Persiapan New Normal,Pemkab Dharmasraya Lakukan RDT Terhadap 300 Tukang Ojek dan Sopir Angkutan Umum

RDT
Ratusan tukang ojek, sopir dan pengemudi betor di Dharmasraya ikuti Rapid Diagnotik Tes (RDT) guna mendeteksi gejala penyebaran Covid 19

Beritanda1 – Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya guna memutus mata rantai penularan Corona Vurus Disease 2019 (Covid-19).

Selain  melaksanakan Rapid Diagnostik Test (RDT) massal terhadap pegawai dilingkungan pemerintah setempat, hingga turun ke pasar tradisional, tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 Dharmasraya juga melakukan RDT terhadap 300 orang anggota perkumpulan tukang Ojek,  Driver Travel, Driver Pengangkut anak sekolah, serta pengemudi Becak Motor (Betor) se-Dharmasraya, Sabtu (30/5) di gedung olahraga sport center.

Memotivasi kegiatan deteksi Covid 19 itu, hadir langsung Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Kesehatan dr. Rahmadian, sekretaris DPRD Kabupaten Dharmasraya Nasution SPd, Kepala Dinas Perhubungan Rahmilus, Kasat Pol PP Syaprudin S. Sos. M. Si, serta Kabag hukum, humas pemda Dharmasraya Irwan Zamrud. SH. MH.

Pada kesempatan, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyampaikan, langkah ini sebagai upaya pemerintah daerah berupaya memberikan rasa aman pada masarakat. Sehingga pengguna jasa transportasi ojek, Travel, Bentor, maupun mobil sekolah, tidak merasa ragu atas kesehatan pengemudi atau driver.

Kegiatan RDT masal ini, dilakukan secara gratis, tanpa ada pungutan biaya. Sekiranya warga melaksanakan RDT secara mandiri, tentu masyarakat mengeluarkan uang senilai Rp 500 Ribu/orang.

Sedangkan untuk Swab Tes mandiri, juga akan mengeluarkan biaya sampai Rp 1,8 juta/orang.

Sutan Riska menambahkan,  kasus Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya  sudah mulai menurun. Dari 20 orang dinyatakan positif, telah sembuh total sebanyak 11 orang. Sedangkan 9 orang lagi dalam masa karantina mandiri.

Dharmasraya
Bupati Dharmasraya menyemangati ratusan tukang ojek, sopir dan pengemudi betor saat mengikuti Rapid Diagnostik Tes (RDT) guna mendeteksi gejala penyebaran Covid 19

Maka dari itu, ditekankan kepada seluruh driver ojek, Betor, travel, dan bus sekolah, agar menjadi pejuang dalam memutus mata rantai penukaran Covid-19, dengan selalu berpedoman kepada protokoler kesehatan.

BACA JUGA:  Bertambah 2 Orang, Pasien Covid-19 di Sumbar yang Sembuh 13 Orang

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Kabupaten Dharmasraya dr. Rahmadian, sekaligus Kepala Dinas Kesehetan setempat mengemukakan, untuk RDT  dilakukan kepada 300 orang lebih pengemudi Ojek, Bentor, Travel, dan sopir angkutan sekolah.

Sejauh ini, tim gugus tugas Covid-19 Dharmasraya telah melakukan RDT kepada 4.000 orang warga, termasuk pegawai dilingkungan pemerintahan, hingga wali nagari, dengan hasil reaktif sebanyak 70 orang.

Ia juga menyampaikan, RDT bertujuan untuk menscraning awal terhadap warga apakah mereka terkonfirmasi virus Corona, atau virus yang lainnya.

Karena RDT, merupakan tes cepat dengan melakukan pengambilan sample darah. Apabila mereka terkonfirmasi reaktif, maka gugus tugas akan segera melakukan Swab Tes, untuk mendapatkan hasil yang jelas.

Disebutkan, kKedepan pihaknya juga akan melakukan RDT ke setiap pasar yang berada di seluruh wilayah Dharmasraya. Begitu juga kepada seluruh kaum ibu sedang hamil.

” Kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan warga menghadapi era new normal,” terang dr Rahmadian.

Terpisah, Henki (29 ), sopir angkutan anak sekolah mengaku, dirinya tidak memiliki pemasukan sejak pandemi Covid-19 menjadi isu menakutkan. Karena anak sekolah libur total, sehingga mobil angkutan juga berhenti beroperasi.

“Dengan dilaksanakan RDT oleh Pemkab Dharmasraya, tentu kami sangat berterimakasih kepada Pemkab Dharmasraya, terutama kepada Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, yang telah membuat program RDT gratis ini. Dengan begitu,  kami dapat mengetahui, apakah diri kami terjangkit, atau tidak,” kata Henki.

Reporter: S Hanif

 

Facebook Comments

loading...