mengentri hasil verfak data dukungan calon.

“Kesalahan itu dilakukan oleh PPS atau verifikator yang ditunjuk oleh PPS,” ujarnya pada wartawan di Painan, Rabu 22 Juli 2020.

Ia menjelaskan, contoh kesalahan petugas yang tidak mematuhi protokol Covid-19, seperti lupa menggunakan alat pelidung diri (APD) saat proses verfak. Padahal, kata dia, itu diwajibkan dan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sedangkan untuk kesalahan entri, sering terjadi akibat salah tulis oleh petugas. Hal ini terjadi, karena petugas tidak teliti, dan mengakibatkan data yang seharusnya memenuhi syarat (MS), namun ditulis tidak memenuhi syarat (TMS).

“Makanya, kami minta penjelasaan dasar terhadap hal itu, karena berdasarkan hasil rekap kami di tingkat kecamatan MS menjadi TMS. Tapi, itu sudah diperbaiki semuanya,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, terkait entri data setidaknya ada sekitar 16 syarat dukungan calon yang seharusnya MS, namun ditulis TMS yang menjadi temuan. Dari 15 kecamatan yang sudah melakukan verifikasi faktual, hal itu banyak ditemukan di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

BACA JUGA:  Siap Mundur Sebagai ASN, Kepala Bappeda Sijunjung Benny Dwifa Tegaskan Maju di PilkadA 2020
loading...