Beranda Daerah Percepat Pembangunan Tol, Pembebasan Lahan di Padang Pariaman Perlu Disegerakan

Percepat Pembangunan Tol, Pembebasan Lahan di Padang Pariaman Perlu Disegerakan

Lahan
Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy bersama Bupati Padang Pariaman ketika meninjau lahan yanng menjadi lokasi pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru, Rabu (16 Juni 2021).

Beritanda1 – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman diminta mengidentifikasi pemilik lahan pada proyek Tol Padang-Pekanbaru seksi I satu per satu secara by name by adress.

Identifikasi pemilik lahan secara by name by adress itu dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan ruas Tol  Padang-Pekanbaru seksi I tersebut.

“Tim dari provinsi akan berkoordinasi dengan Pemkab Padang Pariaman. Kita sudah sepakat dengan Bupati agar nama dan alamat pemilik lahan bisa diidentifikasi semua. Jadi apa permasalahannya bisa selesaikan satu persatu,” kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy.

Permintaan itu disampaikan Wagub Sumbar Audy Joinaldy kepada Bupati Padang Pariaman ketika meninjau lokasi pembangunan jalan Tol tersebut, Rabu (16 Juni 2021).

Wagub Sumbar menyebutkan, berdasarkan data saat ini, pembebasan lahan untuk seksi I Padang-Sicincin sudah selesai dibayarkan 40 persen. Sebanyak 21 persen sedang dalam proses bayar. Jadi tinggal 39 persen yang belum selesai.

“Dari 39 persen itu, 22 persen sedang proses. Jadi masih on progres,” kata Audy.

Terhadap itu, Bupati Padang Pariaman mengatakan, secara prinsip masyarakat daerahnya sangat mendukung pembangunan jalan tol. Apalagi ada istilah ganti untung. Persoalannya ada tanah tersebut yang merupakan tanah ulayat (adat) yang pemiliknya komunal.

Menurutnya, sebagian pemilik itu sekarang tinggal di luar daerah. Ada yang di Jakarta, Medan, Jambi dan banyak daerah lain, sehingga prosesnya agak terkendala.

“Nanti kalau memang ada pemilik tanah di luar daerah, kita akan kunjungi,” sebutnya.

Namun demikian, bupati Padang Pariaman  tidak membantah masih ada beberapa bidang yang dokumen alas haknya belum selesai. Tapi nanti kalau alas hak sudah selesai, akan langsung diproses pembebasan lahan, tidak perlu menunggu diterbitkan sertifikatnya.

“Ini kewenangannya di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun yang jelas kita di Pemkab Padang Pariaman mendukung penuh agar tol ini bisa selesai pada 2021,” katanya.

BACA JUGA:  Bertambah 23, Jumlah Positif Covid-19 di Sumbar 144 Orang

Seperti diketahui, tol Padang-Pekanbaru adalah sirip tol Trans Sumatera yang bertujuan untuk memperlancar konektivitas antara Sumbar dan Riau.

Pembangunan jalan tol Pekanbaru – Padang sepanjang 254,8 km terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi : Padang – Sicincin sepanjang 36,15 km, Seksi 2: Sicincin – Bukittinggi 38 km, Seksi 3: Bukittinggi – Payakumbuh 34 km, Seksi 4: Payakumbuh – Pangkalan 58 km, Seksi 5: Pangkalan – Bangkinang 56 km, dan Seksi 6: Bangkinang – Pekanbaru 40 km.

Reporter: Melatisan/relis

 

 

 

Artikel sebelumyaVaksinasi Covid-19 di Kantor Wali Nagari Supayang Ditinjau Kapolsek Payung Sekaki
Artikel berikutnyaMenakjubkan! Bekas Lokasi Tambang di Padang Pariaman Direkayasa Menjadi Objek Ekowisata